
Lily mencium bibir Lizard ketika suaminya itu memberikan buket bunga untuknya.
"Kau senang?" tanya Lizard
"Iya aku senang"
"Baiklah aku lapar jadi ayo kita segera makan malam" Lizard menarik kursi dan duduk dengan nyaman.
Lily tersenyum ia tahu Lizard tidak akan tahan lama bersikap romantis.
"Kenapa berdandan secantik ini?" Lizard memandang Lily sambil tersenyum.
"Karena kau juga tampan jadi aku berdandan cantik agar bisa mengimbangi dirimu"
Lizard tertawa mendengar jawaban Lily.
"Kalau kita pulang sekarang apa anak-anak sudah tidur?" Lizard melihat jam tangannya.
"Iya sepertinya sudah, kenapa?"
"Karena Daddy ingin membuatkan adik untuk mereka"
Lily mencubit lengan Lizard dengan gemas. Di saat keduanya sedang bercanda romantis ponsel Lizard berbunyi. nama Laura tertera di layar ponselnya.
"Laura?" kening Lily berkerut. Lizard mematikan ponselnya.
"Siapa Laura?"
"Hanya kolega saja"
"Oh ya? apa dia cantik?"
"Tidak"
__ADS_1
"Baiklah aku tidak percaya!" Lily melirik Tim yang berdiri cukup jauh darinya dan Lizard. sepertinya ia perlu mengorek keterangan dari Tim karena perasaannya kurang enak ketika nama Laura terpampang di layar ponsel Lizard.
Selama menikah hampir tidak pernah ada wanita yang berani menelpon Lizard malam-malam atau di luar jam kerja.
Acara dinner selesai Lizard dan Lily pulang ke rumah. Setibanya di rumah Lily bergegas berganti pakaian. ia tidak berminat melanjutkan keromantisan tadi saat dinner bersama Lizard.
"Ayolah Lily kau mau tidur?"
"Iya aku lelah"
"Baiklah sayang aku juga akan tidur saja" Lizard berbaring di samping Lily sambil memeluk istrinya itu.
🌵🌵🌵
Di gedung VC Group.
"Laura?! kenapa dia bisa kembali?" Lizard gusar dan marah pada Tim.
"Kau sungguh sialan! kenapa tidak mencari tahu dulu?!"
"Maaf tuan"
Lizard dan wanita cantik bernama Laura itu dulu memiliki hubungan panas saat ia masih berpacaran dengan Rachel.
Meski Lizard tidak menyukai Laura tapi mereka berdua sempat dekat. dan hubungan itu ketahuan oleh Rachel yang berimbas pertengkaran hebat antara Lizard dan Rachel.
Dan setelah lama menghilang Laura kembali muncul ke hadapan Lizard yang kini sudah menikah dengan Lily.
"Jangan berani menyebut dia sebagai affair ku lagi!"
"Maaf tuan"
"Kau saja yang mewakili aku untuk meeting dengannya"
__ADS_1
"Tidak bisa tuan, dalam surat perjanjian kerja kita ia hanya mau meeting dengaan owner perusahaan"
"Kalau begitu batalkan saja proyek kita dengan perusahaannya"
"Tidak mungkin tuan, kita bisa kena pinalti besar jika memutus kontrak kerja sepihak"
"Berapa pinalti yang harus kita keluarkan?"
"sekitar 10.000 dollar tuan"
"Gila! kenapa kau ceroboh sekali Tim?! seharusnya kau cari tahu dulu sebelum menandatangani kontrak kerja Sama!"
"Tapi kenapa anda sangat panik tuan?"
Lizard terkejut dengan pertanyaan Tim, rasanya ia ingin mencekik asistennya itu .
"Benar juga kenapa aku panik?!!"
"Mungkin anda cemas jika dokter Lily curiga" jawab Tim polos.
"Bagus otak pintar mu kembali waras! kau pikir kenapa aku panik jelas aku cemas kalau Lily marah dan menganggap ku yang bukan-bukan dengan perempuan itu. kau tahu Laura bukan, dia itu licik!"
Tim tersenyum ia heran dengan tingkah bosnya sekarang yang terlihat aneh dan tidak seperti Lizard yang sebelumnya lebih tenang dan tidak peduli apapun.
"Bagaimana dengan kabar Nicolas?" tanya Lizard sembari duduk di kursi kerjanya. ia ingin mengalihkan pembicaraan dari Laura yang membuatnya was-was ke Nicolas yang membuatnya murka.
"Nicolas sudah di pecat dari institusi kepolisian tuan dan sekarang ia sedang menjalani masa tahanan karena terbukti terlibat dalam kasus penculikan saya"
"Bagus ...biarkan dia di penjara, jika perlu buat di lebih lama disana!"
"Jika nanti dia bebas apa yang akan anda lakukan padanya?"
"Apa lagi kalau bukan menghabisinya?!" kata Lizard dengan sorot mata tajamnya.
__ADS_1