Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 39


__ADS_3

Lily mengurung di di kamar ia tidak makan dan tidak juga bicara dengan Lizard atau Timoti.


"Kau bisa membujuknya keluar dari kamar?" tanya Lizard pada Tim


Anda suaminya kenapa saya yang membujuknya?!


"Maaf tuan sepertinya dokter Lily butuh waktu untuk sendiri"


"Kau benar...tapi..."


Lizard menyesal kenapa ia menyakiti Lily, seharusnya ia menunggu momen dengan sabar untuk melakukan malam pertamanya dengan Lily.


Lily pasti syok dengan kejadian semalam di tambah sekarang ia harus menghadapi permasalahan hukum.


Lizard pergi ke ruang bawah tanah ia merokok semalaman di sana.


Rasanya aku tidak sanggup menghadapi Lily besok pagi..


Lizard meraih ponselnya dan menelpon asistennya.


"Tim cari tahu siapa saja yang terlibat di kasus Lily, aku ingin tahu apa Eric terlibat di dalamnya"


"Baik tuan besok akan segera saya selidiki"


Lizard tertidur di sofa karena kelelahan memikirkan Maslah pekerjaan dan juga asmaranya dengan Lily.


Keesokan paginya Lizard terbangun dan berjalan menuju ruang utama rumahnya. dilihatnya Lily duduk di meja makan dengan wajah datar.


"Kau sudah bangun? apa kau akan pergi ke rumah sakit?"


Lily terdiam tidak menjawab. Ia malah menangis sembari mengunyah makanan nya. Lizard yang melihat nya merasa hancur.

__ADS_1


"Sudah cukup! kau jangan menyiksaku dengan sikap mu ini Lily!"


"Kau yang menyiksaku!"


"Aku?! memangnya apa yang aku lakukan pada mu?" suara Lizard merendah merasa bersalah.


"Kau dengarkan aku baik-baik, adik ku Eric terlibat di kasus yang memfitnah mu. apa kau ingin aku menghabisi Eric?" kata Lizard santai sambil mengunyah salad dengan nikmat.


Lily bergidik melihat Lizard yang bak psikopat.


"Jaga bicara mu Lizard jangan sembarangan! aku tidak percaya Eric melakukan ini pada ku. jika dia melakukan kejahatan ini pada ku itu pasti karena dia membenci dirimu!"


Lizard mengepalkan tangannya dan memukul meja makan dengan kencang. Lily di buat kaget dan terkejut ia meletakkan sendok yang di pegangnya. Lily memandang wajah Lizard yang menegang karena marah.


"Lalu aku harus bagaimana? bisakah kau bersikap sedikit wajar? kau membuat ku jengah Lily!"


"Baik aku akan bersikap wajar seperti biasanya pada mu tapi kau jangan ikut campur tentang masalah hukum yang membelit ku sekarang"


"Kak Lizard!" Meri terlihat senang melihat kakak sulungnya datang.


"Hai Meri sayang, bagaimana kabar mu?" Lizard berjongkok di sebelah kursi roda Meri.


"Baik kak, kakak kesini sendiri? dimana Lily?"


"Aku sendiri Meri, aku mencari Eric"


"Kak Eric tidak di rumah, apa dia membuat ulah lagi?"


"Tidak, aku hanya ada sedikit perlu saja. Oh ya kakak pergi dulu ya karena masih ada urusan penting"


"Baiklah jika kak Eric pulang aku akan sampaikan padanya kak Lizard kemari"

__ADS_1


"Baiklah, jaga dirimu dan salam untuk papa"


"Iya kak salam untuk Lily juga"


"Hmmm" Lizard memeluk Meri dan bergegas pergi karena yang ia cari tidak di tempat. Lizard meraih ponselnya dan menelpon Timoti.


"Tim cari keberadaan Eric sampai ketemu dan bawa dia padaku dalam kondisi sadar"


"Baik tuan"


🌵🌵🌵


Eric berada di sebuah apartemen milik kekasihnya Megan.


"Tapi bagaimana jika kakak mu membuat perhitungan padamu Eric?"


"Aku sudah tahu dia pasti sedang pusing mencari keberadaan ku, kau tenang saja Lizard tidak akan menemukan ku disini"


"Kenapa kau sejahat itu pada kakak ipar mu? dia bisa terkena kasus hukum yang berat karena fitnah itu" kata Megan prihatin melihat wajah Lily di pemberitaan.


"Sudahlah ini pembalasan untuk Lizard. dia selalu menang dan mengintimidasi ku sejak dulu. aku akan membalas nya dengan cara yang tidak ia pikirkan sebelumnya" kata Eric dengan senyum puas.


"Baiklah terserah pada mu aku harus pergi bekerja, Eric aku tidak yakin kak Lizard tidak akan menemukan mu disini"


"Tenanglah sayang aku jamin dia tidak tahu persembunyian ku di apartemen mu. selama ini papa dan Lizard tidak tahu jika aku memiliki seorang kekasih"


"Baiklah terserah padamu saja"


Megan berjalan menuju pintu keluar apartemennya. dan saat membuka pintu ia di kejutkan dengan seorang pria muda yang berdiri didepan pintu mengenakan stelan jas hitam dan sarung tangan hitam.


"Eric ...." gumam Megan sembari sedikit memundurkan langkahnya.

__ADS_1


Eric yang menoleh ke arah pintu pun terkejut karena ia melihat Timoti berdiri di ambang pintu dengan wajah datarnya.


__ADS_2