Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 88


__ADS_3

Lizard melepas dua kancing kemeja putihnya dan merebahkan diri di atas ranjang besar di kamarnya dan Lily.


Lily baru saja selesai mandi ia bergegas mengenakan piyama tipis yang sudah ia siapkan sejak tadi. piama berwarna ungu yang menggoda lengkap dengan lingerie nya.


Baju sialan itu adalah salah satu pemberian Lizard yang wajib di gunakan Lily setiap malam. mau Lizard melakukan ritualnya atau hanya memandang saja yang penting Lily harus mengenakan baju kesukaan Lizard.


"Hmmm wangi sekali" gumam Lizard saat Lily berbaring di pelukannya.


"Lizard ..."


"Hmmm"


"Aku tahu akhir-akhir ini kau banyak sekali masalah dan menyita waktu mu. tapi bolehkan aku dan anak-anak meminta sedikit waktu mu besok saat weekend?"


"Tentu saja sayang, kau dan anak-anak tetap prioritas ku yang utama. katakan kalian perlu apa?"


"Ke taman safari" kata Lily sembari tersenyum cerah. ia mendongakkan wajannya memandang wajah tampan Lizard yang tampak sedikit lelah.


"Kenapa taman safari? kenapa bukan Disneyland ?"


"Memang kau ada waktu ke Disneyland? lagi pula taman safari juga seru"


"Baiklah sayang kau atur semua aku pasti ikut kalian"

__ADS_1


"Benarkah?"


"Hmmm" Lizard memandang wajah Lily yang terlihat cerah dan segar.


Lily mengecup bibir Lizard lalu kembali ke dekapan suaminya itu.


Lizard mengecup kening Lily dan tersenyum memeluk tubuh istrinya.


"Apa malam ini kau siap?" Tangan Lizard bergerak di balik selimut tebal.


"Hentikan aku tahu kau lelah hari ini" kata Lily memegang dagu Lizard.


"Siapa bilang?" Lizard menendang selimut hingga terjatuh ke lantai. ia membuka kemejanya dan nampaklah tato besar di bagian kanan bahunya.


"Sebenarnya tato apa ini?" tanya Lily.


"Panjang sejarahnya sayang lain kali saja aku akan bercerita, sekarang aku sedang sibuk dengan istriku tersayang"


"Lizard...!" Lily setengah berteriak ketika Lizard membenamkan wajahnya ke ceruk leher Lily. Bulu halus di sekitar dagu dan rahang Lizard membuat Lily geli.


"Hentikan...Lizard...!"


🌵🌵🌵

__ADS_1


Nicolas duduk di ruang tengah apartemen Laura. ia menikmati minuman sembari menyusun rencana menculik Lily sesuai perjanjiannya dengan Eric.


"Hei .." Laura duduk di sofa dan melipat kaki jenjangnya.


"Hai sayang, bagaimanaa meeting dengan Lizard tadi?"


"Hmmm bagus berjalan lancar"


"Apa dia mulai merayu mu?" tanya Nicolas sambil meraih ponselnya dari atas meja.


"Iya dia hampir terjebak dengan kecantikan ku. Lizard mencium ku" kata Laura sengaja memancing reaksi Nicolas.


"Hmmm ...bagus selangkah lagi kita bisa menghancurkan nya. Jika Lily tahu Lizard menggodamu tentu Lily akan marah besar!"


Kalau dia mencintaiku pasti Nicolas akan cemburu mendengar Lizard menggoda ku tapi ia malah senang karena merasa berhasil menjebak Lizard ....dia memang tidak menyukai ku.....


Laura berdiri dari duduknya berjalan menuju kamar. ia merebahkan dirinya mencoba menimbang apakah ia harus membantu Lizard atau tetap bersama Nicolas menjalankan rencana-rencana Nicolas untuk menghancurkan Lizard.


Lagi pula kalau dipikir Lizard lebih terlihat sebagai pria sejati karena ia memiliki seluruh kekayaannya atas usaha dan kerja kerasnya tapi Nicolas ia hanya berangan-angan untuk merebut harta Lizard. sungguh bertolak belakang.


Jika Laura menyukai Lizard itu wajar karena selain tampan Lizard juga kaya raya. Jika Laura mengharapkan cinta Nicolas itu yang tidak wajar, memangnya Nicolas memiliki apa? pria itu saja sekarang menumpang tinggal pada Laura.


Sepertinya aku harus membenahi rencanaku sendiri tanpa sepengetahuan Nicolas......

__ADS_1


__ADS_2