
"Vegas Van Camont big bos mafia New York yang di segani. ia memiliki istri seorang agen bernama Sidney. istrinya tewas dalam ledakan mobil lima tahun yang lalu sejak saat itu Vegas pindah ke Amsterdam menjalani hidupnya sebagai dokter forensik di rumah sakit warisan kakeknya"
David menyeringai mendengarkan biodata Vegas di bacakan oleh anak buahnya yang sedang duduk di depan komputer.
"Berapa total kekayaan yang dia miliki? apa saja bisnis yang dulu dia geluti?" tanya David.
"Total kekayaannya yang terbaru tidak di ketahui karena Vegas tidak pernah melaporkan kekayaannya pada pemerintah Amsterdam. bisnis yang dulu ia geluti adalah ekspor impor senjata dan hasil tambang. saat ini bisnisnya ada di rumah sakit dan perusahaan farmasi yang ia kelola secara legal dengan izin pemerintah"
"Rusak reputasinya dengan munculkan semua kisah masalalu nya sekarang juga! aku ingin lihat apakah publik masih bersimpati pada mantan penjahat atau tidak!"
"Baik tuan"
"Jika penjahat seperti kita tidak mendapat tempat di mata publik seharusnya Vegas Van Camont juga tidak berhak untuk simpati itu! jatuhkan reputasinya dan semua bisnis yang ia jalankan! buat orang tidak ada yang datang berobat ke VC hospital!" David begitu menggebu-gebu ingin menghancurkan Vegas karena ia sudah ikut campur terlalu jauh pada urusan David.
Siapa suruh sok pintar menangani kasus kematian gadis bodoh itu! dengan sengaja Vegas telah menceburkan dirinya pada permusuhan ku dengan Frans!
***
Vegas berjalan santai menyusuri lorong rumah sakit. beberapa perawat menatap dirinya sembari berbisik. Vegas belum membaca berita pagi itu tentang dirinya yang di muat besar-besaran di media online.
__ADS_1
"Vegas!" Emma berlari menghampiri Vegas.
"Ada apa?"
"Kau belum baca berita pagi ini? atau melihat televisi?" tanya Emma cemas.
"Tidak"
"Vegas nama mu sedang jadi perbincangan sekarang, berita itu memuat tentang masalalu mu di New York sebagai..Mafia! apa itu benar?"
Vegas terdiam menatap kejauhan akhirnya David sungguhan melakukan ancamannya kemarin. Vegas tersenyum mengangguk pada Emma.
Emma tidak puas dengan jawaban Vegas ia mengejar pria itu untuk mendapat penjelasan.
"Jadi benar kau seorang mafia? dan kau pernah menikah? lalu apakah benar istrimu..."
Vegas menatap tajam ke arah Emma. ia berdiri dari duduknya.
"Benar aku mafia dan aku sudah menikah! istriku dia ..." Vegas tidak melanjutkan ucapannya. ia mengingat kembali bagaiman mobilnya meledak dan terbakar sementara dirinya tidak mampu berbuat apa-apa saat itu.
__ADS_1
"Vegas, aku minta maaf..." Emma merasa bersalah melihat Vegas tidak nyaman.
"Pergilah, aku ingin sendiri"
Emma melangkah pergi dari ruangan Vegas. berbagai pertanyaan bertumpuk di pikiran Emma tentang masalalu Vegas.
Sementara itu Kinn sedang mengendarai mobilnya menuju VC hospital. ia menunggu perintah dari Vegas baru akan bertindak untuk menghabisi David.
Kinn tiba di VC hospital ia bergegas menuju ruang kerja dokter Vegas.
"Tuan..." sapa Kinn begitu memasuki ruangan Vegas.
"Biarkan dia Kinn aku ingin lihat sejauh apa dia bisa membuat reputasi ku turun"
"Lalu apa yang akan anda lakukan tuan?"
"Adakan konferensi pers aku akan bicara soal kematian Mariane kembali, kita pancing emosi David" kata Vegas sembari meraih cangkir kopinya.
"Baik tuan"
__ADS_1