Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 16


__ADS_3

"Tim siapkan semua untuk perjalanan bisnis"


"Baik tuan, oh ya tuan Lizard semua akan membawa pendamping di acara pertemuan bisnis nanti. Apakah saya perlu memberi tahu dokter Lily atau nona Rachel?"


Lizard terdiam sesaat, sebelum menikah dengan Lily ia tidak pernah mengajak Rachel untuk mendampinginya di meeting dan pesta perusahaan. Ia lebih banyak sendiri.


"Bagaimana tuan?" Tim kembali bertanya setelah tidak mendapat jawaban.


"Kau beritahu Lily" kata Lizard sembari berjalan pergi meninggalkan ruang kerjanya.


Tim tersenyum dan sudah menduga Lizard akan memilih mengajak Lily dibanding Rachel.


Secara personal kedua wanita itu baik dan terpelajar tapi entah kenapa Lizard terlihat lebih bahagia jika ada Lily di sampingnya. meski Lizard selalu jahil dan mengerjai Lily.


Siang itu Lizard mengunjungi VC Hospital untuk pertama kalinya setelah perusahaan miliknya mengakuisisi rumah sakit itu.


Lizard melirik ruang praktek dokter Lily yang sedang ramai pasien. ia lalu menuju ruang kerja dokter Rud.


"Pa..." sapa.Lizard begitu melihat ayahnya sibuk dengan daftar pasien siang itu. Dokter Rud baru saja menyelesaikan operasi.


"Lizard? kau kemari menemui papa?"


"Iya jelas menemui papa memang siapa lagi?"


"Ada apa?" tanya dokter Rud.


"Hanya mampir sebentar saja pa, melihat lihat kondisi rumah sakit"


"Oh ya pembangunan gedung rumah sakit sudah hampir rampung"


"Ya saya sudah melihatnya"


Wajah Lizard terlihat sedikit gelisah. meski ia mengenakan kaca mata hitam tapi dokter Rud tahu anaknya sedang terpikir sesuatu.

__ADS_1


"Baiklah temui Lily, sebentar lagi ia selesai dengan jam praktiknya"


"Lizard sibuk pa mau segera kembali ke perusahaan"


Dokter Rud tersenyum maklum karena Lizard memang memiliki gengsi tinggi. ia tahu jika sebenarnya Lizard mampir ke rumah sakit untuk melihat Lily.


"Sudahlah, temui Lily dan kalian makan siang bersama. papa rasa Lily juga belum makan"


Lizard hanya terdiam lalu berdiri dari duduknya. tanpa berpamitan pada papanya ia berjalan keluar ruang praktek dokter Rud. kebetulan sekali Lily juga keluar ruangan praktiknya dan melihat Lizard.


Lizard berjalan mendekati Lily, seperti biasa ia akan mengerjai Lily siang itu.


"Hai sayang...." sapa Lizard dengan senyum jahilnya.


Lily terdiam tidak menghiraukan. ia berjalan menuju loby rumah sakit.


"Kau mau makan siang?" tanya Lizard sembari menarik pelan lengan Lily.


"Iya, kenapa? kau mau mengerjaiku lagi?"


Lizard membuka pintu mobil dan mempersilahkan Lily masuk kedalam mobilnya.


"Kita ke tempat Daniel kau setuju?"


"Terserah padamu" jawab Lily tanpa memandang Lizard.


"Kau masih marah padaku soal kejadian kemarin malam?"


"Lizard kenapa kau ikut campur urusan ku?! bukankah kita sudah sepakat tidak mencampuri urusan masing-masing?!"


"Hei dokter kau sungguh marah rupanya, kenapa apa kau mencintai pria itu?" Lizard menambah kecepatan mobilnya hingga membuat Lily terkejut dan refleks berpegangan pada lengan Lizard.


"Lizard kau jangan gila, kenapa ngebut sekali!?"

__ADS_1


"Kenapa dokter? aku ngebut agar bisa di tilang oleh kekasih mu itu dan kau bisa bertemu dengannya siang ini"


"Lizard aku mohon hentikan!" Lily menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang gemetar.


"Kau takut pada kecepatan? aku sangat menyukai kecepatan!"


"Lizard baiklah, aku mengerti aku tidak akan menemui Nic diam-diam jadi sekarang pelankan mobil mu"


Lizard tersenyum menang dan mengurangi kecepatan super car miliknya.


Keduanya tiba di restoran tempat Daniel bekerja.


Daniel membuatkan Lily sup ikan istimewa kesukaan Lily dan Lizard ia memesan sushi untuk makan siangnya.


"Ini sup ikam istimewa untuk dokter Lily" kata Daniel seraya meletakkan mangkuk sup berukuran besar di depan Lily.


Wajah Lily nampak begitu senang dan tersenyum manis pada Daniel.


"Oh jadi kau tahu kegemaran istriku?" sindir Lizard.


"Ya aku tahu, sup ikan hangat. Lizard kau jangan coba sup itu jika mau selamat" Daniel lantas pergi melanjutkan pekerjaannya sebagai kepala chef di restoran itu.


"Waw ini enak sekali" Lily menyendok supnya dengan bahagia. Lizard yang penasaran merebut sendok Lily dan mencoba sup itu. dalam hitungan detik wajah Lizard langsung memerah dan ia terlihat aneh.


"Lizard...? ada apa?"


"Ah sial!" Lizard mengumpat kesal sembari meraih gelas air putih di hadapannya.


Daniel yang mengamati dari kejauhan segera sigap membawakan segelas susu untuk Lizard sebagai penawar pedas.


"Aku sudah mengatakan padamu jangan coba sup itu"


"Ada apa dengannya?" Lily membantu menepuk-nepuk punggung Lizard.

__ADS_1


"Dia ini alergi pedas Lily, jadi Lizard tidak bisa makan yang mengandung bubuk pedas atau cabe"


Lily menahan tawanya dan kembali duduk di kursinya setelah melihat Lizard lebih tenang.


__ADS_2