
Tim merasa tidak enak badan untuk kali ini ia benar-benar demam tinggi. Tim meminta izin pada Lizard untuk tidak ke kantor dulu karena akan beristirahat di apartemen.
Bel pintu apartemen Tim berbunyi, dengan malas ia berjalan keluar dari kamarnya untuk membuka pintu.
"Kau? kenapa kemari?"
"Aku dengar tuan sakit jadi aku kemari sekalian membersihkan apartemen ini"
"Bukanya seharusnya kau ke VC group hari ini?"
"Aku ikut minta izin pada atasan, aku bilang akan menjenguk bibi ku"
"Kau samakan aku dengan bibi mu?!"
Wuri terkekeh sembari masuk ke pantry menyiapkan bubur yang masih hangat. sebelum ke apartemen Tim ia sempat membeli bubur dulu.
"Apa sudah periksa ke dokter?"
"Aku hanya demam biasa"
"Ini tuan makan lah dulu" Wuri meletakkan semangkuk bubur di hadapan Tim.
Dengan malas Tim menyendok bubur itu dan memakannya. Lidahnya terasa pahit tidak bisa merasakan makanan itu.
"Ayo makan lagi tuan kau baru makan satu sendok" Wuri meraih sendok dan menyuapkan bubur itu pada Tim.
"Sudah aku tidak mau makan" Tim menghalau tangan Wuri.
"Ayolah sedikit lagi" Wuri berdiri dari duduknya dan mendekat pada Tim. keduanya terlihat bergurau hingga Wuri jatuh ke pangkuan Tim.
Disaat yang sama Lizard dan Lily datang berkunjung. keduanya terkejut melihat pemandangan di depan mereka. Lily tersenyum menggamit lengan Lizard. sementara Lizard diam mencoba mengingat gadis yang sedang berada di pangkuan Tim.
Sepertinya aku pernah melihat gadis itu ....
Wuri cepat-cepat berdiri dan merapikan bajunya.
__ADS_1
"Tuan Lizard, dokter Lily kenapa tidak memberi tahu jika akan kemari?" tanya Tim yang tak kalah terkejut dengan kedatangan bosnya.
Jangan sampai tuan Lizard salah paham dengan keberadaan Wuri di sini ...
"Kau sakit? tapi aku lihat kau bersenang-senang dengan dia" kata Lizard sembari melirik Wuri yang cemas tidak berani memandang wajah Lizard.
"Tim kau sudah membaik?" Lily mengamati wajah pucat Timoti.
"Sudah sedikit lebih baik dokter, saya hanya demam"
"Apa kau sudah meminum obat?"
"Sudah dokter"
"Apa aku perlu memeriksa Tim?" Lily bertanya pada Lizard.
"Tidak perlu dia sudah terlihat baik, oh ya aku kemari karena istriku mencemaskan mu dan aku rasa ia tidak perlu lagi mengkhawatirkan keadaan mu" sindir Lizard.
"Terimakasih dokter Lily"
"Saya ..Wuri nyonya"
"Kau pacar Tim?" Lily terlihat senang jika Tim punya pacar.
"Ah tidak nyonya saya hanya membersihkan apartemen tuan Tim"
"Membersihkan apartemen tapi duduk di pangkuannya yang benar saja" Lizard mengamati gadis lugu di samping Tim.
"Aku seperti pernah melihat mu, tapi...."
"Ah maaf tuan bisa kita bicara tentang VC group?" Tim mengalihkan pembicaraan agar Lizard tidak ingat pada Wuri yang sudah menumpahkan kopi ke paha Lizard.
"Tidak perlu, kau istirahat saja besok kita bicara"
Tim terdiam dalam hati ia lega.
__ADS_1
"Ayo sayang kita pulang" Lizard mengajak Lily pergi dari apartemen Tim.
Tim mengantar Lizard dan Lily sampai ke depan pintu.
Sepertinya aku harus mengganti kode pintu apartemen ku....
Lily duduk di samping Lizard yang siap mengemudikan Bugatti nya.
"Sayang gadis itu manis juga pas sekali jika pacaran dengan Tim"
Lizard diam dan mengetuk kemudi dengan jemarinya.
"Sepertinya aku ingat siapa gadis itu"
"Siapa?! jangan bilang kau juga pernah berkencan dengannya!"
"Lily sayang hentikan, gadis itu sepertinya yang menyiram kopi panas ke paha ku"
"Benarkah? berarti dia pekerja VC group?"
"Aku sudah menyuruh si brengsek itu untuk memecat gadis itu, rupanya ia masih mempertahankan gadis itu"
"Sudahlah Lizard biarkan saja, sesekali aku ingin lihat Tim bahagia dan tidak tertekan karena mu"
"Apa maksudmu sayang? dia tidak tertekan dia bangga dan senang bisa bekerja dengan ku" kata Lizard penuh percaya diri. Lily tertawa sambil mencubit lengan Lizard.
Tidak berapa lama keduanya tiba di halaman VC hospital. sebelum turun dari mobil Lily mengingatkan janji Lizard.
"Ingat Lizard besok kita akan ke taman safari bersama anak-anak"
"Anak-anak? anak siapa?"
"Diam kau!"
Lily mengecup bibir Lizard lalu berjalan pergi memasuki loby rumah sakit.
__ADS_1