
Ari hanya melihat tingkah Jen yang mencurigakan.
"ini pak," jen menyerahkan kotak itu.
"kamu kasih ke Ari aja. Ari kamu ambil dua potong dan makan" perintah pak Wal
"ta tapi pak, iki kan asem banget" Ari sudah ngilu membayang kan
"asem gak Jen?" tanya pak Wal
"enggak," jawab Jen
"mana ada lemon gak asem, jangan ngadi ngadi deh" kata Ari
"kalau gak percaya ya cobain" Jen menyodorkan kotaknya
"ayo Ari, apa mau di titipkan ke kelas ipa?
"makan aja deh pak, satu ya?" tawar Ari.
"pilih yang gede Jen" perintah pak Wal
"nih, ambil" Jen menunjukkan yang potongan nya besar
Mau tidak mau Ari pun mengambil, setelah itu dia menjil*t sedikit. Baru juga menj*lat Bayu sudah merasa ke asaman. Expresi Bayu mengundang tawa teman temannya.
"MAKAN,,, MAKAN,,, MAKAN,," seru teman temannya
"wah kalian beneran durhaka sama bapak ketua" kata Ari
"sory Ar, kita lagi jadi anak buahnya Jen" saut Roni teman sebangku Ari
"hahaha bener banget Ron" saut Sasa
"udah makan" saut yang lain. Ari pun melirik pak Wal
"satu, dua, ti...?" belum selesai pak Wal berhitung roni sudah memakan lemon itu. karena takut hukumnya di ganti.
Terdengar suara tawa dari kelas ini.
"air dong air, asem banget" pinta Ari
"nih, gue kasih" kata Roni sambil maju ke depan
"Jen, lo dapet dari mana sih kaya gituan. Besok gue larang lo bawa gituan" kata Ari
"ya beli lah masa nyuri, lagian ya pak Wal aja gak papa aku bawa ini" jawab Jen
"sudah sudah kalian kembali duduk" kata pak Wal. Kemudian meneruskan perlajaran sampai jam istirahat.
Di kantin
"Jen lo udah siap buat nanti malem?" tanya Tamara
"udah, gue ntar nginep di tempat lo yak," kata Jen
"gue juga dong" saut Sasa
"ntar kalian berdua ke rumah gue dulu, baru sorenya kita pulang ke tempat lo." kata Jen
"bilang aja lo gak bisa kabur" ledek Tamara
"gue lagi males mikir, jadi lewat yang aman aman aja" kata Jen
"aman apanya?" saut Bayu yang baru datang
"Abay,,,,,, sini duduk" Bayu pun duduk di samping Jen.
"tadi belum jawab yang aman apanya?" tanya Bayu sekali lagi
"itu, tadi Tamara mau nyontek tugas sejarah" bohong Jen
__ADS_1
"jangan bohong" Bayu
" hehe Abay, udah pesen makan?"
"udah, ini mau?" tanya Bayu yang menarik mangkuk bakso pesanannya.
" mau satu suap aja"
"manja banget sih" kata Bayu sambil menyendok, meniup sebentar dan di suapkan ke Jen.
"manis" kata Jen
Tamara, Sasa dan Bayu bingung perasaan Bayu belum menambahkan apa apa di mangkuk nya, kenapa manis pikir mereka.
Melihat mereka bingung Jen pun buka suara.
"manis senyum dan perlakuan mu" kata Jen malu malu
"idih kumat bucinnya" ledek Sasa
"biarin wle,,, makanya cari pacar" jawab Jen
Tamara dan Bayu hanya menggeleng kan kepalanya.
🍃🍃🍃🍃
Sepulang sekolah Jen, Sasa dan Tamara melajukan motornya ke rumah Jen. Tapi sebelum itu mereka mampir ke bengkel bang Jo. Motor Jen yang akan di gunakan untuk balapan harus di pastikan aman.
Mereka meninggalkan motor Jen, dan jen di bonceng Tamara.
"BUNDA" sapa Tamara dan Sasa
"hey gadis gadis bunda, apa kabar sayang"
"kita baik bund, bunda sehat?" Tamara
"sehat Alhamdulillah. ayo kalian makan dulu" ajak bunda dan di ikuti ketiga gadis itu.
"ingat Sa kita numpang makan, jangan malu malu in" kata Tamara
"gak papa Tam, ayo kalian makan yang banyak. Gak usah sungkan dan malu" kata bunda
"Jen mau pakai oseng cumi aja bund" pinta Jen.
Saat mereka semua asik makan datang lah pak Adi.
"wah pada kumpul?" kata ayah
"iya yah, ayah baru pulang " tanya Jen
"iya, bund siap siap ya ikut ayah ke bandung" kata ayah
"loh kok ayah keluar kota lagi" kata Jen sambil cemberut
"besok pagi kalau gak nanti malam ayah sama bunda pulang kok, cuma menghadiri resepsi pernikahan" jelas ayah
"kok mendadak sih yah?" tanya bunda
"sebenarnya enggak bund, tapi ayah lupa 😁"
"emang udah tua banget apa sampai lupa" ledek bunda
"ya kalau belum tua ayah mau anak satu lagi bund" saut ayah
uhuk uhuk
"pelan pelan Sa," Tamara mengelus punggung Sasa yang sedang minum
" ayah sih, " gerutu Jen
"hehe maaf ayah cuma becanda"
__ADS_1
"kalau ayah sama bunda pergi, Jen nginep di tempat Tamara ya "
Ayah melirik ke tiga gadis itu yang sepertinya sangat berharap.
"iya, asal jangan aneh aneh" kata ayah
"SIAP AYAH" kata mereka kompak
Setelah makan siang ketiga gadis itu memutuskan untuk istirahat di kamar Jen. Pukul lima sore bunda membangunkan Jen.
"Jen bangun dulu, bunda sama ayah mau berangkat"
"eemm, apa bund?" tanya Jen setengah sadar.
"bunda sama ayah mau berangkat dulu, kalian cepat bangun dan mandi" jelas bunda
" iya bunda sama ayah hati hati" kata Jen yang berusaha duduk.
"iya sayang" bunda mengelus kepala Jen dan beranjak keluar kamar.
Pukul enam sore Jen dan Tamara menuju rumah Tamara. Sedangkan Sasa pulang terlebih dahulu. Mereka akan berkumpul lagi di tempat bang Jo jam delapan.
"gimana udah siap bang motor Jen?" tanya Jen pada Johan
"beres, kamu coba dulu mumpung belum mulai" saran Johan
Akhirnya Jen mencoba motor sport nya.
"gila,,,,, pas banget bang," kata Jen yang sudah selesai mencoba motor nya.
"kalau buat keseharian gak nyaman nanti abang kembalikan kaya yang tadi"
"gak usah bang, Jen suka yang kaya gini"
"ya udah hati hati aja kalau di jalan umum."
Di sisi lain di sebuah kafe,, Axel, Satria dan Dio sedang berkumpul.
"bro gue kemarin di ajak bang Jo buat liat pertandingan balap," cerita Axel
"dimana?" tanya Satria
"di bengkelnya," Axel juga mengenal Johan, karena bengkel Axel juga kerjasama dengan Johan. Kalau Johan khusus motor Axel memiliki bengkel mobil. Axel juga berinvestasi di bengkel Johan.
"jam berapa, besok kan libur lihat aja lah" ajak Dio
"bilang aja mau cari betina" saut Satria
"ya sekalian lah, siapa tau ada yang bening" jawab Dio
"gimana Xel,"
" boleh deh ayo mungkin sebentar lagi mulai" jawab Axel sambil beranjak di ikuti kedua temannya.
Di bengkel johan sudah ramai para anggota club motor dan geng motor. Bagi peserta balap sedang mendengarkan arahan dan aturan bermain. Aturan permainan adalah karena ada dua belas peserta cowok maka, enam Peserta cowok tanding lalu di pilih dua pemenang. Setelah mendapat empat peserta pemenang lalu bermain lagi dan di pilih satu pemenang.
Sedangkan untuk peserta putri ada sembilan orang, yang pertama bermain lima orang di ambil dua pemenang dan empat orang di ambil satu pemenang. Ketiga pemenang pun akan bermain dan di pilih satu pemenang.
Setelah paham semua peserta cewek duluan yang akan bertanding. Sorak sorak dari penonton dan pendukung pun mulai terdengar. Terlihat Sinta yang bermain terlebih dahulu
"semangat Sin," teriak Sasa
SINTA
SINTA
SINTA GO GO GO
Begitu lah dukungan dari club No Name ini.
#kira kira gimana nih sinta menang gak,,???
__ADS_1