Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 19


__ADS_3

Lizard membuka pintu kamarnya dengan tergesa. Lily yang sedari tadi sedang tiduran pun terkejut dan segera duduk di tepi ranjang.


"Lizard kapan kita kembali ke resort?"


Lizard bergeming dan tidak memperdulikan Lily. Wajah Lizard terlihat panik seperti menahan rasa sakit. Ia berjalan cepat menuju kamar mandi.


Ada apa dengan Lizard, kenapa dia terlihat aneh? seperti orang menahan sakit....


"Lizard kau baik-baik saja?" Lily mencoba mendorong pintu kamar mandi. Terlihat Lizard berdiri di depan cermin dengan tangan gemetaran.


"Lizard ada apa?!" Lily mulai panik.


"Cepat pergi! aku tidak memerlukan mu!"


"Lizard tapi tangan mu..."


Dengan kasar Lizard mendorong Lily keluar dan segera mengunci pintu kamar mandi.


Lily yang panik segera memanggil Tim


"Tangan Lizard terlihat gemetaran dan sepertinya ia menahan sakit" kata Lily pada Tim yang sedang bersantai di kamarnya.


Tim bergegas berlari menuju kamar Lizard dan mendobrak pintu kamar mandi dan mendapati Lizard terduduk di lantai bersandar dinding sembari memegangi tangan kanannya.


"Tuan anda baik-baik saja? saya akan carikan. obatnya"


"Obat apa? memangnya dia kenapa?" tanya Lily.

__ADS_1


Tim tidak menghiraukan pertanyaan Lily. ia sibuk membuka koper milik Lizard dan mencari-cari sesuatu.


"Tim apa yang kau cari?"


"Apa anda melihat obat kapsul yang di simpan di tabung kecil dokter? kira-kira tabung itu berwarna putih seukuran ...segini" Tim memperlihatkan jari nya.


"Aku tidak lihat, memang obat apa? dan Lizard kenapa?"


"Kalau begitu apa anda bisa memeriksa kondisi tuan Lizard? saya mohon dokter?"


"Baiklah kita bawa Lizard ke atas ranjang dulu"


Tim dan Lily memapah tubuh tinggi Lizard menuju ranjang. karena sudah kesakitan Lizard tidak lagi protes di sentuh oleh Lily.


Lily memegang tangan Lizard yang gemetaran.


"Lizard apa kau merasakan tangan mu kebas?" tanya Lily.


"Aku akan memberimu pereda nyeri nanti sesampainya di daratan kita harus segera ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan"


Lizard terdiam lebih tepatnya ia menurut saja pada Lily.


Lizard meminum pil anti nyeri dengan dosis tinggi yang Lily berikan.


"Sekarang beristirahatlah, aku akan menunggu mu di sofa jika kau butuh sesuatu kau panggil aku atau Tim saja"


Lizard terdiam tidak mengiyakan tidak juga mengangguk. ia masih saja gengsi pada Lily.

__ADS_1


Semalaman Lily tidak tidur karena menunggu Lizard. sementara Tim berjaga di luar kamar.


Apa ini terkait dengan kecelakaan yang dulu Lizard alami bersama Daniel? apa separah ini kondisi tangan Lizard? kenapa dia tidak mencoba terapi?


Semua pertanyaan tentang Lizard berkecamuk di pikiran Lily. Ia duduk di sofa sembari memandang wajah Lizard yang sedang tertidur di ranjangnya.


Aku yakin tuan Rud belum tahu hal ini, pasti Lizard tidak bercerita pada ayahnya tentang kondisinya yang sebenarnya.


Lily tidak mengerti kenapa ia begitu mencemaskan Lizard tapi yang jelas Lily iba dengan kondisi Lizard. pasti pria itu gagal menjadi seorang dokter hebat karena insiden kecelakaan dengan Daniel dahulu.


Karena terlalu lelah berpikir akhirnya Lily tertidur bersandar sofa. Saat terbangun pagi hari Lily baru sadar jika Lizard memberinya selimut.


"Terimakasih" kata Lily pada Lizard yang telah selesai mandi pagi.


"Untuk apa?"


"Kau yang telah memberiku selimut ini bukan?"


"Jangan terlalu percaya diri dokter, bukan aku tapi Tim"


"Timoti?"


Mana mungkin Tim berani memberiku selimut tanpa seizin Lizard.


"Dasar tukang Gengsi!"


"Kau bilang apa? tukang Gengsi?! sebutan macam apa itu?!"

__ADS_1


"Sebutan yang tepat untuk orang gengsi tinggi seperti mu!" Lily menjulurkan sedikit lidahnya mengejek Lizard dan berlalu ke kamar mandi.


Setidaknya Lily bisa lega melihat Lizard sudah tidak kesakitan lagi.


__ADS_2