Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)

Cinta Dokter 4 (Keluarga Van Camont)
Part 117


__ADS_3

Di halaman gedung VC group Lizard dan Tim sedang minum sambil pesta barbeque kecil-kecilan bersama anak buah Lizard.


"Tuan apa ada sesuatu? kenapa anda mengumpulkan kami disini?" tanya Tim


"Kalian waspadalah karena musuhku kali ini cukup berat dan sepertinya dia mendekati orang-orang terdekatku" Lizard mematikan rokoknya dan melanjutkan bicara.


"Dia sudah mendatangi istriku di rumah sakit. aku minta kalian berjaga di rumah dan di VC hospital, Pastikan semua anggota keluarga ku tidak tersentuh bahaya oleh Jerry"


"Baik tuan, anda jangan cemas kami akan menjalankan perintah ini"


"Tim aku membutuhkan kau untuk siaga lebih dari biasanya"


"Baik tuan"


Lizard menengadah memandang langit malam. wajah Lily dan kedua anak mereka membayangi Lizard. ia begitu menyayangi mereka sepenuh hati melebihi dirinya dan ingin selalu melindungi mereka.


Selesai meeting dengan anak buahnya Lizard segera pulang ke rumah. malam sudah larut dan anak-anak sudah tidur. Lizard menyempatkan diri kekamar Zack dan Bella. ia mencium satu per satu anak kembarnya. lalu pergi ke kamarnya untuk beristirahat.


🌵🌵🌵


Tim mengumpulkan semua anak buahnya . ia mewajibkan empat orang berjaga di rumah Lizard dan empat orang berjaga di rumah sakit.


Semua wajib menggunakan earpice di telinga masing-masing. alat bantu dengar itu akan tersambung ke smartphone milik Lizard. kapanpun Lizard memberi instruksi semua akan langsung mendengar dan bertindak. biasanya hanya Tim yang memakai alat itu karena ia bekerja sebagai tangan kana Lizard.

__ADS_1


Sore itu Lizard menjemput Lily dari rumah sakit untuk makan malam bersama di restoran chef Daniel.


Keduanya makan dengan cepat karena Lizard harus pergi lagi setelah mengantar Lily pulang. ia masih ada urusan pekerjaan yang harus di selesaikan.


"Kenapa buru-buru sekali?" sapa Daniel sebelum Lizard dan Lily pulang dari restonya.


"Aku ada pekerjaan penting, lain kali aku akan kemari lagi" kata Lizard sembari menepuk bahu Daniel.


"Baiklah, sampai jumpa Lily" kata Daniel yang di balas Lily dengan senyuman dan lambaian tangan.


Mobil sport berwarna putih melintas dengan pengawalan dua mobil di belakangnya. wajah Lizard sedikit gelisah malam itu.


"Kau baik-baik saja?" tanya Lily.


"Apa ada masalah?"


"Tidak" Lizard menjawab seperlunya sambil fokus mengemudi.


"Kenapa anak buah mu berjaga sebanyak itu di belakang kita?"


"Mereka akan ikut meeting dengan ku setelah aku mengantar mu pulang"


Setibanya di halaman rumah Lizard dan Lily bergegas turun dari mobilnya. telinga Lizard mendengar suara yang tidak biasanya. ia memandang ke atas melihat langit yang sudah gelap. matanya menangkap bayangan drone berputar di ketinggian tepat di atas rumah mereka.

__ADS_1


Tim yang berdiri di samping Lizard terkejut saat bosnya itu menarik senpi Laras pendek yang biasa diselipkan di pinggang kiri Tim.


Lizard mengarahkan senpi itu keatas dan menempatkannya ke arah drone yang berputar.


Seketika semua terkejut begitu benda itu terjatuh tepat di hadapan mereka. Lily menutup telinganya dengan telapak tangan. ia masih trauma dengan suara tembakan.


Sementara Tim merasa kecolongan, ia tidak menyadari ada mata-mata menyusup ke rumah itu.


"Sepertinya kau harus lebih teliti lagi saat bekerja" kata Lizard pada Tim yang menunduk merasa bersalah karena tledor.


"Ayo sayang masuklah kedalam rumah" Lizard meraih tangan Lily dan mengajaknya masuk kedalam rumah.


"Lizard apa itu tadi? kenapa ada benda seperti itu di atas rumah ini?"


"Bukan apa-apa sayang itu hanya drone biasa, mungkin saja tersasar karena pemiliknya kurang pandai dalam mengoperasikannya"


"Kau akan pergi?" wajah Lily terlihat ketakutan.


"Tenanglah Tim akan berjaga di rumah, aku hanya pergi sebentar"


"Tapi ..."


Lizard mengecup kening Lily dan berjalan pergi menuju mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2