
Lizard bertemu dengan Eric di VC hospital. ia menyerahkan surat cuti dokter Lily.
"Kenapa dokter Lily cuti mendadak? seharusnya ia meminta persetujuan ku terlebih dahulu" kata Eric tidak terima.
"Aku yang membuat surat cuti itu dan tidak perlu banyak bicara kau harus menerimanya!"
Lizard meninggalkan ruang praktik dokter Eric Dan bergegas pergi. Ia berpapasan dengan papanya yaitu tuan Rud.
"Lizard tunggu!"
"Ada apa pa?"
"Dimana Lily kenapa sejak kemarin di telepon tidak bisa?"
"Lily di rumah pa sedang menenangkan diri"
"Baiklah, tapi apa Lily baik-baik saja?"
"Tentu saja pa, Lily baik-baik saja selama masih disisiku"
"Baiklah jaga istrimu dengan baik, perlakukan ia sebaik mungkin Lizard"
"Iya pa"
Setelah dari VC hospital Lizard pergi ke proyek tambangnya untuk memberikan kompensasi pada warga pemukiman.
"Tim selesai dari proyek aku ingin langsung pulang"
__ADS_1
"Baik tuan"
Selama di pemukiman dan meninjau proyek tambangnya Lizard tidak bisa fokus. ia kepikiran Lily di rumah.
Bagaiman jika dia bunuh diri? ...apa aku sudah keterlaluan padanya?
Tiba-tiba saja Lizard terpikirkan jika Lily nekat bunuh diri.
"Tim lebih cepat sedikit aku tidak ada waktu berlama-lama lagi" kata Lizard pada Tim yang sedang bernegosiasi dengan warga.
"Baiklah tuan, apa anda ingin saya menanyakan kabar dokter Lily pada pengawal di rumah?"
"Tidak perlu aku akan melihatnya sendiri nanti" kata Lizard sambil membuang rokoknya dan menginjaknya dengan sepatu.
Perjalanan dari proyek tambang ke rumah serasa begitu lama sekali. Sepanjang jalan Lizard terus memikirkan Lily.
Begitu tiba di rumah Lizard bergegas menuju ruang bawah tanah. Ia melihat piring sarapan untuk Lily masih utuh tidak tersentuh dan di letakkan di depan kamar.
Kedua pengawal itu pergi dan membiarkan bosnya leluasa bersama istri tawanannya.
Diam-diam Lizard lega melihat Lily masih hidup dan tidak mencoba bunuh diri. Lily sedang duduk di atas ranjang tanpa mempedulikan kedatangan Lizard.
"Hai sayang.." Lizard mendekati Lily dan dengan paksa mengecup bibir Lily.
"Aku senang bisa melihat mu lagi, kau tahu sepanjang hari ini aku tidak bisa melupakan mu sedikit pun. kau membuat pekerjaan ku jadi runyam"
Lizard melepas jasnya dan menggulung lengan kemeja hitamnya hingga sesiku. Ia membenarkan letak jam tangannya.
__ADS_1
"Kau tidak mau makan?" tanya Lizard sambil mengusap wajah Lily dan Lily menghalau tangan Lizard yang mencoba menyentuhnya.
Lizard tersinggung dengan tindakan Lily. ia merasa muak dan akhirnya meledakkan amarahnya.
"Ouch sakit Lizard!" Lizard menarik rambut Lily dengan kasar dan memegang dagu Lily dengan sebelah tangannya.
"Aku harus bagaimana? katakan Lily sayang!.."
"Lepaskan aku ..." tangis Lily kembali pecah.
Kali ini Lizard benar-benar jengah. Ia tidak juga melihat Lily menyadari kesalahannya.
"Katakan kau tidak mencintaiku, tatap mataku!"
"Aku tidak mencintai mu!" Lily memandang tajam ke bola mata biru Lizard.
Senyum pedih terlihat di bibir Lizard. Hari ini ada yang berbeda, Lizard memotong jambangnya hingga terlihat lebih bersih dan rapi. kulit wajahnya yang putih nampak sedikit kehijauan di bagian dagu karena bekas bercukur.
"Baiklah aku akan memberi mu pelajaran sampai kau benar-benar mengatakan kau mencintai ku"
Lizard melepas kancing kemejanya dan menarik Lily kedalam pelukannya. Ia ******* bibir Lily tanpa ampun. Meronta pun percuma Lily tidak punya tenaga karena seharian ia tidak mau makan.
"Lizard...!"
Lizard menahan kedua pergelangan tangan Lily dengan cengkramannya.
"Lily kau keras kepala sekali!" Lizard menindih tubuh Lily dan berbuat semaunya pada Lily.
__ADS_1
Kini yang terdengar hanya tangis Lily yang kembali pecah. sementara Lizard ia semakin gila dengan perlakuan nya pada Lily seolah ia ingin menelan Lily bulat-bulat.
Sampai kapan pun Lizard tidak akan bisa menghargai ku dan memperlakukan ku dengan lembut. -Lily-