
Malam itu Amara dan teman-temannya pergi ke knight klub mereka ingin mencoba rasanya menikmati dunia malam. sebelumnya Amara tidak pernah pergi ke klub atau bar untuk sekedar main apalagi minum. ia gadis yang bersih tidak minum alkohol dan sejenisnya.
Tapi malam itu karena salah satu teman Amara berulang tahun jadilah ia ikut pergi ke klub. Amara merasa canggung begitu memasuki klub yang ramai dengan dentuman musik yang memekakkan telinga. aroma minuman tercium dan terlihat beberapa orang yang mulai mabuk tergeletak di meja.
"Ayo Amara" salah seorang teman Amara menggandeng tangannya menaiki tangga menuju ruang VIP yang telah di pesan. di ruangan itu ada kue ulang tahun dan botol minuman beralkohol berjajar di atas meja lengkap dengan gelas.
Seorang teman pria menyodori segelas minuman pada Amara. Amara mencium aroma minuman itu sangat menyengat sekali.
"Aku tidak bisa meminumnya" tolak Amara.
"Ayolah Amara hanya sekali ini saja, bukankah kau tidak pernah pergi ke klub? kenapa tidak di manfaatkan malam ini untuk bersenang-senang"
Amara meraih gelas itu ia mencium sedikit aroma minuman itu lalu memutuskan ia tidak bisa meminumnya.
"Ayolah Amara! kau wanita dewasa kenapa minum sedikit saja tidak berani?!"
"Hentikan memaksanya" terdengar suara bariton yang mengejutkan semua di ruangan itu. pandangan mereka tertuju pada pria berpakaian serba hitam berdiri meraih tangan Amara.
__ADS_1
"Gadis kecil mari kita pulang" kata Reyzard sembari menggenggam tangan Amara.
"Tunggu! kau siapa? kenapa ikut campur?!" salah seorang teman pria Amara tidak terima. ia menantang Reyzard.
Dengan sekali tendangan teman Amara jatuh tersungkur di lantai. Amara menutup wajahnya dengan telapak tangannya. ia tidak tega melihat Reyzard menghajar temannya.
"Apa yang kau lakukan?!" Amara berteriak kesal pada Reyzard. tapi pria itu tidak peduli ia menarik tangan Amara pergi dari klub malam itu.
"Lepaskan aku! sakit.."Amara memberontak agar Reyzard melepas genggaman tangannya.
"Aku ingin berenang-senang memangnya kenapa? tidak ada urusannya denganmu!"
"Semua yang berhubungan dengan Amara yang cantik ini sudah pasti akan menjadi urusanku" balas Reyzard.
"Pergilah! kau mengganggu hidupku!"
Reyzard terdiam menatap Amara yang hampir menangis.
__ADS_1
Reyzard memaksa Amara memasuki mobilnya lalu mengantarnya pulang. di dalam perjalanan menuju rumah Amara keduanya hanya terdiam saling menahan kesal. Amara memalingkan wajahnya menatap jalanan sementara Reyzard terus fokus mengemudi.
Saat ini Reyzard belum menemukan siapa pelaku yang meneror dirinya dan Vegas. jadi ia harus berjaga-jaga melindungi Amara. Reyzard tidak ingin Amara di manfaatkan menjadi umpan untuk mancing dirinya.
"Apa Daddy mu ada di rumah?" tanya Reyzard.
"Mau apa?!".
"Aku akan bilang padanya untuk menikahi mu"
Amara terkejut refleks ia menampar wajah Reyzard.
"Lihat dirimu, kau lebih pantas menjadi pamanku dari pada suamiku. aku masih muda aku tidak mau menikah dengan mu atau siapapun! aku akan menjadi dokter hebat kau mengerti?!" Amara keluar dari mobil Reyzard, ia menutup pintu mobil dengan kasar lalu berjalan pergi memasuki rumahnya.
Reyzard terus memandang Amara memastikan gadis itu masuk kedalam rumah. lama ia terdiam di dalam mobil.
Reyzard sendiri tidak tahu kenapa dari sekian banyak wanita dewasa yang cantik dan sexy ia justru jatuh hati pada gadis muda mahasiswi kedokteran. mungkin sudah kutukan keluarga Van Camont yang selalu berkutat di lingkaran dokter.
__ADS_1