Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 133


__ADS_3

Lily bertemu dengan Eric dan berbicara di taman rumah sakit. ada kecanggungan diantara keduanya. lama suasana hening tanpa ada yang membuka suara.


Lily meremas jemarinya sejak tadi ia tidak memandang wajah Eric yang tengah duduk di sampingnya.


"Apa yang ingin kau katakan? apa Lizard menyakitimu Lily? apa dia memukul mu?"


"Tidak sama sekali, ia hanya marah saja" jawab Lily tanpa memandang Eric.


"Bagus, jika dia macam-macam maka pergilah darinya Lily aku akan ..." Eric tidak melanjutkan ucapannya.


"Eric aku mohon jangan lanjutkan perasaanmu padaku, aku ini istri kakak mu"


"Aku tahu, mungkin perasaanku akan berakhir jika aku telah melihat mu bahagia disamping kakak ku!"


"Eric tolong jangan begini" kata Lily, kali ini ia memandang Eric yang sedang menatapnya.


"Kau yang jangan begini Lily! apa kau tidak sadar juga jika Lizard itu menyakitimu berulang kali?!"


Kali ini Lily tidak mau menangis, sudah cukup ia menangis dan mengasihani dirinya. Lily mau jadi wanita kuat dan tegar.


"Aku memberi Lizard satu kesempatan untuk menyelesaikan semua, jadi Eric kau jangan memperkeruh keadaan"


"Aku tidak percaya ini, kau masih memberinya kesempatan?" Eric menggeleng lalu berjalan pergi meninggalkan Lily.


Di kejauhan tuan Run melihat Lily dan Eric sedang berbicara berdua. pria paruh baya itu menghela napas berat. situasi benar-benar rumit. sejak kecil tuan Rud tahu apa yang menjadi kesukaan Lizard pasti Eric juga menyukainya.

__ADS_1


🌵🌵🌵


Tuan Rud mengundang Lizard dan Lily untuk makan malam di rumah bersama Eric dan juga Meri.


Lizard datang dengan Lily memenuhi undangan papa Rud meski keduanya tidak saling berbicara.


"Lizard, Lily kemarilah ayo duduk" kata tuan Rud.


"Hai Lily kau cantik sekali!" kata Meri menuju kakak iparnya yang malam itu terlihat cantik dan elegan dengan terusan berwarna hitam.


"Terimakasih Meri..." Lily sengaja berputar untuk duduk di samping Meri.


Lizard hanya diam memandang tingkah istrinya. di depan papa ia tidak mungkin bertengkar dengan Lily hanya karena posisi tempat duduk.


Suasana sedikit tegang, Meri dan papa Rud mencoba mencairkan suana. sementara Eric tidak peduli ia terus makan dan tidak menghiraukan kakak atau ayahnya.


Sejak tadi Lizard dan Lily tetap tidak mau saling pandang.


Tuan Rud menghela napas sembari meletakkan sendok dan garpu di atas piringnya. napsu makan sudah hilang melihat anak lelaki dan menantunya sedang bermasalah.


"Kalian sama-sama keras kepala, kau Lizard turunkan ego dan gengsi mu yang tinggi itu!"


"Apa maksud papa aku egois dan gengsian?"


"Memang begitu adanya, cobalah lebih mengalah pada Lily"

__ADS_1


"Pa aku sudah mengalah pada Lily tapi Lily terus saja marah padaku tanpa menunggu pembuktian yang sebenarnya"


"Pembuktian?! bukti apa lagi Lizard? bukankah kaku juga lihat jika anak itu mirip sekali dengan mu?"


"Itu bisa saja terjadi Lily tapi siapa tahu dia bukan anakku, siapa tahu kami hanya mirip saja?!"


"Sudah cukup!!" papa Rud mulai marah karena kehabisan kesabaran.


"Papa memanggil kalian untuk menyelesaikan masalah kalian secara baik-baik! bukan meminta kalian bersikap seperti anak kecil di depan papa!". Lizard dan Lily terdiam merasa bersalah.


Eric berdiri dari duduknya dan hampir berjalan pergi.


"Tunggu Eric! tidak ada yang boleh meninggalkan meja makan sebelum papa selesai bicara!"


Dengan jengah Eric kembali duduk, ia melirik Lily. Tapi sikap Eric ternyata di lihat oleh Lizard.


Lizard mengepalkan tangannya, rasanya ia ingin sekali memukul Eric.


"Kenapa? kau marah dan ingin melampiaskan padaku? lakukan saja kau memang pengecut bukan?!" sindir Eric yang semakin membuat suasana menjadi panas.


Lizard yang terprovokasi berdiri dari duduknya mencengkram kerah kemeja Eric.


Papa Rud kehabisan akal, ia terdiam lalu berdiri dari duduknya dan berjalan pergi.


Lizard dan Eric. kembali duduk, mereka menyadari jika papa telah kecewa pada kedua anak lelakinya.

__ADS_1


__ADS_2