
Lily menangis tersedu di hadapan tuan Rud. mertuanya memberikan nasehat yang bijak untuk Lily dan Lizard.
"Papa harap kalian pikirkan baik-baik" kata tuan Rud sembari menepuk lembut bahu Lily.
"Lily aku menyayangi mu seperti menyayangi kak Lizard jadi aku setuju dengan papa, pikirkan kembali keinginan itu" kata Meri.
Sementara Lizard berada di bar untuk menghilangkan stress. Ia minum bersama Daniel dan di temani dua orang wanita cantik.
Timoti mengawasi bosnya dari kejauhan.
"Kau yakin akan melepaskan Lily?" tanya Daniel sambil meletakkan gelas minumannya.
"Iya aku yakin untuk apa aku mempertahankan wanita yang tidak ingin di sisiku? sebelumnya aku telah merelakan Rachel dan aku merasa lebih baik"
"Tapi kali ini aku rasa kau tidak baik-baik saja Lizard?"
"Hei apa maksudmu itu? ah tahu apa kau soal pernikahan kau saja belum menikah!"
"Karena melihat mu aku jadi tidak ingin menikah"
"Brengsek ..." Lizard melempar Daniel dengan puntung rokoknya.
Seorang wanita duduk di pangkuan Lizard dengan mesra.
"Lihatlah sekarang ada wanita cantik di hadapan mu, jika kau memang tidak peduli pada Lily seharusnya kau bisa berbuat banyak dengan wanita lain"
"Tentu saja kenapa kau harus menantang ku?!"
Lizard memulai kegilaannya dengan meladeni wanita sexy yang sedang duduk di pangkuannya.
Disaat yang bersamaan Lily tiba di bar itu untuk menyerahkan surat perpisahan mereka yang harus di tandatangani Lizard.
Timoti tidak bisa berbuat banyak Lily sudah terlanjur melihat adegan Lizard dan perempuan lain.
Dasar pria mesum bagus aku berpisah darinya!
"Berikan ini padanya!" Lily menyerahkan surat itu dengan kasar ke arah Timoti. Ia bergegas keluar dari tempat memuakkan itu.
Tim mendekati Lizard yang sedang bercanda dengan seorang wanita.
__ADS_1
"Ada apa jangan mengganggu ku!"
"Dokter Lily menyerahkan ini" Lizard menerima surat perpisahan yang sudah di tandatangani Lily.
"Dimana Lily?"
"Baru saja pergi dari sini tuan, mungkin lima menit yang lalu"
"Argh sial! dia pasti melihatku bermesraan dengan wanita lain"
Lizard bergegas bangkit dari duduknya dan berlari mengejar Lily.
Daniel hanya tertawa melihat kebodohan kawannya.
"Tim aku rasa kita sudahi saja pesta ini, sudah tidak menarik lagi. kau lihat bagaimana Romeo itu berlari mengejar Juliet?"
Tim menahan tawa sambil memapah Daniel keluar bar. Ia memesankan driver online untuk Daniel karena pria itu tidak mungkin mengemudi sendiri dalam keadaan mabuk.
Lizard menarik lengan Lily dari belakang hingga tubuh Lily menghantam tubuh Lizard.
"Lepaskan! aku sudah memberikan surat itu padamu dan kau tinggal tanda tangan saja Lizard!"
"Aku tidak akan menandatanganinya kau jangan bermimpi dapat lepas begitu saja dari ku dokter Lily"
"Tim cepat jalan"
"Baik tuan" Tim melihat cemas ke arah Lily yang berontak pada Lizard.
"Diam atau aku akan nekat pada mu?!" ancam Lizard.
Lily menangis tanpa suara, ia begitu marah dan kesal dengan Lizard.
Setibanya di rumah Lizard langsung membawa Lily ke ruang bawah tanah dan memasukkannya kedalam sebuah kamar.
"Aku akan mengurung mu disini sampai kau berubah pikiran untuk tidak pergi dari ku! untuk bersama dengan mu aku rela mengorbankan seseorang yang berarti dalam hidupku!"
Lizard menutup pintu kamar itu dan menguncinya dari luar.
Lily terdengar menggedor pintu dari dalam sambil berteriak dan menangis.
__ADS_1
"Bagaimana tuan? apa dokter Lily benar-benar anda Kurung di dalam?"
"Biarkan dia, Lily harus menyadari kesalahannya. jangan coba-coba membebaskannya...!" Lizard menatap tajam ke arah Tim yang berdiri terdiam.
Lizard mengurung Lily dan mengambil ponsel milik Lily sehingga ia tidak bisa menelpon siapapun termasuk Nicolas.
Lily mencoba mengetuk pintu dari dalam dan memanggil nama Timoti.
"Tim...! aku mohon bantu aku keluar dari sini!"
"Maafkan saya dokter saya tidak berani ikut campur"
Timoti melangkah pergi. sementara Lily di dalam ruangan hanya bisa menangis histeris membanting semua benda ke lantai.
"Brengsek sekali kau Lizard! dasar penjahat! tega kau mengurungku disini....aku istrimu tapi kau jadikan tawanan mu! kau memang orang gila Lizard" Lily berteriak melampiaskan marahnya pada Lizard. ia memaki pria itu sambil menangis.
Malam berlalu Lily kelelahan dan tertidur di lantai.
terdengar suara pintu kamar terbuka. Lizard masuk kedalam dengan pakaian yang sudah rapi seperti biasanya.
Lizard memandangi Lily yang tidur tergeletak di lantai kedinginan.
"Bangun dokter, aku membawakan mu sarapan" Lizard berjongkok di dekat Lily dan membelai rambut panjang Lily.
Lily mengerjapkan matanya dan terbangun dari tidurnya.
"Lizard ku mohon lepaskan aku" kata Lily mengiba.
"Apa kau sudah berubah pikiran?"
Lily mengangguk menyatakan jika ia berubah pikiran.
"Tapi aku tidak lagi percaya padamu sayang, kau pasti akan pergi jika aku melepaskan mu dari sini. atau kau bisa jadi akan meminta bantuan pada kepala polisi yang menyukai mu itu?"
"Lizard lepaskan aku" Lily memeluk sebelah kaki Lizard dan mengiba.
"Nanti jika mood ku sudah bagus aku akan melepaskan mu sayang jangan cemas. cepat habiskan sarapan mu dan kau mandi, aku harus pergi sekarang"
Lizard menyunggingkan senyum nya lalu mengecup kening Lily. ia berjalan keluar kamar.
__ADS_1
"Beri penjagaan pada kamar ini jangan sampai Lily kabur" kata Lizard pada asistennya.
"Siap tuan"