Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 175 Kriminal Tingkat Jahan*m


__ADS_3

Kepolisian kota Amsterdam di gegerkan dengan penyelundupan jasad pria muda dari Asia. tim forensik VC hospital di kerahkan untuk autopsi jasad tersebut.


Dokter Vegas meneliti jasad di hadapannya. Terlihat ada beberapa luka sayatan bedah di bagian tubuhnya. dipastikan organ dalam pria itu menghilang.


"Dilihat dari bekas sayatan jelas seorang profesional yang melakukannya" kata dokter Vegas pada penyidik.


"Apa menurut anda pelakunya seorang dokter?"


"Bisa jadi dokter spesialis bedah tapi aku yakin ia tidak bekerja sendiri melainkan ada pendukung utama di belakangnya" kata Vegas sembari melepas sarung tangan medis yang di kenakan nya.


"Organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan kedua bola mata nya telah diambil"


"Baiklah dokter kami akan selidiki kasus ini"


"Aku rasa ini termasuk perdagangan org*n manusia jadi bisa melibatkan gangster atau mafia besar"


Penyidik terdiam menganalisa pendapat dokter Vegas. dalam kasus seperti ini Vegas sangat jeli dan pandai ia bisa memecahkan misteri terselubung dari sebuah penemuan jasad yang bagi penyidik terkesan rumit.


Emma berjalan cepat menghampiri Vegas yang baru selesai dari ruangan penyidik.


"Apa ada sesuatu yang janggal?"


"Tentu saja, oh ya kau sudah makan siang?" tanya Vegas.

__ADS_1


Emma tersenyum, ia senang akhirnya Vegas memberi perhatian padanya akhir-akhir ini. hubungan mereka bahkan jauh lebih dekat.


"Belum, ayo kita makan bersama"


Keduanya pergi ke restoran langganan yang tidak jauh dari VC hospital. Emma menceritakan rencana akhir pekannya bersama sepupunya Anna.


"Aku akan pergi ke kabin milik Anna di dekat danau" kata Emma dengan mata berbinar.


"Untuk apa?" Vegas menghentikan makannya, ia menyimak rencana Emma.


"Untuk bersenang-senang, kami akan pesta barbeque, minum kopi, bergosip dan berenang di danau"


"Terdengar menyenangkan" kata Vegas meski ia sedikit khawatir pada Emma.


"Tentu saja"


"Iya, kenapa?" Emma menatap wajah tampan di hadapannya.


"Kabin itu di dekat danau jauh dari keramaian berhati-hatilah, sedang marak kejahatan"


"Kau tenang saja, jika terjadi sesuatu kau orang pertama yang akan aku telepon" kata Emma sembari tersipu. meski Vegas belum menyatakan perasaan pada Emma tapi tidak masalah bagi gadis itu. toh mereka sudah dewasa, ungkapan rasa suka itu sudah tidak penting. yang terpenting saat ini Vegas terlihat begitu perhatian pada Emma.


"Aku sedang sibuk jadi tidak bisa ikut serta denganmu, bagaimana jika Kinn berjaga di sekitar kabin kalian?"

__ADS_1


"Kinn? asisten mu itu?"


"Iya"


"Tapi...kami canggung padanya"


"Yasudah tidak jadi" Vegas berpikir tidak ingin merusak kegembiraan Emma dengan sepupunya Anna.


***


Weekend tiba Emma pergi menuju kabin Anna dengan mengendarai mobilnya. ia membawa tas ransel berisi perlengkapan dirinya selama menginap di tempat sepupunya itu.


Anna terlihat menyambut Emma dengan wajah ceria. keduanya segera menyiapkan acara pesta barbeque untuk nanti malam.


"Ah menyenangkan sekali" kata Emma sembari menusukkan daging dan sayuran untuk di panggang.


"Oh ya aku kemarin sempat melihat dokter Vegas di Tv dia sangat tampan dan terlihat jenius!" kata Anna.


"Kau benar dia memang tampan dan jenius, butuh waktu untuk menaklukkan hatinya!"


"Apa kalian sekarang sudah sepasang kekasih?"


"Bisa dibilang begitu" kata Emma tersenyum malu-malu.

__ADS_1


"Lain kali ajak dia kemari kita pesta bersama pasti akan seru sekali"


Emma mengangguk sembari membalik daging diatas panggangan. kedua gadis itu terlihat asyik hingga tidak menyadari bahaya sedang mengintai mereka. kabin yang jaraknya jauh dari keramaian dekat dengan danau dan hutan ada dua orang wanita cantik dan muda terlihat sehat dan menggiurkan tentu saja sesuatu datang mendekat pada mereka.


__ADS_2