Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 124


__ADS_3

Eric masih berada di ruang praktik Lily sembari menghabiskan kopinya ia bercerita tentang tragedi penculikan yang ia alami.


Tapi ada hal lain yang lebih menarik bagi Lily. ia sangat ingin tahu gadis yang tadi berada di ruang praktik Eric. tidak mungkin gadis itu sekedar pasien dari dokter Eric.


"Eric boleh aku bertanya sesuatu?"


"Hmm katakan" Eric kembali menyesap kopinya.


"Gadis tadi siapa?"


Eric hampir tersedak kalau ia tidak segera mengendalikan dirinya. ia meletakkan cup kopinya di atas meja.


"Kenapa memangnya? apa kau cemburu?"


"Diam bodoh! Lizard bisa menembak mu kalau kau bicara seperti ini di hadapannya!" kata Lily menahan tawa. ia sudah mulai terbiasa bercanda dengan Eric.


"Gadis itu namanya Grace"


"Hanya itu? kau tidak mau mengatakan yang lain soal gadis bernama Grace itu?"


"Kalau aku bilang dia orang yang pernah berarti dalam....." Eric menghentikan bicaranya.


"Dalam hatimu?" tebak Lily.


Eric hanya tersenyum menatap wajah Lily lekat.


"Apa dia mantan pacar mu?"

__ADS_1


"Aku tidak mau menjawab"


"Ayolah Eric...aku mohon" Lily menangkupkan kedua telapak tangannya sembari memohon dengan gaya manja pada adik iparnya.


Aku harus bilang apa Lily jika kenyataannya gadis itu mantan pacar Lizard yang dulu sangat Lizard sukai dan cintai sebelum ia mengenal berbagai gadis metropolitan yang pernah menjadi kekasihnya....


🌵🌵🌵


"Aku tadi bicara dengan Eric" Lily sudah tiba di rumah. ia membantu Lizard untuk melepas kemeja putihnya.


Lizard baru saja pulang bekerja. ia terlihat letih karena mungkin pekerjaannya menumpuk di kantor.


"Aku tidak senang mendengarnya" kata Lizard cuek sembari melepas sepatunya.


Lily meletakkan sepatu Lizard di tempat sepatu khusus yang ada di ruang sebelah.


"Oh ya? aku kira dia tidak suka gadis" jawab Lizard asal.


"Jangan gila Lizard! tentu saja dia suka mungkin belum menemukan yang pas saja"


"Hmmm"


"Gadis itu bernama Grace..."


Lizard menghentikan sejenak gerakannya membuka ikat pinggang. ia tidak menanggapi ucapan Lily dan langsung berjalan menuju kamar mandi.


Ah Lizard benar-benar tidak perduli sepertinya ..

__ADS_1


Lily duduk di depan meja riasnya dan menghapus riasan di wajah manisnya.


Tapi gadis bernama Grace itu cukup cantik dan menarik...sebenarnya wajahnya terlihat biasa dan penampilannya juga sederhana tapi ia terlihat menarik...


Lily selesai membersihkan riasannya ia bergegas menuju kamar mandi setelah Lizard selesai mandi.


Lizard memeriksa ponselnya. ada pesan dari Eric.


[Grace mendatangiku untuk menanyakan mu]


[Biarkan saja tidak perlu mengurusinya!]


[Hahaha! kau tetap pecundang dan egois Lizard!]


Lizard meletakkan ponselnya di dalam nakas disamping tempat tidur. Ia merebahkan diri di atas kasur mencoba menghalau bayangan seorang gadis yang memasang tampang kasihan dan penuh iba.


Untuk apa dia kembali?! sekarang aku sudah bahagia dengan istri dan anakku. tidak ada lagi secuil pun tempat untuk mu Grace...


Lizard ketiduran saat Lily keluar dari kamar mandi. ia sudah lelap tidak seperti biasanya menunggu istrinya untuk mengobrol dulu sebelum tidur.


"Kau tidur?"


Tidak biasanya Lizard tidur lebih awal. apa dia lelah sekali hari ini?


Lily mengeringkan rambut panjangnya dengan handuk dan bergegas berganti piama panjang. ia lalu berbaring di samping Lizard sembari memeluk tubuh suaminya itu.


"Hmmm aku suka kulitmu yang beraroma sabun" gumam Lily sembari mengecup Pipi Lizard yang nampak sudah terbawa ke alam mimpi.

__ADS_1


__ADS_2