
Lily berkunjung ke kantor polisi tempat Lizard di tahan. ia membawa si kembar dan dua pengasuh mereka untuk ikut serta.
"Lizard..." Lily segera mendekati Lizard begitu dua orang sipir mengantar Lizard bertemu Lily dan anak mereka.
"Lily...kau bawa anak-anak?" mata Lizard berkaca-kaca.
Lizard segera menggendong anak kembarnya secara bergantian. mendekap dan menciumi mereka satu persatu. Lily terharu melihat pemandangan itu dan ia menahan tangisnya.
Wajah tampan Lizard terlihat sedikit cekung dan jambang nya tidak terawat. sekitar matanya terlihat menghitam karena kurang istirahat.
"Lizard apa papa sudah kemari?" tanya Lily sambil mengeluarkan kotak makanan yang berisi sushi.
"Sudah, kemarin papa kesini membawa seorang pengacara"
"Makanlah ini" Lily menyuapkan sepotong Sushi ke mulut Lizard. ia juga membawakan Lizard minuman hangat dari rempah-rempah.
"Bagaimana kondisi Tim? apa dia sudah terlihat membaik?" tanya Lizard penuh harap.
Lily hanya menggeleng, wajah Lizard terlihat kecewa. ia berharap Tim bisa membebaskannya dari tahanan yang menyiksanya.
__ADS_1
"Apa mereka memperlakukan mu dengan baik?" tanya Lily lagi-lagi ia menahan tangisnya jangan sampai Lizard melihatnya bersedih.
"Iya mereka memperlakukan ku dengan baik"
Lily tahu Lizard berbohong. Luka lebam di lengan Lizard pasti bekas pukulan. luka itu masih baru sebagai seorang dokter Lily bisa melihatnya dengan jeli.
Pasti sipir atau tahanan lain yang memukul Lizard .....
"Bertahanlah kau pasti bebas secepatnya, papa tidak akan membiarkan mu berlama-lama di tempat ini" kata Lily menguatkan Lizard.
Lizard mengangguk dan menghabiskan sushi yang di bawakan Lily.
Lizard menciumi anak-anaknya sebelum kembali ke dalam sel. ia memeluk Lily dengan erat seolah tulang Lily akan patah semua. Lily hanya terdiam sambil menepuk bahu Lizard memberikan semangat pada suaminya.
"Lily jaga dirimu dan jaga Zack dan Bella"
"Jangan cemas kami akan baik-baik saja. cepatlah keluar dari tempat ini kami menunggu mu Lizard" kali ini air mata Lily tak kuasa tertahan. ia menyaksikan punggung Lizard berjalan semakin menjauh hilang di telan lorong menuju sel tahanan.
🌵🌵🌵
__ADS_1
Di rumah sakit dokter Lily dan dokter Rud sedang berada di ruang rawat Timoti. mereka sedang berdiskusi tentang penangan pada pasien satu itu.
"Bagaiman dokter? kenapa ia belum sadar juga?" tanya Lily yang terlihat kalut.
"Sabar Lily, tenanglah. kita tidak bisa memaksakan kondisi pasien dengan obat-obatan yang kita berikan. itu malah akan membuatnya tegang dan berdampak bahaya pada kondisi Tim. sebaiknya kita tunggu sampai kondisinya membaik"
Ayolah Tim kau orang yang kuat! kau selalu berdiri di samping Lizard selama ini kau membela dan melindunginya. sekarang bantu kami lagi Tim. aku mohon bangunlah!
Lily memandang lekat wajah Timoti. sementara dokter Rud telah meninggalkan ruangan itu.
Ponsel Lily bergetar di saku baju putihnya. Ia bergegas keluar ruangan untuk menerima telepon. disaat itulah jemari Tim bergerak perlahan.
"Baiklah aku akan segera pulang tolong jaga anak-anak dengan baik sampai aku tiba di rumah" kata Lily sembari mematikan telepon dan memasukan ponselnya kedalam tas. ia bergegas pulang karena Bella tidak berhenti muntah.
Lily menaiki taxi online menuju ke rumah agar lebih cepat karena jika menunggu jemputan akan terlalu lama.
Setibanya di rumah Lily langsung mendekap Bella. ia memeriksa kondisi anaknya.
Sepertinya Bella hanya tersedak air susu saat ia minum. Lily menggendong bayinya dan menepuk lembut punggung bella sampai ia merasa nyaman dan tidak rewel.
__ADS_1