
Setelah satu jam joging keliling halaman rumah yang luas, Lily beristirahat sembari menikmati jus buah segar.
Didalam rumah Lizard terlihat sedang bermain-main dengan Zack dan Bella di temani pengasuh mereka.
"Anak Daddy cepat besar ya biar Daddy ada teman main golf jangan paman Tim terus temannya Daddy bosan" kata Lizard sambil menciumi Zack dan Bella dengan gemas.
Tim tiba di rumah itu dan merusak kesenangan Lizard bersama kedua bayinya dengan membombardir Lizard dengan serangkaian jadwalnya hari itu.
"Tuan sebaiknya sekarang anda segera bersiap karena akan ada meeting penting pagi ini dan tidak bisa di undur" begitu kata Tim ketika melihat Lizard masih santai-santai.
Lizard tidak menjawab dan masih bermain dengan Zack dan Bella.
"Sore nanti anda akan menghadiri pertemuan dengan pendukung dari kampanye anda tuan"
"Iya baik...kau cerewet sekali. kau sudah seperti istriku saja! Lily saja tidak secerewet kau Tim!"
"Dokter Lily tidak ikut campur urusan anda tuan karena itu saya yang bertugas mengingatkan"
"Sayang ..Daddy pergi dulu ya kalau kalian kesal salahkan saja paman kalian ini"
Tim hanya terdiam melihat wajah para bayi itu yang seolah-olah memandang ke arahnya.
Lizard menuju kamarnya bergegas mengganti pakaian santainya dengan stelan jas. Ia menata rambutnya di depan cermin.
Setelah semua selesai Lizard turun ke lantai utama. ia mengedarkan pandangannya ke rumah utama mencari sosok Lily.
__ADS_1
Dimana dia kenapa sejak pagi tidak nampak?
Lizard memanggil pelayan dan menanyakan keberadaan Lily pada pelayannya.
"Nyonya tadi joging tuan dan sepertinya sudah kembali ke kamarnya sekarang"
"Hmmm"
Lizard duduk untuk sarapan ia duduk seorang diri. rasanya sepi karena biasanya ada Lily yang ikut sarapan meski ia mengabaikannya tidak mengajak bicara.
"Tim panggil Lily untuk sarapan"
"Baik"
Dugaan Tim benar Lily sedang bermain-main dengan si kembar di temani suster Ana dan suster Silvi.
"Dokter tuan Lizard mengajak anda makan pagi bersama"
"Nanti saja aku belum lapar katakan padanya untuk makan pagi sendiri"
Tim kembali setelah tidak berhasil mengajak Lily untuk turun sarapan.
"Maaf tuan kata dokter Lily anda di minta sarapan sendiri"
Lizard terlihat menahan kesal tapi ia tidak ada waktu berdebat lagi dengan Lily.
__ADS_1
Selesai sarapan Lizard bergegas pergi dengan mobilnya bersama Timoti.
"Kampanye nanti tidak perlu libatkan Lily aku rasa cukup berbahaya baginya"
"Tapi saya rasa dokter Lily perlu mendampingin anda"
"Sudahlah, biarkan dia bersama anak-anak tidak perlu melibatkan nya"
"Baik tuan"
Lizard merasa rival politiknya cukup licik untuk membuatnya kalah dalam pemilihan. segala cara akan mereka pakai untuk mengalahkan Lizard.
Bisa saja mereka mencelakai orang terdekat Lizard termasuk Lily.
"Tuan saya akan menurunkan anda di depan loby karena saya harus pergi untuk menyiapkan kampanye nanti sore"
"Baiklah, hati-hati jika ada yang mencurigakan segera menelpon ku. dan jangan lupa bawa anak buah mu untuk berjaga-jaga"
"Baik tuan"
Lizard tidak akan tahu jika hari itu mungkin saja Tim tidak akan kembali cepat seperti biasanya.
Sejak memutuskan terjun ke politik bahaya mengintai Lizard dan orang terdekatnya. Rivalnya bukanlah orang sembarangan mereka berasal dari kalangan mafia, kalangan kelas atas yang hartanya juga tak kalah melimpah dari Lizard.
Mungkin satu-satunya yang tidak di miliki oleh rival Lizard adalah asisten setia dan rela berkorban seperti Tim.
__ADS_1