Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Membanggakan


__ADS_3

"iya pah besok Axel ke kantor"


"em pah boleh gak kalau aku ajuin proposal buat merayakan ulangtahun sekolah?" tanya Axel.


"boleh coba aja," jawab papah Alexander


Kemudian mereka mengobrol tentang perkembangan sekolah. SMA Alfam adalah sekolah milik keluarga Alexander. Tidak banyak yang tahu soal ini selain para guru, staf dan teman dekat Axel. Dan sedikit demi sedikit Axel sudah belajar membantu Ayah di kantor.


"kamu sedang jatuh cinta boy?" tanya papah


"enggak pah, kok papah tanya gitu?" Axel


"ya papah liat gerak gerik kamu aneh, hehe"


"papah masa anak sendiri di bilang aneh" Axel sedikit cemberut


"bukan gitu boy, dulu papah juga pernah muda. Udah deketin aja pepet terus masak anak papah di tolak," ledek pak Al


"gak tau pah, Axel mau tidur aja" kata Axel sambil merebahkan tubuhnya.


"hehehe jangan kelamaan nanti nyesel di ambil orang" kata pak Al sambil beranjak meninggalkan anak semata wayangnya.


*Gimana mau deketin dia aja udah punya orang.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"ayah bunda, Jen berangkat dulu" kata Jen sambil menyalami kedua orangtuanya.


"iya hati hati sayang" jawab bunda sedangkan ayah hanya mengelus kepala sang putri.


Jen melajukan motornya ke sekolah, ia melaju dengan santai karena masih jam tujuh jadi kemungkinan tidak telat. Sampai di parkiran Jen memutuskan ke toilet dulu. Sedangkan Sasa dan Tamara sudah duluan masuk kelas.


"eh katanya minggu depan sekolah kita mau ngerayain ulang tahun." kata siswi satu


"masak kok gue belum denger" siswi dua


"iya gue udah tau itu, pasti seru"


"kemungkinan akan ada lomba perkelas"


Begitulah bisik siswi yang sedang berkumpul di depan kelas mereka.


Setelah sampai di kelas XII ips 1 terlihat teman temannya sedang heboh kesana kemari, ada yang berebut juga. Jen yang baru datang pun bingung.


"heboh ngapain sih" tanya pada Sasa dan Tamara


"lo udah ngerjain tugas akuntansi belum?" tanya Sasa


"emang ada tugas?" Jen benar benar tidak tahu.


" ada nih, udah cepetan nyontek ini aja gue yakin lo belum ngerjain" saran Tamara

__ADS_1


Buru buru jen ikut menyontek karena guru akuntansi sangat galak dengan para siswi, berbeda dengan para siswa. Ya bisa di bilang gurunya sedikit centil karena memang belum bersuami.


Tet tet tet


Bel masuk pun sudah berbunyi, dan ada pengumuman untuk semua ketua kelas berkumpul di ruang osis.


"ya elah apaan sih belum juga selesai ini." gerutu Ari karena ia belum selesai mencontek


"udah sana pergi," kata Jennaira


"lo aja Jen gue masih banyak ini" pinta Ari


"ogah, gue juga baru dapet satu nomer"


"ntar kalo di hukum bu Siska lo temenin gue yak"


"enak aja, kalau susah ngajak ngajak, ntar giliran dapet nilai bagus gak ngajak,"


"ah tak begini lo itu, ntar gue bilangin ayang Bayu lo lagi nyontek" kata Ari sambil menautkan kedua jari telunjuk nya


"wah ngajak dugem nih anak, udah sono pergi lo" usir Jen. Ari pun menuju ke ruang osis.


"kok dugem sih Jen, gue juga mau" saut Sasa


"hus jangan nanti tuman" kata Jen.


Berberapa waktu lalu Jen, Sasa, Tamara dan sinta pergi ke club malam, tanpa di sengaja mereka ketemu Ari dan teman temannya.


"Tam lo baca pengumuman ini ya, gue mau lanjut nyontek. Lo udah selesai kan, keburu bu Sis datang waktunya cuma 20 menit dari tadi." jelas Ari


"dari tadi lo kemana aja, ini udah jalan lima belas menit. Sini in!!" pinta Tamara


Tamara pun maju ke depan dan membacakan pengumuman. Yang isinya pemberitahuan bahwa sabtu depan adalah hari ulang tahun sekolah. Dan setiap kelas di wajib kan menampilkan minimal satu pertunjukan dan akan di nilai. Akan di pilih tiga pemenang untuk mendapat hadiah uang tunai.


"pikir keri lah" jawab Jen


"SETUJU" seru semua teman kelasnya.


💨💨💨💨


Di depan sebuah gedung perkantoran Axel memarkirkan mobilnya. Ia turun dari mobil dan langsung berjalan masuk. Banyak karyawan sang papa yang memberi hormat dengan mengangguk kan kepalanya. Axel hanya menanggapi dengan anggukan kecil kadang dia cuek. Setelah masuki lift Axel menekan tombol lima. Di lantai itulah ruangan Axel berada, sedangkan ruangan sang papa ada di lantai enam.


"mas Axel udah sampai, biar saya siapkan berkasnya" kata Yulia sekertaris sang papa yang letak ruangannya di depan ruangan Axel.


"em" hanya itu jawaban Axel dan langsung masuk ruangannya.


tok tok tok


"kok gak ada jawaban" gumam Yulia


tok tok tok

__ADS_1


Masih belum ada jawaban, akhirnya dengan hati hati Yulia membuka pintu ruangan Axel. tidak ada Axel di meja kerjanya.


ceklek


Pintu ruang istirahat Axel di buka. Menampilkan Axel yang lebih segar dan berpakaian formal. Yulia sempat terpesona dengan keindahan ini.


"eehheeem" suara deheman Axel.


"ma,, maaf mas tadi saya sudah ketuk ketuk tapi tidak ada jawaban", jawab Yulia gugup


"sini berkasnya" pinta Axel yang sudah duduk di kursi kerjanya.


Yulia mendekat dan menyerahkan berkas tersebut


"em mas Axel mau saya temenin?" tanya Yulia


Axel mengerutkan keningnya, bingung dengan pertanyaan Yulia.


"ma maksud saya, mau saya temenin ke perusahaan ADTC ?"


"gak usah saya sendiri saja, anda boleh keluar" kata Axel


"baik mas saya permisi" pamit Yulia


Ganteng tapi dingin, bikin gue gugup aja. batin Yulia.


Setelah mempelajari berkas dan juga rencana kerjasama, pukul tiga sore Axel keluar ruangan dan pergi ke ADTC perusahaan teman papah. Dan dua puluh menit kemudian Axel sampai. Axel sudah di jemput asisten pemilik perusahaan ini di lobby.


"mas Axel, mari saya antar" kata pak Tom


"terimakasih pak" jawab Axel mengikuti pak Tom


ceklek


Pak Tom membuka ruangan atasannya, sebelum itu beliau sudah mengetuknya terlebih dulu.


"silahkan mas" Axel hanya menggunak dan masuk ruangan.


"selamat sore Om" sapa Axel yang sudah kenal dengan teman papa nya ini.


"sore Xel,, sini duduk" ajak pak Adi sambil menuju ke sofa. Axel pun mengikuti langkah pak Adi, setelah duduk Axel menyalami beliau.


Axel dan pak Adi pun membahas tentang kerja sama yang akan berlangsung mungkin bulan depan. Setelah selesai dengan urusan pekerjaan, Axel pun mengutarakan niat untuk mengajukan proposal kepada perusahaan ini supaya ikut menjadi donatur untuk acara ulang tahun sekolah.


"kamu masih SMA Xel" tanya pak Adi yang sedikit heran. kalau di dilihat dari penampilan dan juga cara bicara Axel sudah seperti pebisnis muda.


"iya om, saya masih kelas XII " jawab Axel jujur


"anak saya juga kelas XII, di SMA kamu juga. oke om akan diskusi dulu dengan asisten om. Biar besok keputusan nya om kabari" jelas pak Adi


"Terimakasih om"

__ADS_1


"Axel ,, om bangga sama kamu, kamu anak baik cerdas dan sopan" puji pak Adi


__ADS_2