
Mobil Lizard tiba di pelataran VC Hospital. ia mengantarkan Lily dengan selamat sampai ke tempat tujuan.
"Baiklah dokter sekarang keluar dari mobil ku" kata Lizard Tanpa memandang Lily yang pagi itu tampak manis dengan penampilannya.
"Baik terimakasih kau mau mengantar ku" kata Lily sembari membuka pintu mobil Lizard.
"Hai Lily ..."
"Hai Nic, kau disini?" Lily tampak gugup karena ia tidak menyangka Nicolas ada di rumah sakit Van Camont pagi itu. terang saja Lizard yang tadinya berniat langsung pergi, ia tidak jadi pergi.
Lizard membuka pintu mobilnya dan bergegas keluar. ia memandang Nicolas dengan tajam.
"Oh kau diantar tuan Lizard rupanya"
"Iya benar, ada apa Nic kenapa kau ada disini?" tanya Lily.
"Aku mengunjungi seorang pasien"
"Kau bilang kau sudah terlambat karena ada jadwal operasi kenapa tidak bergegas?!" Lizard mendekati Lily yang masih mematung di dekat Nicolas.
"Iya ...iya.."
"Kau ada operasi pagi ini?" tanya Nicolas.
"Iya Nic aku pergi dulu ya"
"Baiklah Lily".
"Sayang... kau lupa sesuatu?" Lizard menarik lengan Lily dan mengecup pipi kanan gadis itu. Lily terperanjat namun hanya diam menikmati bibir Lizard menyentuh kulitnya.
__ADS_1
Dengan gerakan matanya Lizard seperti biasa mengintimidasi dan mengancam Lily.
Lily hanya menggelengkan kepala dan berjalan pergi. ia malas berurusan dengan Lizard sepagi ini.
Lily tidak bisa lupa, Lizard mencium pipinya tadi. ada sensasi aneh yang bergetar di jantungnya saat jambang Lizard menyentuh kulit pipinya yang halus ada rasa geli dan aneh. Lily tertawa cekikikan mengingatnya.
"Maaf dokter apa anda sudah siap?"
Lamunan Lily buyar, seorang perawat menghampirinya.
"Iya aku sudah siap"
Lily segera mensterilkan kedua tangannya setelah ia selesai mengenakan baju untuk ke ruang operasi.
Empat jam dokter Lily berkutat di ruang bedah. Ia menangani pasien dari kepolisian yang terkena Luka tembak.
Pasien sempat kritis dan Lily membayangkan jika itu terjadi pada Lizard. pria itu suka sekali menakuti orang dengan senpinya. bisa saja musuhnya juga akan melukainya dengan senjata yang sama.
🌵🌵🌵
Lily keluar dari VC hospital sudah sore, matahari hampir tenggelam. Ia berdiri di halte menunggu taxi online yang ia pesan.
"Kau seorang dokter? tolong aku" Lily memperhatikan seorang anak kecil yang terlihat panik. anak itu bertanya pada semua orang di halte.
"Aku seorang dokter, apa yang bisa ku bantu?" tanya Lily sembari memegang bahu anak laki-laki berusia sekitar delapan tahun itu.
"Kau benar seorang dokter? nenek ku sakit" kata anak itu menahan tangis.
"Baiklah aku akan ikut dengan mu, dimana rumah mu"
__ADS_1
Anak itu membawa Lily ke sebuah perumahan kumuh di belakang gedung tinggi perkotaan. Lily berlari mengikuti langkah anak itu.
Sampai keduanya tiba di suatu tempat sepi dan hari juga mulai gelap.
"Dimana rumah mu? mana nenek mu?" tanya Lily.
"Disini!" seorang pria berbadan besar dan terlihat garang menjawab pertanyaan Lily. Lalu muncul lagi dua orang pria yang berbadan tinggi dan kekar.
Anak kecil tadi pergi dan tidak nampak lagi.
"Tunggu, ada apa ini?" Lily mulai gemetar ketakutan ia merapatkan jaketnya.
Seorang pria menyentak jaket Lily hingga terlepas. Wajah Lily menegang dan pucat pasi. ia di jebak rupanya.
"Aku mohon jangan menyakiti ku, kalian boleh ambil apapun dariku tapi jangan menyentuhku" Lily berbicara sembari merekam dengan ponselnya diam-diam. lalu ia mengirim pesan itu entah pada siapa yang berada di kontak nya.
"Haha hei gadis cantik, kami pasti akan mengambil milik mu tapi juga dirimu...hahaha!" ketiga pria itu tertawa sembari mendekati Lily yang ketakutan dan setengah putus asa.
Bagaimanaa ini, aku takut sekali...
Lily berlari untuk bersembunyi di bangunan kosong. Ketiga pria itu tetap mengejarnya.
Lily berjongkok menahan tangisnya dan tubuhnya menggigil ketakutan.
Ia teringat tadi pagi saat berangkat bekerja ia diantarkan Lizard.
Lily mencoba meraih ponselnya di tas untuk menghubungi Lizard tapi seorang dari mereka menemukan Lily dan menyambar ponsel itu.
Lily hanya bisa menangis dan pasrah ia sudah tidak mungkin kabur lagi.
__ADS_1
..........bersambung.......