Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Menghilang


__ADS_3

Di sebuah kedai susu segar yang lumayan ramai. Ayah dan bunda melangkah masuk untuk bertemu Bayu.


"om, tante, selamat malam" sapa Bayu


"malam juga Bayu, rame ya?" tanya ayah


"Alhamdulillah om, om mau pesen apa biar saya buat kan?"


"saya mau susu jahe dua ya, Bayu boleh om bicara sebentar sama kamu?"


"boleh om, biar saya buatkan dulu"


"Kita tunggu di sana ya Bayu" kata ayah menunjuk tempat lesehan yang sepi.


"iya om"


Beberapa saat Bayu datang dengan membawa dua gelas susu jahe


"silahkan om, tante"


"Bayu silahkan duduk dulu" kata bunda dan Bayu menurut.


"gimana sekolah kamu Bay, lancar?" tanya bunda


"lancar tante"


"Bayu, om dan Tante kesini ada yang mau dibicarakan. Tentang Jen" jelas ayah


"Jen kenapa om?"


"Jadi om sama tante mau menjodohkan Jen dengan anak teman om. Dan ternyata om baru tau kalau kalian itu pacaran."


Bayu yang mendengar kenyataan itu pun hanya terdiam.


"Bayu, kita yakin kamu anak yang baik, maaf kalau kita harus melakukan ini karena demi kebaikan Jen." sahut bunda


"apa karena Jen berpacaran dengan saya, om dan tante menjodohkan Jen?" Bayu merasa sangat bersalah.


"bukan itu Bay, ini juga demi kebaikan kamu" kata Ayah dan mulai menjelaskan alasan menjodohkan Jen.


"apa Jen mau?"


"Jen menolak, dan om tidak bisa membujuk Jen"


"sebelumnya Bayu minta maaf sama om dan tante karena tidak jujur dengan hubungan kami. Saya juga menyadari bahwa ini pasti akan terjadi cepat atau lambat. Saya tidak papa om, tante, saya coba bantu bujuk Jen. Bukan karena saya tidak sayang dengan Jen. Setelah mendengar penjelasan om, saya benar benar sadar diri. Mungkin memang ini yang terbaik buat kita berdua". kata Bayu


"kamu benar-benar anak yang baik Bayu. Terimakasih kamu mau bantu om dan tante. Makasih buat kasih sayang yang kamu berikan ke Jen. Buat perhatian yang selama ini kamu tunjukkan ke Jen. Tante doa kan yang terbaik buat kamu. Maaf kita harus memisahkan kalian berdua. Kami benar-benar minta maaf Bayu" kata bunda tulus ke pada Bayu.


"Demi Jen, Bayu rela tante" jawab Bayu.


Setelah menyelesaikan pembicaraan dengan Bayu. Ayah dan bunda pun memutuskan untuk pulang. Bayu hanya diam dan termenung menatap ke alun alun yang sudah mulai sepi pengunjung.


"kenapa?" pertanyaan dan tepukan di pundak nya membuat ia sadar


"enggak" jawab Bayu


"ada apa? habis ketemu orang tua Jen lo jadi kek gini?" tanya Deni partner jualan Bayu


"Jen akan di jodohkan" Jawab Bayu


"sama siapa?"

__ADS_1


"aku juga gak tau. Kata om Adi anak dari temannya."


"lo galau? sedih? gundah gulana?"


"gue gak papa, tapi gue mikirin Jen gimana"


"lah emang gimana?"


"aku sendiri juga belum tahu. Gak ada kabar dari Jen."


"saran gue, lo jangan hubungi Jen dulu. Biar dia tenang dulu dan lo juga tenang. Besok kalau udah siap pasti Jen akan jujur ke lo, ya walaupun lo udah tau semuanya." kata Deni


"iya Den makasih sarannya."


.


.


.


Di sisi lain Jen sedang menangis di pangkuan mbok Jum.


"ayah sama bunda kok jahat ya mbok" kata Jen sambil menangis


"Non, tidak ada orang tua yang jahat kepada anaknya. Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anak anaknya." jelas mbok Jum


"tapi kenapa harus dengan cara ini mbok. Jen gak bisa"


"Pasti bisa non. Mbok yakin laki laki yang akan di jodohkan dengan non Jen pasti laki laki yang baik, yang bertanggung jawab, yang bisa jaga non Jen"


"belum tentu mbok, itu baik menurut ayah"


"kalau belum tentu seperti yang mbok bilang tadi, mana mungkin bapak akan memilih dia buat non Jen. Mbok sangat yakin kalau bapak dan ibu itu sayang banget sama non Jen. Dan ingin yang benar-benar terbaik buat non"


"non cantik, semua anak itu bukan beban. Semua pasangan suami istri pasti menginginkan anak. Apapun caranya akan di lakukan demi mendapatkan keturunan. Jangan pernah berfikir seperti itu. Non Jen harus sabar dan ikhlas. Siapa tau dengan ke ikhlasan hati non Jen semua akan baik baik saja."


"tapi Bayu mbok,?"


"Bayu pasti baik baik saja. Percaya sama mbok. Bayu anak yang pengertian dan Bayu tidak akan membenci non". kata mbok Jum yang mengelus kepala Jen.


Memang Jen sering bercerita dengan mbok Jum. Ia sering ke kamar mbok Jum jika di rasa ia sedang tidak nyaman dengan pikiran nya. Entah kangen dengan orang tua nya, entah masalah sekolah ataupun temannya. Dan tanpa Jen sadari ia sudah terlelap di pangkuan mbok Jum, mungkin karena capek menangis dan pikiran nya.


tok tok tok


"masuk" jawab mbok Jum


"mbok, Jen di,,,," pertanyaan bunda terhenti ketika melihat Jen yang tertidur dan kadang masih terisak


"kecapekan menangis bu, biar tidur disini" kata mbok Jum sambil berbisik


"iya mbok, makasih mbok udah jaga Jen" jawab bunda sambil berbisik juga


"sama sama bu"


"saya pamit mbok" kata bunda sebelum pergi dan di angguki mbok Jum


.


.


⛅⛅⛅🌤️🌤️🌤️🌤️

__ADS_1


Pagi ini mbok Jum, bi Ar dan juga bunda sudah sibuk di dapur.


"bu sarapan sudah siap, sarapan dulu aja bu biar mbok bangunin non Jen" saran mbok Jum


"iya mbok aku panggil ayah dulu."


Mbok jum menuju kamar untuk membangun Jen. Setelah sampai di kamar ternyata Jen tidak ada. Akhirnya mbok Jum mencari ke kamar Jennaira sendiri. Dan nihil sama sekali tidak ada. Mbok yang panik pun mulai turun untuk mencari bantuan.


"buk ,,,,, ibu " Panggil mbok Jum


"ada apa mbok kok panik?" tanya bunda


"itu bu, mb Jen gak ada di kamar mbok."


"di kamar Jen ada gak?"


"gak ada buk,"


"kenapa bun?" tanya ayah yang baru datang


"ini yah, Jen gak ada di kamar"


"terus kemana?" tanya ayah lagi yang belum paham.


"ya gak tau lah yah, mbok coba minta bantuan semua buat nyari di sekitar rumah. Saya nyari di lantai atas" pinta bunda


"iya bu, saya permisi dulu"


"yah apa Jen kabur ya?"


"kita cari dulu, kamu yang tenang"


"tapi yah, nanti gimana jadinya?"


"gak papa, coba bunda telfon Jen dan teman temannya, biar ayah yang cari di atas" saran ayah


Kemudian setelah beberapa menit tidak ada yang menemukan Jen dimana-mana. Mereka berkumpul di ruang tengah.


"gimana mbok?"


"di lantai bawah gak ada pak?"


"bi Ar?"


"di halaman belakang juga gak ada pak"


"pak Min?"


"di halaman depan gak ada pak"


"pak satpam?"


"kita dari samping dan garasi pak, tidak ada semua. Tapi motor non Jen gak ada dan pintu samping sudah di buka pak"


"teman temannya Jen pun semua gak ada yang tau yah"


"eh ini Tamara telfon" kata bunda


"gimana bun? tanya ayah setelah bunda menutup telfon


"di tempat Sinta juga gak ada katanya yah"

__ADS_1


"dimana ya" ayah memijat keningnya, saat berfikir ayah melihat bi Ar dan mengingatkannya akan sesuatu.


Dengan segera ayah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang mungkin tau di mana Jen berada.


__ADS_2