
"Lily...bercintalah dengan ku"
Lily terpaku menatap wajah tampan Lizard yang tampak kalut. akhir-akhir ini banyak masalah yang harus ia selesaikan. Lily iba melihat Lizard. Mungkin Tim benar jika Lizard sedang patah hati.
Lily tadi sempat bertemu Tim di luar rumah, Tim sedikit memberi bocoran jika tuannya mungkin sedang patah hati.
"Kau gila? kau sudah tidak waras?" Lily mencoba bangkit dari pangkuan Lizard. tapi percuma saja Lizard menahannya hingga Lily sulit bergerak.
"Kenapa Lily? bukankah kita sudah menikah? kau istriku dan seharusnya kau melayaniku dengan baik"
"Lizard apa kau tidak sadar dengan apa yang kau ucapkan? kita tidak saling menyukai Lizard!"
"Benarkah?! kalau begitu lihat mataku dan katakan kau tidak menyukai ku sama sekali" tantang Lizard.
Lily memalingkan pandangannya dan mengatakan apa yang Lizard minta.
"Aku tidak mencintaimu sama sekali Lizard!"
Lizard meraih dagu Lily dan ******* bibir Lily hingga napas Lily terengah.
"Gadis nakal sudah ku bilang lihat mataku dan kau berpaling. itu tandanya kau berkhianat pada hati mu sendiri Lily sayang..."
__ADS_1
Jantung Lily semakin bergetar mendengar Lizard memanggilnya dengan sebutan sayang di situasi seperti sekarang ini.
Lizard berdiri dari duduknya dan memeluk Lily dari belakang. kedua tangannya mencengkeram sesuatu yang membuat Lily berteriak.
"Lizard! lepaskan aku!"
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu Lily, demi kau aku kehilangan seseorang yang pernah aku cintai setengah mati. tapi aku ternyata lebih takut jika kehilangan gadis bodoh seperti mu" Lizard menarik rambut panjang Lily kebelakang dan ia leluasa menguasai leher Lily yang putih dan mulus.
Leher Lily penuh dengan tanda warna merah sekarang.
Tubuh Lily bergetar hebat saat Lizard menggerayangi dan menyentuh area sensitifnya.
"Lizard lepaskan aku mohon..." Lily menangis dan mengiba agar Lizard menghentikan tindakannya.
Lizard menarik baju Lily hingga robek di bagian dada. Kali ini Lizard tidak bisa lagi menahan dirinya. gejolak cinta dan hasratnya begitu tinggi pada Lily. .
"Lizard menggendong Lily menuju kamar pribadinya di ruang bawah tanah itu. Ia melempar kasar tubuh mungil itu di atas ranjang. Lizard melepas kancing bajunya dengan cepat dan membuka ikat pinggang serta resleting celananya.
Lily tidak bisa lagi mengelak. Lizard menindih tubuhnya.
Tangan Lizard terus meraba dan menyentuh area sensitif Lily.
__ADS_1
"Lizard aku mohon" kali ini Lily benar-benar mengiba dan pasrah.
Tubuh kecilnya berada di bawah tubuh kekar Lizard yang terasa hangat.
Lizard tidak peduli ia terus mencumbu Lily dengan cintanya.
Tiba saat yang di tunggu, Lizard melesakkan miliknya yang terasa sulit sekali. Lily menjerit mencakar wajah Lizard dan dada pria itu.
Lizard tidak mempedulikan bekas cakaran Lily yang terasa perih di wajahnya. sekuat tenaga ia melesakkan masuk miliknya hingga Lily meneteskan air matanya.
Lizard terhenti sejenak memandang wajah Lily dan mengecup bibir Lily.
"Tenang sayang ini hanya terasa sakit sementara" bisik Lizard di telinga Lily yang membuat kulit Lily merinding seketika.
Sebelah tangan Lizard meraba pinggang Lily dan memegangnya dengan kuat. Hentakan demi hentakan terasa menyiksa bagi Lily Karena ini baru yang pertama kali.
Lily bisa merasakan deru napas Lizard di telinganya dan getaran tubuh Lizard yang tak terkendali di atas tubuhnya.
Lizard....
Lily memejamkan matanya dan mencoba menikmati permainan Lizard.
__ADS_1
Seharusnya aku tidak pulang dan tetap ada di pemukiman bersama Viola. tapi aku terlalu mencemaskan mu sehingga aku kembali ke rumah dan sekarang ini akibat nya yang harus ku terima.....