Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 163 Pasangan Toxic


__ADS_3

Vegas berdiri di ruang kerjanya dengan stelan serba hitam dan kaca mata hitam. Ia memegang setangkai bunga mawar di tangannya. Tatapannya tajam ke depan menerawang kebersamaannya dengan Sidney selama tiga tahun ini. Banyak harapan yang tumbuh di diri Vegas utnuk Sidney. Ia ingin berkeluarga memiliki anak-anak dan hidup bahagia dengan Sidney. Tapi sepertinya semua mustahil terjadi.


"Permisi tuan" suara Kinn membuyarkan kesedihan Vegas.


"Hmmm"


"Saya sudah menemukan nyonya"


Vegas menjatuhkan bunga yang ia pegang dan berbalik menatap tajam Kinn. Vegas berjalan meraih kerah kemeja Kinn dan menariknya dengan kasar.


"Dimana Sidney? Katakan apa yang terjadi padanya?! Apa dia baik-baik saja?"


"Tenang tuan, nyonya baik-baik saja dan saat ini ada di runah sakit"


"Antar aku kesana!"


"Tapi..." Kinn ragu jika Sidney masih mau bertemu dengan Vegas.


"Tapi apa?! Jangan buang waktu bodoh! Kau tahu berpa hari aku tidak bisa tidur dan makan karena istriku?! Sekarang kau mau mengulur waktuku untuk bertemu dengannya?!"


"Bukan begitu tuan, saya akan katakan sesuatu jika anda bisa tenang sedikit!" itulah Kinn ia bisa membentak Vegas seenaknya di situasi tertentu. Dan ajaibnya Vegas menurut pada Kinn ia terdiam menunggu asistennya bercerita.


"Nyonya sepertinya mengalami keguguran"

__ADS_1


Vegas berdiri dari duduknya, ia gelagapan tidak bisa berkata-kata. Vegas tidak pernah tahu jika Sidney hamil.


"Iya tuan nyonya hamil muda dan sepertinya karena banyak hal ia mengalami keguguran"


"Tidak Kinn itu tidak mungkin!" Vegas mulai panik.


Kinn terdiam membiarkan Vegas mencerna semua. Jika nanti Sidney menolaknya Vegas tahu alasannya.


***


Reyzard berada di gudang senjata ia baru saja menerima kiriman senjata dari sahabatnya.


"Sho bagaimana jika kita mulai menyerang Vegas malam ini juga!" kata Reyzard ber api-api.


"Kenapa kau jadi pengecut?!"


"Bukan begitu tuan tapi untuk menyerang tuan Vegas kita perlu rencana matang ia bukan orang sembarangan. Disisinya banyak orang hebat yang mem back-up dirinya termasuk Kinn!"


Reyzard berpikir kembali ada benarnya perkataan Sho, sepertinya ia harus membuat rencana matang utnuk menyerang Vegas.


"Lagipula saat ini polisi sedang mencurigai tuan Vegas atas kematian Luke Damon, bisa-bisa kita ikut tersangkut kasusnya jika kita gegabah"


"Baiklah aku setuju denganmu Sho, kita undur tapi sampai kapan?! Aku sudah tidak sabar melihat Vegas hancur!"

__ADS_1


"Tenang tuan, kita pasti akan menghancurkan tuan Vegas beserta bisnisnya"


"Hahaha! Dan aku akan jadi Van Camont satu-satunya yang paling di segani setelah Vegas lenyap!"


"Bagaimana dengan tuan Zack?"


"Pamanku sudah tua dia bisa apa? Biarkan saja dia, kita beri dia pengecualian"


Beralih pada Vegas dan Sidney keduanya bertemu di rumah sakit. Vegas sedang memandang Sidney dengan perasaan campur aduk. Wanita itu terlihat pucat dan tidak berdaya sangat berbeda dengan Sidney yang biasanya terlihat angkuh, cerdas dan licik. Kali ini Vegas merasa hanya ingin memeluk istrinya itu.


"Maafkan aku Sidney" kata Vegas lembut dengan mata hampir berkaca-kaca.


Tangis Sidney pecah ia tidak bisa menahan air matanya yang mendesak keluar. Biasanya Sidney paling gengsi menangis di hadapan orang lain terutama Vegas tapi kali ini ia tidak mampu menyembunyikan kepedihannya.


"Pergi Vegas! Aku tidak ingin melihatmu!" Sidney meraih pisau buah yang tergeletak di atas meja di samping ranjangnya.


Kinn dan Jane yang melihat ketegangan itu mencoba memisahkan keduanya dan menenangkan pasangan toxic itu.


"Baiklah tusuk aku jika kau bisa memaafkanku dengan melakukan hal itu Sidney..tusuklah aku!" Vegas meraih tangan Sidney dan mendekatkan pisau itu ke ulu hatinya.


"Sebelah sini bukan titik mematikannya? Kau tunggu apa lagi? Lakukan Sidney"


Sidney menggenggam pegangan pisau itu erat dan memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2