Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 81


__ADS_3

Lily sedang bermain dengan sikembar Zack dan Bella. Zack dan Bella sudah mulai aktif merangkak. kedua bayi itu sangat menggemaskan.


"Zack kemarilah, Mommy punya balon" kata Lily sembari memegang balon berwarna oranye. dengan lincah Zack merangkak menghampiri ibunya.


"Hebat anak mommy" Lily mencium pipi Zack.


"Bella sayang kemari ini balon mu" Lily memegang sebuah balon berwarna merah muda. Bella merangkak menghampiri ibunya. Lily kembali mencium pipi anaknya.


"Nyonya ada telepon" suster Ana terlihat menghampiri Lily setelah mengangkat telepon rumah.


"Dari siapa?"


"Dari nyonya Laura "


"Laura?"


Lily bergegas mengangkat gagang telepon dan mendekatkan ke telinganya.


"Iya ada apa?" tanya Lily sedikit ketus.


"Bisa kita bertemu Lily? maksudku dokter Lily?" kata Laura sengaja membuat Lily kesal.


"Ada urusan apa?"


"Tentang Lizard"


"Baiklah dimana kita bertemu?"


"Di coffeshop dekat VC group?"


" Aku akan kesana"


Lily berganti pakaian dan menata rambutnya. ia tidak mau terlihat lusuh di hadapan wanita itu. Lily meraih tas branded nya dan melenggang menuju mobil di antarkan sopir pribadi Lizard.


"Kita ke coffeshop dekat VC group" kata Lily pada sopir nya.


"Baik nyonya"

__ADS_1


Setiba di coffeshop Lily mengedarkan pandangan mencari keberadaan seseorang yang sesungguhnya tidak ingin ia temui sama sekali.


"Hai Lily" Laura melambaikan tangannya.


Lily berjalan dengan anggun dan sedikit angkuh mendekati Laura.


"Apa kabar Lily?" tanya Laura basa basi.


"Langsung saja apa yang ingin kau katakan?" kata Lily malas.


"Baiklah aku hanya ingin membagi dan sekaligus bernostalgia tentang hubungan ku dengan Lizard. aku rasa kau harus tahu"


"Aku tidak perlu tahu, maaf jika tidak ada yang penting aku harus pergi ke rumah sakit sekarang" Lily berdiri dari duduknya dan sedikit beranjak. suara Laura menghentikan langkah Lily.


"Aku hanya ingin mengatakan jika aku dan Lizard dulu saling menyukai dan kami melakukan hubungan panas. tidak di pungkiri jika hubungan itu bisa terulang kembali"


Wajah Lily memerah karena marah ia tidak mau tahu urusan masa lalu Lizard dengan perempuan di luar sana.


"Aku tidak peduli, lagi pula itu urusan mu dengaan Lizard!"


"Apa kau bisa?" balas Lily.


"Tentu saja aku bisa, dulu aku merebutnya dari Rachel dan sekarang tidak mustahil jika aku kembali merebut Lizard dari mu"


"Aku tidak yakin itu terjadi!" kata Lily sembari tersenyum berbalik memandang Laura.


"Oh ya kita lihat saja nanti, aku paling tahu apa kesukaan Lizard. bukankah di sangat nakal di ranjang?" Laura tersenyum penuh kemenangan.


Lily memejamkan matanya mencoba mengatur perasaannya. tidak di pungkiri Laura membuatnya cemburu dan hancur. sebagai seorang istri Lily merasa terluka meski hubungan Lizard dan Laura hanya masa lalu saja.


"Ya mungkin dengan mu dia terlihat hebat tapi bagiku dia biasa saja" kata Lily sembari beranjak pergi dan tak lupa menyunggingkan senyum nya pada Laura.


Lily kau ternyata tidak mudah di intimidasi. tapi aku yakin kau termakan ucapan ku. kita lihat saja apa rumah tanggamu dengan Lizard akan baik-baik saja setelah ini?...


🌵🌵🌵


Wuri sedang berada di apartemen Tim untuk bersih-bersih. karena haus Wuri ke pantry mencari gelas untuk menuang air minum. tapi di apartemen itu sama sekali tidak ada gelas.

__ADS_1


Wuri mendekati lemari hias disana ada satu set cangkir kristal. ia berjinjit untuk mengambilnya satu. Karena lemari itu tinggi jadi saat Wuri akan meraih cangkir benda itu meleset dan hampir mengenai kepalanya.


Wuri menutup matanya , tapi aneh benda itu tidak terjatuh di kepalanya.


"Sedang apa kau disini?!" suara Tim mengagetkannya. rupanya Tim dengan sigap menangkap cangkir itu hingga tidak mengenai kepala Wuri.


"Tuan kau sudah pulang?"


Tim menyerahkan cangkir itu pada gadis di hadapannya.


"Aku ingin minum tapi kenapa di apartemen ini sama sekali tidak ada gelas?"


"Aku menghancurkan gelas-gelas di apartemen ini setiap aku marah jadi semua habis pecah. kau mengerti?!"


"Iya saya mengerti" Wuri dengan ketakutan beranjak dari hadapan Tim. ia menuang air putih kedalam cangkir tadi lalu meminumnya.


Tim berjalan menuju kamar mandi di kamarnya. ia melepas jas dan celananya yang terkena noda darah.


Tim mengenakan handuk putih yang ia lilitkan di pinggangnya.


Wuri tiba-tiba memasuki kamar Tim karena tasnya tertinggal di kamar mandi saat ia membersihkan ruangan itu.


"Ada apa?" Tim mengagetkan Wuri yang mau memasuki kamar mandi.


Melihat Tim bertelanjang dada Wuri langsung berbalik dan menutup matanya.


"Maaf tuan aku kira kau tidak sedang di kamar mandi karena pintunya terbuka. aku ingin mengambil tasku yang tertinggal di dalam karena aku mau pulang"


Wuri melangkah perlahan mendekati pintu kamar mandi tanpa sengaja di lihatnya pakaian Tim di atas wastafel penuh noda darah.


Tim dengan sigap meraih tas milik Wuri yang ada di atas wastafel dan memberikannya pada gadis itu.


"Sekarang pergilah!"


"Ba...baik....permisi tuan"


Wuri sedikit pucat saat meninggalkan apartemen Tim. selama ini ia sering mendengar gosip di kantor jika sebenarnya tuan Lizard dan Tim itu mafia. Lizard bisa sukses di bisnis pertambangannya yang besar karena ia dan anak buahnya yang di pimpin oleh Timoti menguasai daerah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2