
(Sedikit mencekam di paragraf akhir ya....)
"Vegas kau baik-baik saja? apa yang kau rasakan?" Vegas membuka matanya saat ini ia ada di ranjang perawatan VC hospital. Emma terlihat mencemaskan Vegas ia menggenggam tang pria itu sembari memastikan kondisi Vegas.
"Reyzard?" Vegas mencari keberadaan saudaranya itu. ia berharap tidak ada hal buruk terjadi pada Reyzard.
"Dia tidak apa-apa dokter sudah memberikan perawatan padanya sama seperti mu" kata Emma.
Kelegaan nampak terpancar dari wajah tampan Vegas. ia kembali memejamkan matanya mengingat teror kali ini sudah keterlaluan dan melebihi batas.
Siapapun orang yang melakukan kejahatan ini padaku aku tidak akan mengampuninya!
"Apa yang kau pikirkan Vegas?" tanya Emma lembut. ia melihat Vegas menerawang memandang langit-langit di ruangan itu.
"Tidak ada, hanya menebak siapa pelaku teror bom itu"
"Tuan" Kinn nampak berdiri di depan ranjang Vegas.
"Emma aku ingin bicara dengan Kinn" kata Vegas meminta Emma keluar ruangan lebih dulu. Emma mengangguk seraya berjalan pergi keluar ruangan. sebenarnya Emma penasaran apa yang di bicarakan Vegas dengan Kinn tapi ia tidak mungkin menguping, itu sangat tidak baik.
"Kinn aku rasa dokter Balkan sudah keterlaluan!" Vegas terlihat marah rahangnya mengeras sorot matanya tajam.
"Cari tahu dimana tempat persembunyiannya selain di penjara pusat, aku ingin kita datangi markasnya secara terang-terangan"
"Baik tuan,"
"Siapkan semua perlengkapan kita, besok aku akan mengambil cuti kita bisa pergi untuk bersenang-senang!"
__ADS_1
Kinn tersenyum memiringkan sudut bibirnya. sudah lama ia tidak menemani Vegas menghadapi musuh besar. kali ini musuh mereka sangat kejam.
Malam itu Kinn pergi ke ruang bawah tanah di rumah Vegas. ia menyiapkan senjata Laras panjang lengkap dengan amunisinya beserta senjata lain untuk berjaga-jaga.
Malamnya ketika Emma tertidur di sofa, Vegas beranjak ke ruangan Reyzard. ia ingin menyusun strategi dengan sepupunya itu.
"Kau pasti ingin meminta pendapat dari ku?" senyum Reyzard terlihat sombong begitu melihat Vegas memasuki ruangan perawatannya.
"Benar"
"Apa aku perlu membantu mu turun kelapangan?"
"Iya"
"Hahaha! Vegas...kau sudah tidak segarang dulu lagi? kalau Vegas yang dulu pasti akan menghadapi musuh seperti dokter Balkan sendirian tidak memerlukan bantuan siapapun!"
Reyzard tersenyum mencibir Vegas, ia berbaring sembari menutupi wajahnya dengan selimut. ia mengusir Vegas dari ruangannya.
Vegas berjalan perlahan duduk di ruang tunggu VC hospital yang lengang. Ia meraih sesuatu dari saku bajunya. sebuah kotak cincin berwarna biru. ia ingin melamar Emma setelah urusannya dengan dokter Balkan selesai.
Vegas ingin memulai hidup baru bersama Emma yang ia cintai. senyum mengembang di wajah tampan Vegas. ia kembali memasukan kotak cincin itu ke dalam saku bajunya.
Kinn yang mengamati tuannya dari kejauhan terlihat diam. mungkin setelah melawan dokter Balkan ia akan pensiun menjadi asisten Vegas untuk selamanya. Kinn akan kembali ke Thailand lalu menikah.
***
Malam itu juga Vegas dan Kinn keluar dari VC hospital. ia tidak berpamitan pada Emma yang terlelap di sofa menunggui Vegas. Emma nampak kelelahan karena seharian ia bekerja di tahanan pusat.
__ADS_1
Vegas mengganti bajunya mengenakan jaket kulit berwarna hitam begitu pula dengan Kinn. tak lupa senpi terselip di pinggang kiri Vegas. pisau terikat di pergelangan tangannya tertutup oleh lengan jaket.
"Kinn jangan gegabah dan membahayakan dirimu, aku mau kita berhasil dan keluar berdua dari markas Balkan dengan selamat!" kata Vegas mewanti-wanti anak buahnya.
"Baik tuan, saya harap anda juga berhati-hati dokter Emma menunggu anda kembali" kata Kinn.
Vegas mengangguk ia siap memasuki mobilnya. sementara Kinn yang mengemudi. mobil porche hitam melaju melesat membelah jalanan Amsterdam yang lengang. waktu sudah menunjukan larut malam. dua orang pria terlihat mendatangi sebuah bangunan tua yang lebih mirip laboratorium tua.
Vegas menatap Kinn seraya mengangguk memberi kode untuk memasuki markas itu.
Di ruang utama bangunan Vegas dan Kinn disambut ruangan gelap tanpa pencahayaan. keduanya berjalan perlahan mengantisipasi jika di ruangan itu ada orang yang ternyata mengintai keduanya.
krekkk!...
Kinn menginjak sesuatu yang berbunyi renyah seperti ranting pohon tua. Vegas mendelik ke arahnya.
"Hati-hati bodoh!" bisik Vegas. Kinn menghentikan langkahnya, ia menyalakan lampu kecil yang ada di senjata rakitannya. Kinn ragu jika ia menginjak ranting. tidak mungkin ada ranting jika di sekeliling bangunan itu tidak ada pohon.
Kinn menelan ludah begitu terlihat benda apa yang ia injak tadi. yaitu tulang belulang manus*a.
Vegas mengikuti arah cahaya kecil yang sengaja Kinn arahkan ke kerangka itu.
"Tidak apa Kinn, ayo kita lanjutkan!" bisik Vegas.
Belum selesai dengan misteri di ruangan utama keduanya di sambut kolam misterius di ruangan kedua. disana Bau menyengat dan terdapat bercak dar4h serta beberapa kali. lapuk yang terkumpul di sudut ruangan.
Kinn tidak bisa menahan mual nya, ia berlari sedikit menjauh dari Vegas memuntahkan isi perutnya. sementara Vegas ia adalah seorang dokter forensik yang sudah biasa menghadapai suasana seperti yang ada di hadapannya saat ini.
__ADS_1
...Lanjut part berikutnya....🖤