
Sepulang bekerja Lizard pergi ke restoran tempat Daniel bekerja. Ia menunggu Daniel selesai dengan pekerjaannya dan mengajaknya minum bersama.
"Apa ada masalah dengan mu dan Lily?" tanya Daniel yang melihat wajah kalut Lizard.
"Iya kami sedang tidak baik-baik saja, aku sedang memberinya pelajaran"
"Benarkah? pelajaran macam apa?"
"Aku memberinya jarak dengan kedua anak kami"
"Apa itu masuk akal Lizard? dia ibu dari anak kalian kau tidak bisa seenaknya padanya"
"Aku cemas jika suatu hari ia akan pergi dan membawa anak-anak jika ia terlalu dekat dengan mereka"
"Apa kau masih trauma dengan masa lalu mu? apa kau takut masalah yang pernah menimpa ayahmu kini akan terjadi pada mu juga?"
"Tidak bisa di pungkiri aku memang trauma Daniel, dia pernah meminta berpisah dari ku dengan bersikeras dan aku tidak bisa menjamin jika ia akan bertahan selamanya di sisiku"
__ADS_1
Daniel menepuk bahu Lizard yang sedang menerawang. pandangannya seperti kosong memandang gelas minuman di hadapannya.
"Sikap ini bukan Lizard Van Camont yang aku kenal. sahabatku adalah orang pemberani yang menghadapi segala situasi. bukan seperti ini!"
Lizard melirik ke arah Daniel, ada benarnya ucapan Daniel.
"Lily bukan ibu mu yang dulu pernah pergi dari kehidupan kalian. aku lihat Lily wanita baik dan kuat hanya saja kau terus menekannya Lizard. beri dia ruang dan hentikan tindakan tidak masuk akal mu padanya"
Dimasa lalu ibu Lizard pernah meninggalkan ayah beserta ia dan adik-adiknya. itu adalah masa yang sulit bagi Lizard. pertengkaran demi pertengkaran selalu Lizard dan Eric. saksikan di depan mata mereka. Sementara si kecil Meri selalu dia bawa kekamar dan ia kunci di dalam ketika orang tua mereka bertengkar.
Ketidak harmonisan hubungan orang tua nya membuat dampak psikologis bagi Lizard dan Eric. mungkin salah satu yang membuat keduanya tidak akur juga di sebabkan dari trauma masa kecil mereka terhadap hubungan orang tuanya.
Tapi seiring berjalannya waktu yang tadinya Lizard yang bergurau dan tidak menganggap penting keberadaan Lily semua berbalik. ia malah takut kehilangan Lily.
Lizard khawatir jika suatu hari di saat Lizard sedang cinta mati pada Lily, Lily malah memutuskan pergi sama seperti sang ibu dulu.
Ya meskipun akhirnya sang ibu kembali tapi luka yang tertoreh di hati Lizard, Eric dan Meri sulit terobati.
__ADS_1
"Lizard ..?" Suara Daniel membuyarkan lamunan Lizard.
"Baiklah aku akan memikirkan bagaimana aku akan bersikap pada Lily"
"Aku dengar kau mulai terjun ke politik?" tanya Daniel sambil menuang minuman kedalam gelasnya.
"Benar"
"Aku tidak tahu harus memberi mu selamat atau tidak, tapi semoga sukses"
"Hmmm"
Selesai minum dengan Daniel Lizard bergegas pulang ke rumah. setibanya di rumah ia hanya melihat si kembar dari kejauhan.
Di kamar bayi mereka ada Lily yang tertidur lelap di sofa dekat ranjang kedua anak kembarnya dan kedua pengasuh berada di kamar mereka.
Lizard kembali menutup pintu kamar Bella dan Zack. Ia menuju kamarnya bersih-bersih, berganti pakaian lalu tidur.
__ADS_1
Hari ini ia merasa lelah karena setumpuk pekerjaan. Lizard tidur terlentang memandang langit-langit kamarnya. mengingat wajah ibunya lalu mengingat kembali perkataan Daniel padanya.
Mungkin Daniel benar Lily wanita yang kuat. semoga ia tidak pergi dari sisiku dan anak-anak.....