
Lizard berada di kantornya sedang mengurusi beberapa pekerjaan. Tim ia tugaskan ke pertambangan untuk memantau disana selama satu hari.
Pintu ruang kerja Lizard di ketuk perlahan, Lizard meletakkan bolpoint yang di pegangnya untuk menandatangani dokumen.
"Masuk"
"Selamat siang Lizard ..."
Seorang wanita yang Lizard kenali berdiri di hadapannya dengan senyum yang tidak berubah sejak dulu.
Lizard mengerutkan keningnya lalu kembali ke ekspresi semula yaitu ekspresi datar.
"Kenapa kau tiba-tiba muncul lagi Grace? apa masih tertinggal urusan yang belum selesai di antara kita? atau kau sengaja dikirim musuhku untuk mengacaukan ku?" kata Lizard tanpa memandang Grace. ia sibuk membaca dokumen di hadapannya yang akan di tandatangani.
"Apa kau tidak ingin aku kembali?" suara lembut Grace membuat hati Lizard bergetar mengenang masa lalunya.
Dulu sewaktu Lizard masih kuliah di fakultas kedokteran ia jatuh cinta dengan seorang wanita sederhana berwajah manis.
Keduanya menjalin hubungan selama tiga tahun lalu setelah Lizard lulus kuliah ia pergi ke luar negeri. sejak saat itu hubungan mereka retak lagipula tuan Rud tidak menyetujui hubungan Lizard dengan Grace.
__ADS_1
Alasan tuan Rud karena Grace memiliki masa lalu kelam dan dari keluarga yang kurang jelas silsilahnya.
Bertahun-tahun Grace bertahta di hati Lizard bahkan saat Lizard sudah kembali dari luar negeri dan menjalin hubungan dengan Rachel ia masih mencintai Grace.
Lizard tersadar dari lamunan masalalunya. ia melirik ke arah Grace.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Lizard ragu.
Grace tersenyum getir, senyum yang selalu seperti menggambarkan hati yang penuh luka.
"Aku baik seperti yang kau lihat, kau tidak bertanya kemana selama ini aku pergi?" tanya Grace memancing Lizard lebih dalam untuk bernostalgia dengan masa lalu mereka.
"Baiklah, aku dengar sekarang kau telah menikah dan memiliki anak"
"Benar, kau jangan mengganggu ku" Lizard masih tidak memandang wajah Grace.
"Lizard kenapa kau tidak memandangku? apa kau takut hatimu goyah?"
Lizard tidak peduli ia tetap fokus pada pekerjaannya dan tidak ingin memandang Grace yang berdiri tepat di hadapannya.
__ADS_1
"Kau sudah berkeluarga?" tanya Lizard lagi.
"Sudah tapi aku sudah berpisah karena suamiku memukuliku" Lizard memejamkan matanya mendengar cerita Grace.
Ia ingat Grace selalu menderita sejak remaja. ia di perk*sa kakak tirinya hingga hamil dan keguguran saat masih di bangku sekolah menengah. tak jarang tubuhnya lebam karena di hajar oleh ayah tiri dan kakak tirinya sementara ibunya tidak bisa berbuat apa-apa.
Grace berjuang keras untuk masa depannya, ia selalu bekerja paruh waktu untuk membiayai sekolah dan kuliahnya. mungkin hal itulah yang membuat Lizard kagum dan menerimanya apa adanya.
Bohong jika hati Lizard tidak bergetar melihat Grace ada di hadapannya. tapi saat ini ia memang sudah membuang jauh perasaannya pada wanita itu dan menggantikan dengan Lily yang sekarang menjadi penguasa di hati Lizard.
"Grace keluarlah, aku rasa tidak perlu kita mengungkit masa lalu"
"Apa kau sudah tidak mencintaiku Lizard? aku masih sangat mencintaimu bahkan saat kau meninggalkan ku, aku masih mencintaimu"
"Maafkan aku Grace sekarang pergilah!" Lizard berdiri dari duduknya.
"Baiklah mungkin saat ini kau masih terkejut melihat kehadiranku yang tiba-tiba ini, tapi aku pastikan kau akan mencariku nanti" Grace tersenyum dan melangkah pergi dari ruang kerja Lizard.
Lizard mengusap wajahnya, ia menghela napas dengan kasar dan sedikit gusar.
__ADS_1
Ada apa lagi ini? kenapa aku tidak bisa tenang sebentar saja bersama Lily?