Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 148 Colombia


__ADS_3

Bogota, Colombia ...3 Tahun yang lalu


Petugas kepolisian Colombia sedang mencari sorang buronan internasional. Ia menanyai turis yang datang seorang diri tanpa pasangan di sebuah resort ternama di Bogota.


Vegas Van Camont yang sedang menikmati minumannya di salah satu bar di dekat resort terkejut melihat kedatangan penegak hukum.


"Ada apa ini?" tanya Vegas pada seorang bartender.


"Mereka polisi, sedang mencari buronan internasional. Turis yang datang tanpa pasangan akan di periksa"


Vegas terlihat sedikit gugup tangan kanannya meraba senjata yang terselip di pinggang bagian belakang sampai tiba-tiba seorang gadis cantik setengah berlari menatap ke arah Vegas dengan maksud tertentu. Gadis itu memberi isyarat pada Vegas melalui mata indahnya dan senyumnya.


"Hai sayang, aku datang maaf lama menunggu"kata gadis itu sembari berjalan ke arah Vegas dan pria itu juga menyambunnya. Si gadis memberikan ciuman di bibir Vegas dengan cuma-cuma.


Vegas melirik ke arah para polisi yang berjalan pergi. Sementara gadis itu melepas ciumannya dan menatap Vegas.


"Aku Sidney"


"Vegas Van Camont"


Pertemuan keduanya berlanjut hingga ke pesta di pesisir pantai yang di gelar hingga pagi. Vegas minum banyak Sidney juga minum beberapa gelas. Terjadi ketertarikan antara Vegas dengan Sidney.

__ADS_1


"Kau tampan sekali" bisik Sidney saat sedang menikmati alunan musik bersama Vegas.


"Kau juga sangat cantik"


Keduanya berakhir di kamar Vegas untuk berbagi pelukan ciuman hingga adegan panas di ranjang.


Sinar matahari pagi membuat Vegas terbangun lebih dulu. Ia membersihkan dirinya di kamar mandi. Ia meraih stelan jas hitam yang ada di dalam kopernya.


Seorang petugas resort mengantarkan sarapan istimewa untuk Vegas dan tamunya.


"Selamat pagi tuan,selamat menikmati makanannya"


Gadis itu menggeliat dari balik selimutnya, tersenyum canggung ke arah Vegas. Ia merasa malu dengan apa yang terjadi semalam. Bahkan jika sampai pria di hadapannya tahu kalau Sidney baru pertama kali melakukannya dengan pria. Vegas berjalan menyerahkan segelas jus pada Sidney.


"Pagi sayang" sapa Vegas dengan bola mata birunya bak lautan luas. Pria itu sangat tampan dengan balutan jas di pagi hari.


"Kau tampan sekalinapa pekerjaan mu?"Tanya Sidney sembari meminum jusnya. Ia meraih kemeja putih milik Vegas yang tergeletas di atas tempat tidur lalu memakainya. Sidney berjalan mendekati jendela melihat pemandangan laut dari kamar itu.


"Aku? Seorang pengusaha di bidang farmasi" kata Vegas.


"Dan Kau?"

__ADS_1


"Aku konsultan bisnis di sebuah perusahaan"


"Bagus, kapan kau kembali ke Amerika?" tanya Sidney


"Hari ini, penerbanganku akan berangkat pukul 10.30"


Wajah Sidney terlihat sedikit kecewa ia masih ingin berlama-lama menatap wajah tampan di hadapannya.


"Kaunjuga sangat hebat dan berkarisma, aku yakin kau seorang bos?"


"Hanya memiliki beberapa anak buah saja" jawab Vegas merendah.


Sidney meletakkan gelasnya dan melangkah ke kamar mandi. Selesai mandi ia mengenakan dress panjang tertutup yang membuatnya semakin anggun dan cantik.


"Aku akan mengantar mu ke bandara" kata Sidney sembari merapikan dasi Vegas.


Vegas terdiam memandang bibir penuh Sidney. Ia mengecupnya dengan lembut.


Vegas dan Sidney tiba di bandara, sejak tadi gadis itu memeluk lengan Vegas.


"Aku akan menemui mu lagi jika kau mau menikah denganku" kalimat bak mantra sakti yang vegas ucapkan pada Sidney akan menjadi kenyataan karena Sidney mengangguk dengan mata berbinar.

__ADS_1


__ADS_2