Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 83


__ADS_3

Tim mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. ia sedang di kejar segerombolan orang dengan memakai dua buah mobil yang berada di belakangnya.


"Tuan sebenarnya apa yang terjadi?!" Wuri menutup kedua telinganya dengan telapak tangan karena ketakutan. ia mendengar suara tembakan beberapa kali mengenai pinggiran mobil.


"Diam dan menunduk!" perintah Tim


Tadinya Tim memberi tumpangan pada Wuri untuk ke apartemennya. seperti biasa gadis itu akan membersihkan apartemen Tim.


Tim meraih senpi di dashboard mobil dan membuka kaca mobil. beberapa kali ia melepas tembakan ke arah belakang.


Wuri meringkuk di samping Tim mencoba berlindung dari serbuan peluru nyasar.


Tim membelokan mobilnya ke suatu tempat. setelah memastikan situasi aman dan tidak ada yang mengikuti ia menurunkan Wuri dan mengajaknya berlari.


"Tuan mereka siapa kenapa mengejar kita?"


Tim berlari sembari menarik tangan Wuri. gadis itu tersengal.


"Tuan aku tidak sanggup lagi berlari, aku mohon ..." Tim mendorong tubuh Wuri ke sudut bangunan kosong. ia membekap mulut Wuri dan menutup tubuh gadis itu dengan tubuhnya.


"Diam, tunggu disini jangan bersuara" bisik Tim di telinga Wuri yang di balas anggukan kepala.


Tim mengangkat senpinya yang sejak tadi ia pegang di tangan kanannya.


"Hahaha! rupanya dia bersembunyi seperti wanita!!" teriak salah seorang dari gerombolan pria yang tadi mengejar Tim dan Wuri dengan mobil.


Tidak ada pilihan lain, Tim harus menghadapi mereka. baku hantam tak terhindarkan lagi. Wuri hanya bisa mematung dengan jantung berdebar kencang melihat Tim berkelahi dengan orang-orang itu.

__ADS_1


Suara pukulan, tendangan, tembakan membuat Wuri hampir pingsan. tapi Tim berhasil memukuli mereka hingga terkapar entah masih bisa bergerak lagi atau tidak.


"Ayo ..." Tim mengulurkan sebelah tangannya pada Wuri. gadis itu menyambutnya dengan gemetar.


"Kau masih bisa berlari? kita ke mobil sekarang"


"Iya ...tuan"


Setelah tiba di depan mobil Tim menyuruh Wuri bergegas masuk dan ia membuka bagasi mobil mengeluarkan kemeja berwarna hitam yang masih baru. Tim merobek polibag pembungkus kemeja itu. ia melepas jas dan pakaian yang semula ia kenakan karena berlumur darah dan kotor.


Selesai berganti pakaian Tim masuk kedalam mobil dan bergegas menuju apartemennya.


Wuri terdiam seribu bahasa. ia tidak berani bicara saking takut nya.


Jadi gosip di kantor selama ini benar jika Tuan Lizard dan asistennya adalah mafia.


"Sebaiknya kau ikut ke apartemen ku dulu"


🌵🌵🌵


Lizard tiba di VC Group di sana sangat ramai. puluhan karyawan yang bekerja jam malam di larikan ke VC hospital karena mengalami mual muntah dan lemas.


"Ada masalah apa?" tanya Lizard yang baru saja tiba


"Tidak tahu tuan tiba-tiba para karyawan kita sakit" jawab sekretaris Lizard.


"Dimana Tim?"

__ADS_1


"Tuan Tim sudah pulang sejak sore tadi"


Lizard mencoba menelpon Tim tapi tidak ada jawaban.


"Cepat kau data siapa saja yang di bawa ke VC hospital dan kabari keluarganya agar tidak cemas"


"Baik tuan"


Lizard bergegas menyusul ke VC hospital dengan mobilnya. di tengah kecemasannya Lizard pergi ke ruang kerja ayahnya yaitu dokter Rud yang kebetulan berjaga malam.


"Pa bagaimana ini?" Lizard gusar.


"Lizard mereka keracunan" Lily tiba-tiba muncul dengan jas putihnya dan memegang laporan pasien.


"Lily? kenapa kau disini?"


"Lizard papa yang menelpon Lily, kita kekurangan dokter karena yang jaga malam hanya beberapa dokter"


"Bagaimana dengan Zack dan Bella?"


"Tenang Lizard anak-anak aman bersama suster Ana dan suster Silvi. anak buahmu juga berjaga di rumah"


Lizard terdiam dan duduk mengusir cemas.


"Sepertinya ada yang sengaja memasukan racun ke dalam makan malam para karyawan" kata Lily.


"Sejauh apa bahaya racun ini?" tanya Lizard.

__ADS_1


"Sangat berbahaya Lizard jika dosisnya tinggi. tapi sepertinya hanya sedikit yang di campurkan ke makanan itu sehingga hanya ber efek mual muntah dan lemas karena dehidrasi"


Sial! siapa yang berani melakukan semua ini pada ku...?!


__ADS_2