
"Ada apa?" Lizard baru saja keluar dari ruang meeting dan melihat Timoti dengan wajah serius menatap layar ponsel Lizard yang sedang di bawanya.
Ponsel Lizard memang lebih banyak di pegang oleh asisten nya di saat jam kerja.
"Tuan sepertinya ada pesan dari dokter Lily"
"Pesan apa?"
Tim menyerahkan ponsel itu pada Lizard. ekspresi wajah Lizard langsung berubah.
Beberapa kali Lizard mencoba menghubungi ponsel Lily tapi tidak bisa terhubung.
"Cepat lacak keberadaannya terakhir kali"
"Baik tuan"
Lizard berlari menuju mobilnya dan secepatnya pergi untuk mencari Lily.
"Saya sudah dapat lokasi keberadaan ponsel dokter Lily tuan"
"Dimana?"
"Di perkampungan lama di belakang kota"
Lizard mempercepat laju mobilnya menuju perkampungan. Wajahnya terlihat cemas.
Apa yang terjadi padamu gadis bodoh? kenapa membuat orang cemas seperti ini!
Lizard menghentikan mobilnya, dan mengamati sekelilingnya. sepi hampir tidak ada orang. kampung itu seperti tempat mati.
"Tuan disana lokasinya" Tim menunjuk sebuah bangunan kosong. keduanya bergegas menuju bangunan kosong itu.
Di dalam ruangan yang gelap terdengar Lily berteriak mengiba. dan suara tawa pria membahana dari dalam gedung mlangkrak itu.
"Tolong jangan sentuh aku! aku mohon" Lily duduk memeluk lututnya. ia menangis sejadinya sembari memejamkan matanya.
__ADS_1
Dari belakang Lizard muncul dan menghajar ketiga pria berbadan kekar itu.
Lizard meraih senpi nya yang terselip di pinggang dan menodongkan ke kening salah satu pria itu.
"Cepat kalian pergi dari sini atau aku ledakkan kau dengan benda ini!" gertak Lizard.
Ketiga pria itu lari terbirit-birit. Lizard memberikan isyarat pada Tim untuk mengurus gerombolan itu di luar.
"Lily..." Lizard berjongkok memegang bahu Lily.
"Jangan sentuh aku!" Lily tampak ketakutan dan seperti orang trauma berat. ia seperti lupa dan tidak mengingat apapun yang ada hanya takut.
"Lily ini aku Lizard .."
Lily menoleh memandang Lizard di hadapannya lalu ia jatuh pingsan.
🌵🌵🌵
"Dulu ia hampir dilecehkan oleh seseorang sewaktu ia masih sekolah tuan. dokter Lily mengalami trauma hebat dan sempat mendapat perawatan untuk mengobati traumanya"
Entah kenapa hati Lizard bergetar melihat peristiwa yang hampir menimpa Lily.
"Siapkan seorang pengawal untuknya, dalam beberapa hari ini dia akan di antar dan di jemput saat pergi ke rumah sakit"
"Baik tuan, apa saya perlu mencari seorang pengawal wanita?"
"Tentu saja, aku akan membayar mahal asalkan dia bisa di andalkan menjaga Lily"
"Baik Tuan saya akan mengusahakan pengawal wanita untuk dokter Lily"
Lily tertidur di ranjang setelah meminum obat penenang. Lizard menunggui Lily sembari duduk di sofa kamarnya.
Tapi kenapa Lily bisa sampai di tempat itu? ada urusan apa dia disana?
Lily nampak menggerakan kepalanya, Lizard bergegas mendekat.
__ADS_1
"Lily ..."
"Jangan sentuh aku, aku mohon!" Lily kembali histeris. Lizard menyentuh bahu Lily dengan lembut.
"Ini aku Lizard ..."
Lily memandang lekat wajah Lizard di hadapannya. air matanya menetes tangannya gemetaran. Lily menyandarkan kepalanya di dada Lizard.
"Tenanglah Lily, jangan takut ada aku disini"
Lily terisak di pelukan Lizard. Lily tahu pasti Lizard membaca pesannya dan menyelamatkan dirinya.
"Terimakasih kau sudah datang menyelamatkan ku Lizard....terimakasih" kata Lily di sela isakannya.
Lizard terdiam dan mengusap kepala Lily,
"Lily bagaimana kau bisa sampai di tempat itu?"
Lily mengangkat wajahnya dan mengingat kejadian yang membawanya ke perkampungan itu.
"Anak kecil ....ya seorang anak kecil memancingku pergi ke tempat itu. dia bilang nenek nya sedang sakit dan ia mencari dokter yang bisa memeriksa neneknya"
"Lalu..."
"Setibanya di tempat itu ternyata aku di jebak. Anak itu pergi entah kemana dan tiga orang pria mengepungku Lizard ......" air mata Lily kembali menetes.
"Sssttth...tenang Lily sudah lupakan. aku ada disini. kau aman, mereka tidak sempat menyentuh mu"
Lizard membaringkan Lily dan menyelimuti tubuh Lily.
"Beristirahatlah, aku ada di sofa jika kau perlu sesuatu kau bilang lah"
"Kau akan mengambilkan untuk ku?"
"Bukan, aku akan menyuruh Timoti meladeni mu"
__ADS_1
Lily sudah menduga, ia tertawa. setidaknya hatinya lega karena Lizard berhasil menemukannya dan menolongnya.