
Reyzard menyenandungkan sebuah lagu saat melewati barisan anak buahnya di dalam rumah. semua anak buahnya terdiam tapi juga heran sejak kapan Reyzard bernyanyi seperti itu. Sho mengikuti langkah Reyzard menuju ruang tengah.
"Hei Sho apa kau pernah menyukai seorang gadis?" tanya Reyzard tiba-tiba.
"Tidak tuan"
"Ah hidupmu membosankan!" Reyzard melepas jasnya dan kemejanya. tato besar terlihat di bahunya hingga ke lengan. dari postur tubuhnya sebenarnya Reyzard lebih mirip mendiang tuan Lizard. ia juga sengaja merajah tubuhnya dengan tato yang sama dengan sang kakek. hanya wajah mereka yang berbeda, Reyzard terlihat lebih berdarah Asia seperti sang ayah sementara Vegas lah yang memiliki wajah serupa dengan mendiang sang kakek yaitu tuan Lizard.
"Apa nona Amara tahu kalau anda..." Sho tidak melanjutkan ucapannya.
"Tidak Sho jangan sampai gadis itu tahu, ia bisa ketakutan lalu meninggalkanku"
"Oh ya tuan tadi tuan Vegas mencari anda ia menelpon melalui asistennya"
"Kenapa dia mencari ku?"
"Tuan Vegas akan memberikan keseluruhan saham rumah sakit pada anda"
"Benarkah?! siapa yang mengatakannya?"
"Kinn tuan"
"Hmm tapi aku tidak percaya dengan Vegas dan Kinn kedua pria itu sama liciknya. apa menurutmu ini bukan jebakan dari mereka?"
"Saya rasa tidak tuan, sepertinya tuan Vegas bersungguh-sungguh untuk memberikan VC hospital pada anda"
__ADS_1
"Baiklah besok akan ku temui dia, kau bisa pergi!"
Sho mengangguk ia melangkah pergi membiarkan bos nya sendiri.
Sementara di VC hospital Vegas sedang sibuk dengan pekerjaannya. setiap hari ada saja kasus kekerasan dengan korban berjatuhan. kali ini penemuannya adalah jasad satu keluarga. Vegas membantu polisi dengan memberikan arahan tapi polisi enggan bergerak karena pelakunya adalah orang yang punya jabatan tinggi serta kedudukan.
"Aku tidak mengerti dengan mereka, apa susahnya mencari bukti untuk menjerat pelaku, aku sudah membantu memberi petunjuk" kata Vegas pada Emma
Dokter Vegas merilis DNA yang ada di lokasi kejadian. ia memastikan pemilik DNA itu sudah pasti pelakunya.
"Tenanglah, kita lihat pergerakan polisi"
"Kau tahu mungkin menjadi mafia jauh lebih mudah daripada menjadi dokter forensik"
"Apa maksudmu?!" Emma meraih tangan Vegas.
Emma menepuk bahu Vegas dengan lembut menenangkan pria itu.
"Aku percaya kau tidak akan kembali ke masalalu mu bukan?" wajah Emma terlihat cemas.
Vegas hanya terdiam, saat ini memang belum tapi jika di perlukan suatu hari mungkin Vegas akan kembali ke dunia kelam nya.
***
Siang itu Reyzard mendatangi VC hospital. ia ingin bertemu Vegas.
__ADS_1
"Apa benar kau akan menyerahkan rumah sakit ini?"
"Iya benar, jika itu atas nama ibumu aku akan memberikan keseluruhan" kata Vegas tenang.
"Kenapa?" Reyzard masih tidak percaya.
"Bukankah sudah ku bilang karena ibumu? aku pikir ibumu berhak mendapat warisan yang sama dengan Daddy ku"
"Baiklah, aku hargai niat baikmu tapi bisa kau pastikan jika ini bukan jebakan untukku!"
Reyzard meraih senpi dari dalam saku jasnya. disaat yang sama Amara tiba menghampiri dokter Vegas.
"Siang dokter Vegas" sapa Amara dengan ceria gadis itu bahkan tersenyum sumringah ke arah Vegas.
"Hai Amara" Vegas membalas sapaan Amara. Sementara Reyzard panik ia melemparkan senpi nya ke arah Kinn yang berdiri tidak jauh darinya dan Vegas. Kinn mengerutkan keningnya ia bingung melihat tingkah Reyzard.
"Amara, kau disini?" sapa Reyzard. Amara berbalik menatap Reyzard.
"Iya aku akan bertemu dokter Emma"
"Dokter Emma? untuk apa?" Reyzard cemas karena ternyata Amara mengenal Vegas dan Emma.
"Untuk konsultasi, dokter Emma adalah dosen ku"
"Oh..." Reyzard melirik Vegas yang menahan tawa. terlihat sekali jika Vegas meremehkan Reyzard. ia tahu sekarang kelemahan Reyzard adalah seorang gadis bernama Amara .
__ADS_1
Tidak jauh dari tempat mereka berada, Vegas dan Reyzard tidak menyadari jika ada yang mengamati gerak gerik mereka saat ini.