
Tim pulang ke apartemennya larut malam sama seperti bos Lizard.
Ia duduk di sofa merentangkan kaki panjangnya, melepas dasinya dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang sudah terlihat rapi dan bersih. bahkan lebih bersih dari biasanya.
Secarik kertas tertinggal di atas meja.
Ruangan sudah aku bersihkan semua termasuk kamar pribadi mu tuan, makan malam juga sudah aku masak dan tersaji di meja. selamat makan dan beristirahat.
Tim tersenyum membaca secarik kertas itu. ia berjalan menuju meja makan. rupanya Wuri berbelanja bahan makanan dan memasak untuk Tim.
Selesai makan Tim bergegas menuju kamarnya untuk mandi dan beristirahat.
Besok pagi schedule nya juga akan padat mengikuti bos Lizard.
Sebelum tidur Tim memeriksa ponselnya. besok ia harus ke lapas pura-pura mengunjungi temannya disana untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang Laura datangi selama ini di lapas itu.
🌵🌵🌵
Di ruang kunjungan Lapas
Jam 12.30 Laura menginjakan kakinya di ruang tunggu lapas menemui seorang narapidana disana.
Pria itu keluar dengan mengenakan baju tahanan. ia menyapa Laura dengan senyumnya.
"Aku membawakan makanan untuk mu" kata Laura sambil menyerahkan kantung berisi bungkusan beberapa jenis makanan.
"Bagaimana rencana kita? kenapa lama sekali?" tanya pria itu tidak puas.
"Kau tahu Lizard Van Camont bukan?! dia susah sekali di perdaya. selain cerdas ia juga licik dan licin seperti ular!" kata Laura gusar.
Pria yang duduk di hadapan Laura tersenyum kecil.
__ADS_1
"Jika rajanya tidak bisa kita perdaya setidaknya kita bisa memperdaya ratunya!"
"Maksud mu?" Laura membenahi duduknya seakan tertarik dengan ide baru pria di hadapannya.
"Dokter Lily Van Camont, istri Lizard. aku sangat mengenal pribadinya. ia wanita yang tangguh tapi juga mudah labil. racuni pikirannya tentang hubungan mu dengan Lizard. jika perlu kau harus hiperbola atau mengada-ada hingga Lily percaya pada mu"
Laura tersenyum gembira. ide bagus untuk menyerang Lizard melalui Lily. sebagai sesama wanita Laura tahu pasti Lily akan cemburu jika ia menceritakan hubungannya dulu dengan Lizard.
"Baiklah Laura aku harap kau berhasil kali ini. jangan mengecewakan kekasih mu ini sayang...."
Laura berdiri dari duduknya dan mengenakan kacamata hitamnya.
"Bye Nicolas sayang ku...." kata Laura sembari memegang bahu Nicolas.
Setelah Laura meninggalkan lapas, Tim memasuki ruang tunggu lapas untuk bertemu temannya.
"Apakah setengah jam yang lalu Nicolas keluar dari sel?" tanya Tim pada pria kurus di hadapannya.
Berarti dugaan ku benar, Laura datang mengunjungi Nicolas selama ini. tapi ada hubungan apa diantara kedua orang itu?
"Lalu kapan aku akan bebas?" tanya pria itu.
"Secepatnya kau akan keluar dari tempat ini"
Pria kurus itu terkekeh senang sembari berjabat tangan dengaan Tim.
Tim memacu mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju gedung VC group. ia harus segera melaporkan semua informasi yang ia dapat pada bos Lizard.
tuk...tuk...
"Masuk"
__ADS_1
Tim memasuki ruang kerja Lizard disana sudah ada Laura yang akan meeting siang itu.
"Hai Tim" sapa Laura.
"Selamat siang Nona Laura..." balas Tim.
"Tim tolong kau periksa email yang masuk hari ini"
"Baik tuan"
Tim ibarat bayangan untuk Lizard tidak perlu berpanjang-panjang untuk mengkomunikasikan atau mengkode sesuatu dengan sulit. cukup dengan gerakan bola mata sudah membuat Tim paham maksud bosnya.
Lizard pura-pura memintanya melihat email tapi sesungguhnya Lizard meminta Tim mengetik informasi apa yang ia dapat tentang wanita ular itu.
"Saya sudah selesai memeriksa email tuan, saya permisi"
Lizard mengangguk sambil tetap meeting dengan Laura.
"Kalau begitu aku butuh data dari perusahaan mu, kirimkan saja padaku melalui email" kata Laura di akhir meeting siang itu.
"Baiklah tunggu sebentar" Lizard tersenyum berdiri dari duduknya dan merapikan jasnya. ia berjalan menuju meja kerja lalu memeriksa apa yang Tim ketik tadi.
Wanita itu memiliki hubungan dengan Nicolas, tebakan kita benar tuan selama ini ia mengunjungi Nicolas di dalam lapas. sepertinya Nicolas masih dendam dan akan menghancurkan anda melalui cara apapun termasuk dokter Lily.
Tidak ada yang berubah dari ekspresi Lizard ketika membaca tulisan di layar laptopnya. wajahnya tetap tenang seperti sediakala sehingga Laura tidak curiga apapun.
"Oh datanya di laptop Timoti, nanti biar dia yang kirim pada mu" kata Lizard.
"Baiklah kalau begitu aku permisi, oh ya apa nanti malam kau ada waktu bersenang-senang?" Laura menempelkan tubuh seksinya ke tubuh Lizard.
"Aku begitu ingin bersenang-senang dengan mu sayang tapi aku sibuk nanti malam, bagaimana jika lain kali?" kata Lizard balik menggoda Laura.
__ADS_1
"Oke aku menunggu mu" bisik Laura di telinga Lizard.