
Lizard berdiri memandang ruangan sempit dan sederhana di rumah gadis itu.
"Akan tidur dimana aku malam ini?" tanya Lizard pada asistennya.
"Di mobil tuan, disini jauh dari hotel tapi jika anda mau saya akan booking kamar VVIP di salah satu hotel"
"Berapa lama perjalanan ke hotel itu?"
"Sekitar dua jam tuan"
"Apa kau gila?! hanya untuk tidur aku harus berkendara dua jam?"
"Kenapa kau ribut sekali untuk urusan tidur, makan, mandi? kau bisa tidur disini. benarkan Viola?" kata Lily sambil bertanya pada gadis si pemilik rumah yang bernama Viola.
"Tentu saja dokter, tapi aku tidak memiliki kamar lagi untuk tuan Lizard. bukankah kalian suami istri? jadi aku rasa satu kamar yang kecil ini cukup untuk kalian berdua" kata Viola polos.
"Apa tidur berdua? dengannya?" Lizard masih saja sombong dengan Lily.
"Memangnya siapa yang mau tidur dengan mu? kau bisa tidur di lantai kalau kau mau" lantai di rumah itu adalah tanah mana mungkin Lizard tidur di lantai tanah.
"Aku bisa gila! aku akan tidur di mobil saja"
"Silahkan tuan Lizard...." jawab Tim, Lily dan Viola kompak.
Telinga Lizard memerah di buka kesal oleh ketiga orang itu.
Lizard mendekat ke arah Lily yang masih bersandar di tempat tidur. Ia menunduk mendekati telinga Lily.
"Aku akan membalas mu, kau akan membayar untuk semua ini ...." bisik Lizard dengan gemas.
Lizard berjalan menuju mobilnya, ia duduk di kursi depan mobil itu. Supercar hanya memiliki dua kursi di bagian depan. bagaimana Lizard bisa tertidur didalamnya. kakinya terlalu panjang untuk di luruskan.
"Lily kau benar-benar menyusahkan!"
tuk...tuk...
__ADS_1
kaca mobil Lizard di ketuk dari luar. wajah Lizard terlihat panik. sebelah tangannya meraba senjata yang ia selipkan di pinggangnya.
🌵🌵🌵
"Ini teh hangat untuk anda dokter, teh ini herbal buatan ku sendiri"
"Terimakasih banyak Viola, aku merepotkan mu"
"Tidak sama sekali dokter"
"Kenapa kau mau menolong kami Vio?" tanya Lily sembari memijit kakinya sendiri yang terasa pegal. Timoti sedang berjaga di luar rumah kecil itu memastikan Lizard yang berada di mobil dan Lily yang berada di dalam rumah aman dari amukan warga.
"Aku tidak gila seperti mereka yang marah dan mengamuk pada tuan Lizard"
"Maksud mu?" Lily memperbaiki duduknya dan mendengarkan Viola dengan seksama.
"Tuan besar itu memang sombong sekali, tapi dia juga berhati malaikat dokter. dia memberi kami biaya sekolah agar kami yang putus sekolah di pemukiman ini bisa meneruskan pendidikan kami"
"Benarkah?"
Lily tersenyum, sesaat ia merasa ada yang berdesir di hatinya mendengar gadis itu menyanjung Lizard yang selama ini terlihat kejam.
"Lalu apa kau sekarang masih sekolah?"
"Aku sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di kota, mendengar ada kekacauan di pemukiman ini jadi aku putuskan untuk pulang"
"Dimana orang tua mu?"
"Sudah tidak ada dokter, aku sekolah dengan bantuan dari yayasan VC Group milik tuan Lizard"
Tiba-tiba terdengar suara gaduh di luar rumah. Tidak berapa lama Tim membawa Lizard masuk kedalam rumah Viola.
"Orang-orang itu sudah gila mereka mau apa sebenarnya!" kening Lizard berkeringat ia berdiri berkacak pinggang di depan Lily dan Viola yang terkejut.
"Ada apa?" tanya Lily
__ADS_1
"Mereka mengepung mobilku"
"Kalau begitu anda disini saja tuan, saya permisi dulu dokter" Viola bergegas keluar dari bilik kecil itu menuju ruang tamu. Ia duduk bersama Timoti yang siaga berjaga.
"Apa sungguhan aku akan tidur disini?" Lizard terlihat ragu memandang lantai tanah dan bilik tempat Lily sedang tiduran sekarang.
"Terserah pada mu" jawab Lily
Lizard melepas jas dan kemeja panjang nya. Ia hanya mengenakan kaos hitam ketat sekarang.
"Minggir kau saja yang tidur di tanah!"
"Tidak mau! enak saja kau berhutang padaku karena aku melindungi mu tadi siang!" jawab Lily tidak mau kalah.
"Kalau begitu cepat geser aku tidak mau tidur di tanah!" Lizard mendorong paksa tubuh Lily hingga ke tepi ranjang. Ia ikut berbaring di samping Lily berdesakan.
"Sempit sekali Lizard badan mu terlalu besar ranjang ini bisa roboh!"
"Aku sudah tidak peduli, aku lelah sekali Lily tolonglah..."
Lily iba juga melihat Lizard, pasti berat untuknya saat ini.
"Apa hari ini kau membuat keributan dengan Eric?"
"Hmmmm.."
"Oh ya Lizard..aku tidak menyangka kau membiayai anak-anak disini untuk sekolah"
Tidak ada suara hanya hening, rupanya Lizard telah tertidur karena kelelahan. Lily terdiam memandangi wajah Lizard dari dekat.
Dia tampan sekali saat tertidur. hidungnya mancung dan ......sadar Lily apa yang kau pikirkan! Lizard itu monster kejam!
Lily ikut tertidur karena kelelahan. Malam semakin larut Timoti masih berjaga sendirian.
Sementara Lily tengah terlelap di pelukan Lizard.
__ADS_1