
Nicolas sudah bebas dari lapas yang selama ini menjadi tempatnya tinggal sementara waktu. ia selesai menjalani hukumannya dan sekarang dirinya bukan lagi Anggota kepolisian karena telah di pecat secara tidak hormat.
Laura menjemput Nic dengan mobilnya dan mengajak pria itu ke apartemennya.
"Apa sudah kau jalankan rencana awal kita?" tanya Nic sembari mengemudikan mobil Laura.
"Tenanglah sayang, Lizard sedang sibuk sekali mengurusi para karyawannya yang berada di rumah sakit. sementara Tim ia sibuk mengatasi orang-orang kita yang tengah menerornya"
"Hahaha! bagus sayang, aku yakin lama kelamaan Lizard akan tumbang. tanpa Tim dia bisa apa?!"
"Lalu setelah ini apa lagi yang akan kau lakukan padanya?"
"Buat Tim tetap sibuk jangan beri celah padanya untuk mendekat pada Lizard karena ini bisa membahayakan kita"
Laura tersenyum sembari memeluk lengan Nicolas.
"Sayang kau tetap pantau perkembangan VC group. aku akan ke VC hospital untuk melihat situasi disana"
"Iya sayang"
🌵🌵🌵
"Dasar bodoh kemana dia?!" Lizard duduk di ruang kerja dokter Rud sembari meremas ponselnya. sejak tadi ia mencoba menelpon Tim tapi tidak ada jawaban.
"Lizard..." Lily memegang bahu Lizard dan menyerahkan secangkir teh.
Lizard meminum sedikit teh itu dan meletakkannya di atas meja.
"Apa Tim belum bisa di hubungi?" tanya Lily.
Lizard menggeleng kesal. bahkan dalam perjanjian profesional Lizard dan Tim sudah tertera jelas jika Lizard memerlukan Tim kapan saja meskipun Tim sedang meniduri wanita sekalipun ia harus datang secepatnya.
__ADS_1
"Apa Tim sedang dalam bahaya?"
Lizard berbalik dan memandang Lily, ia terdiam karena sejak tadi Lizard tidak sempat memikirkan kondisi Tim.
Benar juga kata Lily, apa Tim sedang dalam bahaya sekarang?
"Tim adalah orang paling dekat dengan mu dan usahamu, pasti jika musuh kalian menyerang mereka juga akan menyerang Tim lebih dulu"
"Kau benar Lily...."
"Bagaimana keadaan para pasien?"
"Sudah lebih baik, mereka segera mendapat penangan jadi tidak berakibat fatal"
Lizard mengangguk sembari bersandar dinding dan melihat keluar kaca jendela yang langsung menembus pemandangan gedung-gedung tinggi yang mengelilingi VC hospital.
Lily iba melihat Lizard saat ini, bahkan sejak tadi Lizard belum beristirahat.
Lizard menggeleng dan menarik lengan Lily ke pelukannya.
"Aku ingin memakan mu!"
"Hentikan Lizard kau masih bisa bercanda?"
"Aku sudah terbiasa dengan semua situasi ini"
Lily berjinjit mengusap wajah tampan Lizard dengan kedua telapak tangannya. Lily merapikan jambang Lizard yang sebenarnya sudah terlihat rapi.
"Duduklah aku akan memijat bahu mu" kata Lily.
Lizard tersenyum dan menuruti Lily. ia duduk di sofa yang berada di ruangan itu. Lily mulai memijat pundak Lizard.
__ADS_1
"Enak sekali, kenapa kau jarang memberikan ku servis yang satu ini?"
"Karena kalau aku melakukan ini kau akan meminta yang lain"
"Hmmmm...bisakah kita lakukan 'yang lain' itu disini sekarang?"
"Diam kau! berhenti bercanda Lizard!"
"Kalau begitu berikan aku ciuman mu"
Lily memandang mata biru Lizard yang terlihat lelah. Ia berpindah duduk di pangkuan pria itu lalu mengecup perlahan bibir Lizard.
Lizard menahan kepala Lily dan ******* bibirnya semakin dalam.
____
Sementara di apartemennya Timoti sedang menyiapkan senjata. Ia yakin Lizard sedang dalam kesulitan saat ini.
"Kau tetap disini dan kunci pintu karena aku akan pergi"
"Tuan kau mau kemana?aku takut"
"Pegang ini dan gunakan jika kau dalam situasi terjepit" Tim menyerahkan sebuah senpi pada Wuri. gadis itu memundurkan langkahnya dan gemetar melihat benda itu.
"Aku tidak mau, aku tidak tahu menggunakan benda itu!"
"Aku meletakkannya di laci kamarku jika kau memerlukannya ambil dan gunakan!"
"Tapi..tuan.."
Tim bergegas pergi dan tidak menghiraukan ketakutan Wuri. ia melesat dengan mobilnya menuju VC hospital karena mendapat laporan dari sekretaris Lizard tentang insiden yang baru saja terjadi.
__ADS_1