Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 75


__ADS_3

Pagi yang cerah sengaja di manfaatkan Lily untuk berolah raga sebentar. ia selalu rutin untuk mengolah bodynya sejak dulu. kebugaran penting bagi Lily yang berprofesi sebagai dokter.


Lizard membuka matanya dan menyibakkan selimut, kepalanya terasa sedikit pening tapi ia ingat dengan jelas setiap detail yang ia lakukan bersama Lily semalam.


Senyum tersungging di bibir Lizard, wajah tampannya terlihat cerah. ia bergegas ke kamar mandi memandang cermin dan merapikan serta menipiskan jambang di wajahnya. setelah itu ia bergegas berendam di bathtub.


Lily kembali ke kamarnya selesai berolah raga. Ia membuka lemari besar di kamarnya dan mengeluarkan stelan jas untuk Lizard. Lily pergi ke ruang aksesoris mengambil jam tangan dan dasi.


Lily bahkan tidak tahu berapa uang yang di habiskan Lizard untuk mengoleksi jam tangan bermerek, ikat pinggang dan dasinya.


"Lizard cepatlah Tim sudah menunggu di bawah" kata Lily sambil mengganti pakaiannya dengan kimono.


Lizard keluar kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya.


"Hei kau terlihat sangat cantik setiap pagi" rayu Lizard sembari menggenggam tangan Lily.


"Hentikan rayuan mu, aku mau mandi. bergegaslah karena ini sudah siang" kata Lily sambil berjalan menuju kamar mandi.


Selesai mandi Lily masih melihat Lizard mengikat dasinya di depan cermin. ia duduk di atas meja rias dan merapikan dasi yang di kenakan Lizard.


Lizard menundukan kepalanya mencuri ciuman dari bibir Lily.


"Kau ingat pertanyaan ku semalam?" kata Lily memandang mata Lizard. pagi itu entah kenapa bola mata Lizard yang berwarna biru membuat Lily jengah dan kesal pada pria itu.


Aku cemburu pada masa lalu Lizard....apa aku sudah gila?!


"Pertanyaan apa sayang? yang mana?"


"Sudah lupakan!" kata Lily sedikit ketus.


Lizard meraih pinggang Lily dan menurunkannya dari atas meja rias.


Ponsel Lizard berbunyi, nama Laura kembali tertera di layar ponselnya. dengan gesit Lizard segera meraih ponselnya dan mematikannya.


"Kenapa di matikan? kau pengecut?!" sindir Lily.


Lizard tersenyum menikmati rasa cemburu yang saat ini memenuhi dada Lily. ia jelas tahu Lily sejak kemarin uring-uringan karena cemburu pada Laura.


"Aku berangkat sayang" kata Lizard sembari mengecup bibir Lily.

__ADS_1


"Selamat pagi tuan" sapa suster Ana dan suster Silvi yang berada di kamar Zack dan Bella.


"Pagi .."


"Hai jagoan Daddy kau nampak sudah besar, apa kau sudah bisa di ajak bertanding bola?" Lizard mengangkat Zack kedalam gendongannya. Suster Ana dan suster Silvi terlihat menahan tawa mendengar Lizard bergurau dengan kedua bayi kembarnya.


"Hai cantik, Daddy akan menjagamu dari buaya muara yang mengancam mu nanti kau jangan cemas" Lizard mencium pipi Bella dengan gemas. Bella tertawa nampaknya ia mengerti jika sang ayah sedang mengajaknya bergurau.


"Candaan macam apa itu?" Lily muncul dan meraih salah satu anaknya dari gendongan sang ayah.


"Jangan dengarkan mommy yang sedang kesal dengan Daddy" kata Lizard sambil mencium pipi Zack.


Lily melirik tajam ke arah Lizard. dengan senyum nya Lizard menyerahkan Zack pada suster Ana.


Dasar menyebalkan sekali! batin Lily


Lily mengikuti langkah Lizard menuruni anak tangga.


"Pagi dokter Lily" sapa Tim seperti biasanya.


"Pagi Tim" kata Lily cuek.


Lizard mengedikkan bahunya saat Tim memandangnya.


"Ayo berangkat, oh ya apa schedule ku hari ini?"


"Pagi ini Anda ada meeting dengan...." Tim terlihat ragu sembari melirik Lily yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Baiklah aku mengerti, cepat kita berangkat"


"Baik tuan"


🌵🌵🌵


Di VC hospital


"Dokter Lily dokter Eric memanggil anda" kata seorang perawat.


"Baiklah aku akan ke ruangannya nanti"

__ADS_1


Ada apa lagi kenapa Eric memanggilku ke ruangannya? biasanya ke ruangan dokter Rud.


tuk tuk..


"Masuk, oh silahkan kakak ipar ku" kata dokter Eric berlebihan menyambut Lily.


"Ada apa dokter memanggil saya?"


"Duduklah aku ingin bicara sesuatu yang penting"


"Kenapa dokter Rud tidak ada, biasanya jika ada yang penting dokter Rud akan ikut bicara"


"Papa sedang sakit, kau menantu idaman seharusnya tahu jika ayah mertua mu sedang sakit di rumah!"


"Papa sakit?"


"Iya .."


"Tapi aku tidak membahas itu, aku ingin kau nasehati suami mu untuk tidak ikut campur urusan rumah sakit lagi! dia tidak punya hak karena rumah sakit ini sudah jatuh ke tangan ku!"


"Aku tidak mengerti maksud mu?"


"Lizard membekukan uang VC hospital, lalu menurutmu aku harus bagaimana kakak ipar? dia pikir kita tidak memerlukan dan operasional rumah sakit?!" Eric terlihat marah sekali.


"Kenapa kau tidak bicara pada kakak mu sendiri?"


"Jika aku bertemu dengannya pastilah berakhir baku hantam dan aku malas, sebaiknya kau saja menasehati dia karena aku yakin dia akan patuh pada mu!"


"Baiklah akan aku coba"


"Oh ya dokter Eric bisakah aku izin sekarang?"


"Apa?!" Eric memandang jengah pada kakak ipar di depannya.


"Aku ingin kerumah melihat keadaan papa dan Meri"


"Tidak bisa, nanti saja setelah jam praktek mu berakhir kau bisa ke rumah!"


Lily menggelengkan kepala dan berjalan kembali ke ruang kerjanya. baginya kakak dan adik tidak ada bedanya.

__ADS_1


__ADS_2