
Lizard dan Rachel tidak sengaja bertemu di salah satu restoran di New Zeland. Karena sudah terlanjur bertemu jadi Lizard tidak enak jika mengabaikan tanpa mengajak Rachel makan siang bersama.
"Kemarilah dan kita makan siang bersama" kata Lizard.
"Aku tidak tahu kau ada disini juga?"
"Aku mengurus beberapa pekerjaan"
"Apa kau mengajak istrimu?"
"Tidak, Lily di rumah dia sedang hamil besar"
"Hamil? jadi kalian akan punya bayi?" Rachel terlihat kecewa.
"Iya aku senang sekali Rachel, bayangkan kami akan memiliki sepasang bayi kembar"
"Benarkah?"
"Iya dokter bilang calon anak kami kembar"
"Wow aku ikut senang dengan kabar ini"
"Bagaimana dengan mu? kau kemari bersama kekasih mu? atau malah kalian sudah menikah?"
"Aku sendiri disini, kekasih ku sedang sibuk jadi aku berlibur sendirian saja"
"Ayo kita berbelanja oleh-oleh kau ada waktu?" tanya Rachel penuh harap. sebenarnya ia ingin menikmati waktu berdua lebih lama dengan Lizard.
"Baiklah, aku akan membeli sesuatu untuk Lily dan calon bayi kami nanti"
Lizard dan Rachel pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli oleh-oleh. Lizard memilihkan sepasang mantel bulu dan sepatu but untuk Lily. sementara Rachel memilihkan baju bayi dan beberapa mainan.
"Lizard aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi dengan mu" mata Rachel berkaca-kaca.
"Ayolah Rachel kita sudah membahas ini dan hubungan kita memang sudah berakhir"
__ADS_1
"Apakah kau begitu mencintai Lily?"
"Entahlah tapi aku takut kehilangan dirinya apa lagi sekarang ia sedang mengandung anak kami"
"Baiklah, bolehkan aku memelukmu untuk terakhir kalinya?" tanya Rachel.
"Tentu saja"
Lizard berpelukan dengan Rachel di waktu yang salah karena seseorang mengabadikan mereka dari kejauhan.
🌵🌵🌵
"Ada apa dokter Lily kenapa anda gelisah?"
"Entahlah Viola aku merasa tidak enak saja"
"Apa kita perlu ke rumah sakit?"
"Tidak perlu Vio, aku hanya perlu bersantai saja"
"Kau benar tidak ada salahnya aku menelponnya tapi ...." Lily merasa gengsi kalau harus menelpon Lizard. tapi ia merindukan Lizard. kehamilannya membuatnya sangat menyukai Lizard secara tiba-tiba.
"Nanti saja aku akan menelpon nya"
Tanpa di sangka Lizard kembali lebih awal dari perjalanan bisnisnya. ia tidak bisa lama-lama meninggalkan Lily yang sedang hamil. meskipun ada Timoti dan Viola yang menjaganya tapi Lizard tetap cemas.
"Dokter Lily tuan Lizard akan kembali dari perjalanan bisnisnya nanti malam, saya akan menjemputnya di bandara" kata Tim yang baru saja menerima telepon dari Lizard.
"Benarkah?" mata Lily terlihat berbinar.
Malam itu Tim menjemput Lizard ke bandara. Ia membawakan koper dan barang bawaan Lizard lainnya.
"Bagaimana keadaan Lily?" tanya Lizard begitu duduk di dalam mobil.
"Dokter Lily baik-baik saja tuan"
__ADS_1
"Apa dia memeriksakan diri ke dokter?"
"Benar tuan saya dan Viola yang mengantarkannya"
"Apa kata dokter?"
"Dokter Lily tidak boleh terlalu stress dan banyak pikiran"
"Stress dan banyak pikiran? memangnya memikirkan apa dia?!"
"Mungkin rindu dengan anda"
"Ya aku harap kau benar"
"Bagaimana perjalananan bisnis anda tuan?"
"Semua berjalan lancar, kau tahu aku bertemu siapa disana?"
"Siapa tuan?"
"Rachel"
Timoti terdiam, ia kurang suka jika Lizard kembali menjalin hubungan dengan Rachel sementara Lily sedang hamil.
"Ia membantuku membeli beberapa perlengkapan bayi"
"Oh apakah nona Rachel bersama kekasihnya?"
"Tidak Tim, ia sendiri aku juga heran kemana kekasih yang selalu di banggakannya di hadapanku itu"
"Saya harap tidak terjadi sesuatu antara anda dan nona Rachel"
"Apa maksudmu?! jelas tidak terjadi apapun kami hanya bertemu sebentar lalu berbelanja dan berpisah karena aku segera pulang"
Saya harap anda bisa di percaya tuan...
__ADS_1