
Pagi hari Kinn tiba di mansion milik Vegas. Ia melihat keadaan rumah berantakan dan perabotan berserakan. Kinn berjingkat melewati pecahan kaca di lantai. Dengan gerakan cepat ia meraih ponsel dari saku jasnya dan menelpon kepala pelayan di mansion itu untuk mengumpulkan semua pekerja di halaman.
Para pelayan dan keamanan yang bertugas berjajar di halaman. Kinn berdiri di hadapan mereka.
"Apa yang terjadi? Kenapa mansion ini berantakan sekali? Dimana tuan dan yonya?" tanya Kinn.
Semua saling lihat tidak berani menjawab pertanyaan Kinn.
"Jawab!!" kata Kinn setengah membentak.
"Nyonya mengirim kami ke hotel tuan, pagi tadi waktu kami kembali ke mansion semua sudah hancur berantakan seperti ini" kata kepala pelayan.
"Baiklah segera bereskan semua" kata Kinn, ia berjalan pergi.
Kinn menuju ruang kerja Vegas disana terlihat bosnya tertidur di kursi kerjanya.
"Tuan...bangun tuan" Kinn menggerakan bahu Vegas secara perlahan.
Vegas membuka matanya, ia menyipitkan pandangannya sembari melihat jam tangan.
"Sudah siang rupanya, dimana Sidney?"
__ADS_1
"Saya tidak melihat nyonya ada di mansion ini tuan"
Vegas berdiri dari duduknya, ia berjalan cepat menuju kamar pribadinya. Disana juga sepi tidak ada tanda-tanda Sidney berada disana.
"Ah sial! Dia pergi" umpat Vegas kesal.
"Tuan saya mohon bersiaplah untuk pergi meeting pagi ini, masalah nyonya saya janji akan menemukannya dan membawa nyonya kepada anda secepatnya"
Vegas tidak punya pilihan lain jika Kinn sudah mendesak dirinya, ia segera mandi. Selain rumah tangganya ia juga harus mengurus bisnisnya. Atau si mulut besar Eddie akan berteriak padanya pagi ini.
Kinn menelpon anak buahnya ia meminta untuk mereka melacak keberadaan Sidney.
"Cepat lacak dimana nyonya sekarang! Laporkan padaku segera" begitu kata Kinn pada anak buahnya yang anti gagal dalam melacak keberadaan seseorang.
Begitulah gerak cepat sang asisten yang bernama lengkap Kinn Jirapon Wiwattanawarang.
Vegas dan Sidney yang menghancurkan semua dan Kinn yang memperbaikinya. Pemuda Thailand itu sangat bisa di andalkan. untung Vegas menemukannya sejak sepuluh tahun yang lalu.
Kinn adalah seorang bartender yang terjerat hutang dengan mafia Amerika untuk biaya sekolah adik-adiknya. Saat itu Vegas tertarik dengan keahlian beladiri yang Kinn miliki. Ia sangat pandai berkelahi dengan para mafia rendahan, karena itu Vegas merekrutnya sebagai asisten. Awalnya Kinn menolak karena ia tidak ingin terlibat dalam dunia hitam. Mafia terkenal kejam dan sadis hingga tega menghabisi orang dan Kinn tidak mau ada di dalamnya. Tapi karena hutangnya menyebabkan banyak masalah dan Kinn sudah tidak tahu lagi harus bagaimana membayarnya akhirnya ia setuju menjadi asisten sekaligus bodyguard Vegas Van Camont.
Kinn yang mengurusi semua keperluan Vegas dan mengatur bisnis bosnya itu agar berjalan lancar. Kemanapun Vegas pergi Kinn seperti bayangan yang ada di belakangnya kecuali jika Vegas sedang bersama Sidney.
__ADS_1
Sidney tidak menyukai keberadaan Kinn di sekitar Vegas. Ia merasa anak muda itu bisa menjadi ancaman untuknya.
Vegas sudah siap dengan stelan jasnya, Kinn mengeluarkan salah satu mobil mewah milik Vegas dari garasi.
"Silahkan tuan" kata Kinn sembari membukakan pintu mobil untuk Vegas disaat yang bersamaan ponselnya berbunyi.
"Nyonya ada di apartemen baru di dekat pusat perbelanjaan pusat" kata anak buahnya.
"Baik, pantau terus sampai aku menemuinya nanti" Kinn mematikan telepon bergegas mengemudikan mobil menuju perusahaan.
"Kau bicara dengan siapa Kinn?" tanya Vegas yang duduk di kursi belakang.
"Dengan salah satu anak buah kita tuan"
"Oh ya apa Eddie datang ke meeting pagi ini?"
"Benar tuan"
"Ah aku muak dengan si mulut besar itu!"
"Saya rasa anda harus menahan rasa muak itu untuk beberapa tahun yang akan datang tuan karena kontrak kerja sama perusahaan kita di perpanjang"
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau memperpanjang kerja sama kita dengan Eddie?! Apa kau gila?!"
"Ini demi kebaikan bisnis anda tuan" kata Kinn sembari menambah kecepatan mobil.