Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 107


__ADS_3

Tiga hari Lizard di rawat di VC hospital, dokter memberinya suntikan obat dan terapi untuk memulihkan ingatannya.


Sesekali Lizard merasa sakit di kepalanya saat memaksakan ingatannya. Lily dengan sabar menemani Lizard menjalani pengobatan.


Siang itu Lizard duduk di taman sembari melihat pemandangan taman rumah sakit yang nampak hijau dan teduh.


Kemeja putihnya terlihat mencolok diantara pasien lain yang juga sedang mencari udara segar di taman. beberapa pasien yang selesai menjalani terapi mereka biasanya akan duduk di taman untuk menghilangkan kepenatan akibat terapi.


Lily memandangi Lizard dari kejauhan rasanya ia ingin sekali memeluk Lizard seperti dulu. Lily rindu saat Lizard memeluk dan menciumnya dengan mesra.


"Kau tidak menemaninya?" Eric tiba-tiba muncul di belakang Lily membuatnya terkejut.


Lily hanya menggeleng perlahan ia tidak mau mengganggu Lizard.


Eric berjalan menghampiri Lizard yang tengah duduk di bangku taman.


"Kau disini?" sapa Eric pada kakaknya.


"Kau tidak membawa kopi?" tanya Lizard.


"Kau belum di perbolehkan minum kopi, minum saja air putih yang banyak"


"Apa kau masih pusing?" tanya Eric sembari duduk di samping Lizard.


"Tidak, hanya saja jika aku memaksakan mengingat sesuatu terasa sedikit pusing"


"Aku bahkan tidak ingat jika kau sudah menjadi dokter, aku hanya ingat kau lontang lantung dan menghabiskan uang saja"


Eric menyeringai memandang kejauhan. ia ingat sering bertengkar dengan Lizard tentang uang papa yang ia pakai untuk berjudi.

__ADS_1


"Apa kau sama sekali tidak ingat tentang Lily?"


Lizard tersenyum kali ini ia tidak kesal mendengar nama Lily disebut.


"Entahlah, aku lupa tentangnya tapi saat dia pergi aku merasa kehilangan. aku sendiri bingung harus bagaimana"


"Apa kau mau aku bercerita hubungan mu dengannya?"


"Tidak" jawab Lizard pendek ia sedang malas bernostalgia.


"Baiklah aku harap kau segera pulih, kasihan Lily dan anak kalian, ia sangat mencintaimu Lizard dia banyak menderita karena mu"


Lizard memandang adiknya yang melihat kejauhan. mata Eric tampak menerawang memutar ingatan saat pertama kali Lily menikah dengan Lizard samapi sekarang. meski Eric benci pada Lily dan Lizard tapi ia tahu wanita itu banyak melalui jalan berliku bersama Lizard.


"Sepertinya kau menyimpan rasa padanya?"


"Aku? pada siapa?" Eric terkejut dan membenahi posisi duduknya.


"Lily maksud mu?"


"Iya siapa lagi"


"Kau gila?! dia istrimu mana mungkin aku tertarik padanya. lagi pula dia bukan tipe ku"


Lizard tersenyum ia tahu Eric sejak kecil selalu mengcopy dirinya. mulai dari selera berpakaian, olahraga, selera mobil yang sama, gaya rambut dan tipe wanita yang disuka. melihat Eric bercerita tentang Lily, Lizard jelas tahu ada perasaan Eric untuk Lily.


"Jika dia bukan istriku apa kau akan menikahinya?"


Erik memandang kakaknya dengan sorot mata tidak percaya jika pertanyaan itu timbul dari seorang Lizard.

__ADS_1


"Aku tidak akan melakukan itu"


"Bagus" Lizard menepuk bahu Eric sembari mengeluarkan sebungkus rokok dari saku kemejanya.


Lizard menyulut sebatang rokok dan menghisapnya, mengepulkan asapnya ke udara seolah sedang melepas semua kepenatan dalam benaknya.


Sedikit demi sedikit ingatannya sudah mulai pulih tapi ia tidak bercerita pada siapapun termasuk Lily.


Lizard ingin tahu apakah Lily akan tetap bertahan di sampingnya meski ia menyakitinya dan memintanya pergi menjauh.


"Kenapa merokok?" Sura Lily mengejutkan Lizard dan Eric. kedua pria itu tersenyum tidak ada yang bersuara.


"Baiklah aku pergi dulu ada pasien yang harus aku tangani"


Tinggallah Lily bersama Lizard sekarang. Refleks Lily menyingkirkan daun kering yang terjatuh ke pundak Lizard. ia menghalaunya dengan jemarinya.


Lizard memandang wajah Lily tanpa ekspresi.


"Maaf ada daun kering di bahu mu" kata Lily sembari memundurkan langkahnya takut jika Lizard merasa tidak nyaman.


Lizard menahan lengan Lily dan menariknya untuk duduk di pangkuannya.


Lily membelalakkan matanya terkejut dengan perlakuan Lizard. mata Lily berkaca-kaca memandang bola mata biru yang juga sedang menatap ke arahnya.


"Kau sudah ingat?" bisik Lily.


"Belum, tapi aku akan mencoba mengingat semua demi kau dan juga ...anak kita"


Lily tersenyum memeluk Lizard erat sembari menangis terisak di dada Lizard. ia tetap duduk di pangkuan Lizard memeluk Lizard dan menangis sepuasnya di dada suaminya.

__ADS_1


Lily melampiaskan rindu dan kecemasannya pada Lizard serta rasa takut kehilangan jika Lizard benar-benar memintanya pergi menjauh.


Eric memandangi Lily dan Lizard dari kejauhan. senyum perih terlihat di wajah tampannya.


__ADS_2