
"Hai anak Daddy yang manis" Lizard membawa baby Bella ke dalam dekapannya.
"Anak Daddy cantik sekali" Pipi gempil Bella membuat Lizard gemas hingga ia terus menciumi anaknya itu.
Selesai dengan putri kecilnya Lizard gantian menggendong Zack.
"Hai jagoan Daddy, tampan dan gemuk sekali badannya ya" Lizard menciumi Zack lalu memberikannya pada suster Ana.
Lily mengamati tingkah Lizard dari kejauhan sambil tersenyum. Setiap pagi rutinitasnya sebelum berangkat bekerja adalah menyapa si kembar terlebih dahulu.
Air mata Lily menetes tanpa terasa. Ia terharu melihat perlakuan Lizard pada kedua anaknya.
Seandainya Lizard juga berlaku sama kepadaku seperti ia bersikap hangat pada anak-anak kami.
"Tim bacakan Schedule ku hari ini" kata Lizard sambil berjalan tergesa menuju ruang kerjanya.
"Anda ada kampanye pagi ini tuan dan meeting di luar untuk nanti sore"
"Apa Lily harus ikut?"
"Saya rasa begitu"
__ADS_1
Lizard meraih sebuah kotak besar berhias pita dari atas meja kerjanya dan membawanya ke kamar Lily, ia meletakan kotak itu di atas tempat tidur Lily.
"Kotak apa ini?" tanya Lily datar.
"Aku mau kau ikut datang ke kampanye ku hari ini, jadi cepat ganti baju mu dengan dress di dalam kotak itu"
Lizard keluar dari kamar Lily menuju ruang kerjanya. sementara Lily membuka kotak itu dan isinya dress yang sungguh cantik.
Kasual tapi anggun dan modis itulah gambaran dari baju yang sedang Lily kenakan. ia memadukannya dengan riasan wajah natural dan rambut panjangnya di kepang serampangan.
Sangat cantik dan manis itulah penampilan dokter Lily. ia bergegas mengenakan high heels nya dan menyusul Lizard ke depan.
Lizard sudah menunggu di mobil bersama Tim. ia terpana melihat Lily pagi itu. tapi Lizard segera mengendalikan dirinya untuk tetap terlihat biasa saja.
"Silahkan dokter"
"Terimakasih Tim"
"Tim apa kau sudah memberi daftar harian pada pengasuh Bella dan Zack?" tanya Lizard memastikan kedua anaknya aman sebelum mereka pergi.
"Sudah tuan, saya juga sudah memasang Cctv di seluruh ruangan dan memakaikan gelang GPS pada kedua pengasuh si kembar"
__ADS_1
Gelang GPS?! apa itu tidak berlebihan? batin Lily menoleh memandang Lizard dengan wajah heran.
"Kenapa kau melihat ku begitu? aku hanya ingin keamanan anak-anak selalu terjaga. kedua orang itu baru saja kita kenal bisa saja mereka tergoda menculik Zack atau Bella"
Lily terdiam ia sudah tidak lagi mendebat Lizard. untuk kali ini pria itu ada benarnya. Lizard memang seenaknya sendiri dan kejam tapi dengan anak-anaknya ia bisa menjadi ayah terbaik.
"Tugasmu adalah ngambil simpati rakyat saat nanti kampanyeku di mulai" kata Lizard tanpa memandang Lily yang duduk di sampingnya.
Tim melirik dari kaca spion mengamati kedua bosnya yang saling acuh dan masih dingin satu sama lain.
Lily tidak menjawab perkataan Lizard ia memalingkan wajahnya memandang jalanan kota yang ramai.
🌵🌵🌵
Aula besar yang terletak di pusat kota terlihat riuh dan Ramai pagi itu. beberapa orang bodyguard sibuk mengamankan Lizard dan Lily yang baru saja keluar dari mobil dan langsung di sambut riuh tepuk tangan para masa yang datang.
Masa yang berkumpul itu adalah pendukung Lizard. Lily melambaikan tangan dengan manis ke arah kerumunan masa.
Ia berdiri mendampingi Lizard yang sedang memberi sambutan.
Lily cukup nervous dengan suasana pagi itu. ia tidak pernah membayangkan ada di antara ribuan orang yang beramai-ramai meneriakan nama Lizard Van Camont.
__ADS_1
Setelah pidato selesai Lizard turun podium dan memberi salam kepada para pendukungnya. Ia bergegas berjalan kembali menuju mobilnya. Lily yang berjalan di samping Lizard tidak sengaja hampir terjatuh karena high heels nya menginjak sepanduk.
Dengan sigap Lizard menangkap lengan Lily dan menuntunnya berjalan menuju mobil.