Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 130


__ADS_3

Lizard membaca laporan akhir tahun perusahaan. performa sedang bagus dan saham mereka naik. pertambangan juga berjalan lancar tidak ada masalah.


Lizard memutuskan menghentikan bisnis ekspor senjata miliknya. ia malas karena terlalu beresiko. apa lagi pihak kepolisian beberapa kali memasukannya kedalam daftar hitam.


Siang itu Lizard duduk di balik meja kerjanya, sibuk dengan laptopnya. jemarinya mengetik sesuatu kata untuk membalas tumpukan email yang masuk.


"Tuan..." Tim berdiri di depan meja kerja Lizard.


"Kau sudah mendapat informasi tentang anak itu?"


"Saya belum berhasil mendapatkan informasi tuan, sangat sulit mencari data tentang anak itu. sepertinya Grace sudah mengantisipasi semua jauh-jauh hari"


"Iya aku tahu dia memang cerdas" kata Lizard tanpa berpaling dari layar laptopnya.


"Boleh saya bertanya sesuatu tuan?"


"Katakan"


"Maaf jika saya lancang, apakah saat bertemu dengan anak itu anda merasakan sesuatu? seperti ikatan batin misalnya?"


Lizard mengalihkan perhatiannya dari layar laptop berganti memandang Tim yang berdiri di depan meja kerjanya.


"Entahlah, kau jangan bertanya tentang perasaan atau kebatinan seperti itu, aku tidak peka"


Dalam hati Tim ingin menghela napas mendengar jawaban Lizard. ia menyesal telah bertanya hal sepenting itu pada Lizard yang tak ubahnya seperti robot.


"Kau tahu anak itu memiliki warna bola mata yang sama sepertiku, bola matanya sama seperti Zack dan Bella"


"Tapi itu bukan jaminan jika dia anak anda tuan" kata Tim penuh logika. sampai segala sesuatu belum bisa di buktikan secara ilmiah Tim tidak akan mengandai-andai dan tidak akan percaya.


"Ya kau benar, tapi tadi kenapa kalau bertanya soal ikatan batin padaku?!"


Tim salah tingkah dan mencoba mengalihkan pandangan bosnya.

__ADS_1


Lizard mendengus pelan lalu bersandar pada kursi kerjanya. ia menengadah memejamkan matanya. saat ini pikirannya sedang sedikit keruh dengan masalah Grace dan anaknya. belum lagi Lily begitu marah dan mendiamkannya beberapa hari ini.


***


Lily berjalan tergesa menuju VC hospital tadi saat baru turun dari mobil ia tersenggol pengendara lain hingga terjatuh dan terluka di bagian lengan.


"Lily kau kenapa?" tanya Eric yang siang itu sedang praktik.


"Oh tadi aku tidak sengaja tersenggol mobil lain saat baru turun dari mobilku"


Eric meraih perlahan tangan Lily dan melihat luka di lengan Lily.


"Aku saja yang mengobati lukamu!"


"Eric kau ada pasien bukan?"


"Tidak, aku sudah selesai dengan jam praktik ku"


"Apa benar begitu?" tanya Lily sambil menahan tawa. ia tahu jam kerja Eric masih satu jam ke depan.


"Kau bisa terluka juga?" tanya Eric sembari membalut luka di lengan Lily dengan perban..


"Aku juga manusia biasa Eric"


"Benarkah? tapi kenapa kau tidak kesakitan saat Lizard berulang kali berulah dan menyakiti mu?!"


Wajah Lily berubah sedih, matanya memerah.


"Sesungguhnya berat sekali untukku Eric, tapi aku bisa apa?"


"Kau bisa apa? tentu saja kau bisa memilih untuk berlari atau menetap dengan rasa sakit itu?"


"Entahlah" Lily berdiri dari duduknya dan berniat keluar dari ruang praktik Eric.

__ADS_1


Eric memandang lembut mata Lily dengan tatapan yang sulit di jelaskan. awalnya Lily biasa saja tapi dalam hitungan detik ia bisa langsung mengerti arti tatapan mata Eric padanya. Lily segera menghindar dan dengaan gugup membuka pintu ruangan Eric.


Eric mengejarnya sembari mencekal tangan Lily. ia menggenggam tangan Lily seolah takut jika terlepas maka Eric tidak akan memiliki kesempatan lagi.


"Lepaskan aku Eric!"


"Jika dia tidak bisa membuatmu bahagia, maka aku yang akan melakukannya!" Lily tertegun dengan perkataan Eric barusan.


Begitu juga dokter Rud yang tidak sengaja lewat dan melihat kejadian itu.


"Eric lepaskan tanganku!"


"Tidak Lily, aku tidak akan melepaskan mu lagi!" tatapan Eric masih menghujam ke mata Lily. hingga ia merasa ada sesuatu benda menempel di tangannya yang sedang menggenggam tangan Lily.


Benda dingin itu adalah ujung senpi milik Lizard yang sengaja di tempelkan ke tangan Eric. wajah Lizard terlihat sangat marah dan melihat adiknya seolah ingin menghabisinya.


"Singkirkan tanganmu atau aku akan melubanginya?!" gertak Lizard.


"Lizard tenanglah, ini hanya salah paham saja!" kata Lily panik.


"Ini bukan salah paham, sejak awal aku memang menyukainya!" Eric semakin nekat mengakui perasaanya pada Lily.


Lizard menahan amarah yang bergemuruh di dadanya. tuan Rud segera mendekati ketiganya.


"Berhenti, ini di rumah sakit!" bentak tuan Rud.


"Eric lepaskan!" kata tuan Rud sembari menatap tajam putra keduanya.


Eric melepaskan genggaman tangannya pada tangan Lily.


"Lizard sudahlah, ayo pergi" kata Lily.


"Kau memang pengecut Lizard! kau egois!" bentak Eric saat Lizard berbalik akan melangkah pergi bersama Lily.

__ADS_1


Lily tidak menduga Eric seberani itu pada kakaknya. tuan Rud tak kalah terkejut mengetahui kenyataan jika Eric ternyata menyukai Lily.


Lizard menghentikan langkahnya dan tentu saja terjadi baku hantam diantara kedua Van Camont itu.


__ADS_2