
Di gedung VC Group sedang membuka lowongan pekerjaan untuk beberapa posisi. Banyak yang mengantri di ruang tunggu untuk tes dan interview.
Bos Lizard tidak mau tahu yang jelas ia ingin mendapat karyawan yang setia dan bertanggung jawab seperti Tim. padahal orang seperti Tim mungkin langka dan hanya satu-satunya yang bisa meladeni kegilaan Lizard dan mengikuti semua ucapan Lizard.
Tim dengan kepala yang mulai pening menyeleksi satu persatu calon karyawan hari itu.
"Selamat pagi tuan ..."
"Hmmm"
"Duduk" kata Tim yang masih menunduk memainkan ponselnya di atas meja. ia tidak memandang seorang gadis yang memasuki ruang interview.
"Siapa nama mu"
"Nama saya Wuri"
Mendengar nama itu disebut, Tim langsung mendongak dan memandang seorang gadis yang duduk di hadapannya.
Ternyata gadis itu bukan Wuri yang ia maksud. Wuri yang ia maksud adalah gadis lusuh, ceroboh dan banyak hutang. sedang gadis di hadapan Tim saat ini cantik, wangi dan terlihat terpelajar.
Selesai interview dengan gadis bernama Wuri itu kepala Tim semakin pening. ia lelah dalam beberapa hari menjalani sesi interview dan menyeleksi karyawan yang seperti tiada habisnya.
Tim menekan tombol telepon di atas mejanya dan tidak berapa lama tersambung ke ruangan OB.
"Aku mau kopi tanpa gula, jangan terlalu panas tapi jangan sampai dingin!" aku ingin panasnya pas"
Tim menutup telepon setelah mengucapkan permintaannya pada OB yang mengangkat telepon.
Tuk tuk....
"Masuk" Tim sedang bersandar di kursi kerjanya dan memejamkan matanya yang penat.
Ia membiarkan OB itu masuk untuk mengantar kopi yang ia minta.
Karena merasa tidak ada gerakan cangkir yang di letakkan di atas mejanya Tim segera membuka matanya. ia terkejut setengah mati mendapati gadis berseragam OB di hadapannya yang membawa nampan berisi secangkir kopi.
"Kau?!"
__ADS_1
"Tuan?!"
Tim dan OB itu sama-sama terkejut. keduanya seperti habis melihat hantu di siang hari bolong.
"Untuk apa kau disini?!" tanya Tim sambil mengendorkan sedikit dasinya yang terasa mencekik leher saking ia kelelahan.
"Saya bekerja di perusahaan ini sebagai OB"
"Sejak kapan? kenapa aku tidak tahu?!"
"Sudah dua hari tuan"
"Siapa yang menerima mu bekerja di sini?"
"Pimpinan di bagian OB" jawab Wuri polos.
Untuk karyawan seperti bagian kebersihan dan divisi tambahan lainnya memang tidak perlu sampai Tim yang menyeleksi mereka. cukup kepala bagian masing-masing yang menyeleksi dan berwenang menerima pelamar yang memenuhi syarat sebagai anggota kerja mereka.
Tim memandang gadis itu dengan seksama. penampilannya cukup rapi pagi itu.
Wuri, nama itu tertulis di seragam gadis itu.
"Benar tuan"
"Ini kopi yang anda minta, kopi tanpa gula, tidak terlalu panas dan tidak sampai dingin" kata Wuri meletakkan secangkir kopi di atas meja tepat di hadapan Tim.
Tim mengangkat cangkir itu dan menghirup aroma kopi yang harum dan khas.
Dia memakai kopi kesukaan tuan Lizard, bisa celaka kalau bos tahu kopi kesukaannya di minum orang lain.
"Lain kali jangan pakai kopi jenis ini, pakai saja yang ada nama ku. jika kau belum mengerti tanya pada pimpinan mu"
"Baik tuan" gadis OB bernama Wuri itu tersenyum manis.
"Pergilah"
"Baik"
__ADS_1
Senyum Tim mengembang entah kenapa ia merasa segar kembali dan bersemangat untuk menyeleksi karyawan baru.
Mungkin ini karena kopi yang aku minum, aku jadi bersemangat kerja!
🌵🌵🌵
Tepat pukul delapan malam Tim menjemput Lily untuk dinner bersama Lizard.
Tim terpana ketika sedikit melirik penampilan Lily malam itu yang lain dari biasanya.
Lily mengenakan gaun panjang pas badan yang terlihat sedikit terbuka di bagian bahu. Ia terlihat anggun dengan rambut yang di model Curly.
Untuk mempercantik penampilannya Lily menambahkan aksesoris tas tangan yang berwarna senada dengan gaun dan high heels nya.
"Silahkan dokter Lily" Tim membukakan pintu mobil.
Mobil berjalan menuju sebuah tempat. Disana banyak berjajar warung tenda kaki lima. Lily menoleh ke kanan dan ke kiri. ia mulai sedikit salah tingkah karena mungkin saja ia salah kostum.
Tim menghentikan mobilnya tepat di tempat Lizard berdiri menunggu mereka.
"Wow..." Lizard terkagum melihat penampilan Lily malam itu. senyum tersungging di bibir tipisnya.
"Kau terlalu cantik untuk makan di warung tenda sayang" kata Lizard sembari meraih tangan Lily dan menggenggamnya.
"Tidak masalah..." jawab Lily yang sebenarnya salting karena salah kostum.
"Tim karena istriku sungguh cantik malam ini jadi kita putar arah ke restoran yang sudah ku booking tadi siang"
"Baik tuan"
"Kau mengerjai aku?!" Lily memukul lengan kekar Lizard.
"Ouch sakit sekali pukulan mu Lily aduh.. sepertinya aku perlu ke rumah sakit"
"Berhenti bercanda Lizard!"
"Baik-baik ...maaf dokter Lily sayang"
__ADS_1
Mobil mewah itu melaju menuju sebuah restoran mewah. sebenarnya Lizard sudah booking seluruh ruangan untuk malam itu. jadi tidak akan ada pengunjung lain yang mengganggu keromantisan Lizard dan Lily.