Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 103


__ADS_3

Tim telah kembali dari pulau A ia membawa serta Wuri ke apartemennya.


"Aku akan membelikan mu apartemen di samping jadi kita bisa tinggal berdekatan" kata Tim sembari melepas jaketnya dan meletakkannya di sofa ruang tamu apartemennya.


"Kenapa kita tidak satu apartemen saja. saya bisa tidur dimana saja. saya akan membersihkan apartemen ini seperti biasa dan akan tetap bekerja di VC group jika anda mengizinkan"


"Kau ini seorang gadis dan aku pria lajang! apa kata orang kalau kita tinggal bersama?"


Wuri menggaruk rambutnya sambil tersenyum manis.


Ia tidak pernah menyangka jika bisa memiliki hubungan istimewa dengan orang seperti Tim.


"Kenapa tersenyum? apa yang kau pikirkan?"


"Tidak ada" jawab Wuri sembari menggelengkan kepalanya.


"Malam ini kau tidur disini, aku akan pergi ke tempat tuan Lizard kau jangan lupa mengunci pintu"


"Baik, apa kau akan pulang malam tuan?"


"Mungkin atau bisa jadi aku tidak pulang"


Wuri mengangguk memahami pekerjaan Tim. apa lagi kondisi Bos Lizard sedang tidak baik-baik saja pasti ia membutuhkan Tim sekarang untuk berada di dekatnya.


🌵🌵🌵

__ADS_1


"Lizard berhentilah minum kau belum sehat" kata Rachel yang mencoba menghentikan Lizard menghabiskan minumannya.


Lizard menyingkirkan Rachel yang berusaha memeluknya.


Entah mengapa sejak kepergian wanita aneh itu aku jadi merasa hampa dan seperti ada yang hilang ...


"Tuan Lizard" Tim tiba di ruang bawah tanah di bar mini tempat Lizard minum dengan Rachel.


"Eh Tim kemana saja kau?! aku mencari mu"


"Maaf tuan saya ada urusan yang harus segera di selesaikan"


"Hmmm apa wanita mu sudah kau dapatkan?!" ejek Lizard sembari mengepulkan asap rokoknya.


Tim sedikit salah tingkah dan ia tetap cool agar Lizard tidak mengejeknya lagi.


"Tapi Lizard ..." Rachel nampak tidak mau pergi dari sisi Lizard. ia mengambil kesempatan besar mumpung Lily dan Lizard sedang bermasalah.


"Mari nona ikut dengan saya"


"Tidak mau...."


"Mari nona ikut dengan saya..." Tim mengulangi perkataannya. Rachel menyambar tasnya dengan emosi. ia tahu Tim bisa menarik lengannya dan menyeretnya keluar dengan paksa jika ia tidak menurut.


"Baiklah aku pergi, kau puas?!!" kata Rachel kesal sembari berjalan pergi meninggalkan rumah Lizard.

__ADS_1


"Tuan kenapa anda minum? seharusnya anda beristirahat dan minum obat agar lekas pulih"


"Obat? untuk mu saja aku tidak mau meminumnya rasanya tidak enak"


Tim tersenyum kecil melihat tingkah bosnya yang kekanakan.


"Oh ya wanita itu sudah aku usir dari rumah ini tapi papa malah menjemputnya dan membawanya tinggal di rumah papa"


"Kenapa anda mengusir dokter Lily? ia istri anda dan ibu dari anak-anak Anda tuan"


"Kau sama gilanya dengan dia! istri, anak ...aku tidak mengerti!"


"Suatu hari jika ingatan Anda pulih anda akan menyesali ini tuan"


"Ingatan? memang ingatan ku kenapa? aku merasa semua baik-baik saja. buktinya aku masih mengingat mu, mengingat Rachel dan semua pekerjaan ku. aku rasa kalian semua gila yang mengataiku hilang ingatan"


"Cukup tuan, silahkan anda ke kamar dan beristirahat" Tim menggandeng lengan Lizard dan memapah nya menuju kamar Lizard.


"Kenapa sekarang jadi kau yang mengaturku Tim?!"


"Ini demi kebaikan anda tuan" Tim memapah Lizard menaiki anak tangga menuju lantai dua .


"Oh ya gadis seperti apa yang kau kejar sampai ke tengah pulau hah?" Lizard tertawa terbahak.


"Apa kau yang lupa ingatan sehingga jadi bodoh seperti itu? mengejar seorang gadis ke pulau? hahaha!" Lizard kembali tertawa. Tim menghela napas mencoba bersabar dengan ejekan bosnya yang membuat kesal.

__ADS_1


Sesampainya di kamar Lizard langsung berbaring. Tim menutup pintu kamar Lizard dan membiarkan bos nya itu beristirahat. Sementara Tim berjaga di lantai utama rumah Lizard.


Lizard menengadah memandang langit-langit kamarnya. ia merasa sepi dan kosong di dalam hatinya. Lizard belum menyadari apa yang membuatnya merasa hampa seperti itu.


__ADS_2