Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 120


__ADS_3

Meri kembali menjalani terapi di rumah sakit. ia di temani seorang perawat dan dokter yang menanganinya.


Tuan Rud terlihat mengawasi dari kejauhan, ia terharu melihat Meri benar-benar berusaha untuk berjalan dengan baik.


Anak nakal itu membuat papanya terharu saja....


Tuan Rud menyeka matanya yang berkaca-kaca.


"Pa..." Lily menyapa ayah mertuanya itu.


"Lily, bagaiman keadaan Tim? papa dengar dia terluka?"


"Iya pa tapi bukan luka yang serius, aku sudah mengobati lukanya"


"Baguslah, dimana Lizard?"


"Lily juga sedang mencarinya pa, sejak tadi Lizard tidak nampak di ruang tunggu"


Eric juga tidak ada, kemana anak itu?! seharusnya Eric ada pasien siang ini"


"Apa papa sudah coba menelpon Eric?"


"Ponselnya tidak aktif"


Lily mencoba menghubungi ponsel Lizard tapi tidak di angkat.


🌵🌵🌵


Eric di pindahkan keruangan berisi banyak orang. disana ada pria dan wanita yang masih tergolong muda. tubuh mereka luka-luka dan wajahnya terlihat tertekan.


Tempat apa ini kenapa banyak sekali orang di tawan disini?...


Eric merangkak mendekati pintu, ia menguping pembicaraan para penjaga ruangan itu.


Sial! mereka terlibat perdagangan bebas!


Eric mengamati sekelilingnya yang isinya adalah orang tidak berdaya semua.


"Kalian berasal dari mana? kenapa kalian bisa di tempat ini?! kalian tahu mereka bisa menjual kalian semua!" Eric berbisik kesal pada orang di ruangan itu yang hanya memandangnya tanpa gairah hidup.

__ADS_1


Apa ini artinya mereka juga akan menjual ku?! ayolah Lizard gunakan insting mu yang luar biasa itu! bebaskan aku!


Eric mulai panik, ia harus mencari cara untuk keluar dari ruangan itu. tapi Eric tidak mau keluar sendirian ia juga ingin membebaskan tawanan yang lain.


"Bagaiman jika mereka benar-benar menculik Meri atau Lily?!"


Brengsek Lizard! kenapa kau libatkan kami?ini urusan mu dengan mereka?!


"Hei kalian kenapa hanya pasrah saja?! memangnya kalian tidak ingin melawan?!" Eric mencoba memprovokasi para tawanan di ruangan itu.


"Apa kalian memiliki senjata?" tanya Eric setengah putus asa.


"Kalian mengerti bahasa yang aku gunakan?"


"Aku mengerti!" teriak seorang gadis.


"Sttttt...pelankaan suaramu!" Eric kembali merangkak mendekati gadis yang baru saja bersuara itu.


"Apa kau punya senjata?" tanya Eric.


"Tidak"


"Baguslah kalau begitu tinggal menunggu giliran mereka akan menjual mu!"


"Apa?"


"Ambil saja senjata penjaga pintu itu"


"Kau gila? apa kau mau mati?"


"Dia hanya seorang diri apa kau tidak bisa mengalahkannya dengan tubuh tegap mu itu?!" tantang si gadis.


Eric berpikir, ada benarnya juga kata gadis itu. ia menunggu si penjaga pintu lengah lalu mengambil senjatanya.


"Kau sendiri kenapa bisa sampai di tawan disini?" kata gadis itu pada Eric.


"Kakakku yang bodoh itu adalah musuh mereka , para mafia itu sengaja menggunakan ku untuk memancing kakakku"


"Kalau begitu kakak mu juga mafia?"

__ADS_1


"Benar, tidak membanggakan sekali bukan?"


"Apa kakak mu akan membebaskan mu dari sini?"


"Entahlah aku tidak tahu"


"Kalau kau bebas, tolong bebaskan kami dari sini"


"Kalau aku bebas aku pasti menolong kalian tapi saat ini aku juga di tawan! sial...apa yang bisa aku lakukan sekarang?!"


🌵🌵🌵


Sementara Lizard sedang berada di suatu tempat. ia meminta anak buahnya untuk memindahkan semua senjata dan amunisi ke tempat persembunyian yang aman. senjata dan amunisi itulah yang sedang di incar Jerry setelah ia kalah dari Lizard sebagai penguasa bandar judi di kota itu.


Lizard berdiri sembari merokok mengawasi kontainer besar yang akan mengangkut senjatanya.


Ponselnya berbunyi ada telepon dari Lily.


"Ya Lily?"


"Sejak pagi Eric tidak terlihat, papa cemas mencarinya"


"Hmmm aku akan mencarinya"


"Lizard kau dimana?" suara Lily terdengar cemas di telepon.


Lizard hanya tersenyum kecil lalu mematikan telepon dan memasukan smartphone nya ke dalam saku jas.


Kemana si bodoh itu? sudah dewasa masih merepotkan juga!


"Permisi tuan Lizard" seorang anak buah Lizard menghadap di tengah pemindahan senjata ke kontainer.


"Ada apa?"


"Saya baru mendapat informasi jika Jerry menawan tuan Eric"


Lizard terdiam, wajahnya tetap terlihat tenang. ia membuang puntung rokoknya dan melindasnya dengan sepatu.


"Cepat selesaikan pemindahan senjata beserta amunisinya, aku akan mengawasi di sini Samapi selesai. urusan Eric nanti saja"

__ADS_1


"Baik tuan"


Lizard tahu Jerry tidak akan berbuat banyak pada Eric. sembari menunggu pengangkutan senjata, Lizard mengisi amunisi di senpi miliknya. sebenarnya di waktu seperti ini ia membutuhkan kehadiran Tim. hanya saja Lizard memberi waktu Tim untuk istirahat satu hari karena luka di tangannya.


__ADS_2