
Jen sampai di mana Tamara sudah menunggunya dan Sasa. Beberapa menit kemudian Sasa datang dan mereka memutuskan untuk berangkat ke sekolah. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih sepuluh menit, yang artinya gerbang akan di tutup lima menit lagi.
Mereka bertiga menambah laju motornya. Dan pas saat Axel dan pak satpam memegang gerbang yang akan di tarik, ketiga gadis itu sampai di depan gerbang. Buru buru mereka masuk satu persatu.
priiiiiiitt
Suara peluit yang di tiup oleh Satria. Bahkan Satria sudah membentangkan tangannya di depan ke tiga gadis itu. Mau tidak mau ketiga gadis itu berhenti di depan Satria.
"buka helm kalian" kata Satria yang tidak tahu siapa yang ada di depannya.
Dengan gaya slow motion mereka membuka helm dan mengibaskan rambutnya. Tidak lupa mereka bergaya dengan menumpukan tangannya di atas helm untuk menyangga dagunya. Arah pandang Tamara, Jen dan juga Sasa sama, yaitu Satria.
"lah kok kalian?" kaget Satria
"kenapa emang,?" tanya Tamara dengan gaya centilnya
"gu gue baru tahu kalau kalian naik motor ke sekolah" jawab Satria yang sedikit terbata karena terpesona dengan Tamara
"dari dulu kita udah bawa motor" jawab Tamara lagi
ck
"bukanya tadi pak Supri udah kasih tahu sama kamu?" kata Axel pada Jen
"iya, tapi aku di kasih ijin papah." kata Jen yang menggigit bibir bawahku.
"aku berhak menghukum kalian loh" kata Axel
"GAK TAKUT" jawab mereka kompak dan mengedipkan mata.
"gue nyerah Xel" kata Satria
Awas kamu Yang, berani genit. Batin Axel yang tersenyum miring pada Jen.
"sana parkirin motornya dan masuk kelas" perintah Axel.
Dengan segera mereka menuju ke parkiran, setelah itu menganti celana dangan seragam.
Di lorong kelas masih banyak siswa siswi yang mengobrol di depan kelas mereka. Karena memang hari ini hari pertama sekolah jadi jam pertama kosong. Karena para guru masih rapat. Tamara, Jen dan Sasa berjalan bersamaan bak model yang sedang berjalan di atas catwalk. Dengan wajah datar nya yang membuat banyak pasang mata terpesona.
"gila demage nya" siswa 1
"pacar gue" siswa 2
"kaka cantik mau adek temenin" siswa 3
"pengen gue anterin" siswa 4
"kemana?" siswa 5
"penghulu sama gue" siswa 4
"huuu ngarep" siswa ,2,3,5
Masih banyak lagi bisik bisik siswa yang melihat mereka bertiga.
"woy bos geng" panggil Ari yang berada di belakang mereka bertiga.
Dengan langkah yang sama dan berbarengan, mereka bertiga berbalik ke belakang kemudian kembali ke depan. Sama persis seperti model yang sedang show. Mereka melanjutkan langkahnya setelah tahu siapa yang memanggil mereka.
"tunggu gue" Ari lagi.
Dengan segera Tamara, Jen dan Sasa lari dengan berbeda arah. Membuat Ari bingung akan ikut siapa.
"mak.....gue di tinggal mak....." Ari pura pura menangis. Beberapa siswa yang melihat pun tertawa dengan tingkah Jen dan kawan-kawan.
.
.
.
.
__ADS_1
Jen yang berlari menuju kantin, karena sudah di pastikan kedua sahabatnya juga akan menuju ke sana.
bruk
Jen tersandung dan untung saja ada seseorang yang menangkap Jen, agar tidak tersungkur.
Bau parfum ini, gue kenal banget. Apa mungkin dia?, siapa pun Jen lo harus segera membuka mata lo. batin Jen bermonolog
Perlahan Jen membuka matanya, dilihatnya seseorang yang sangat ia kenal. Senyum an yang selalu ia tunjukkan kepada Jen. Jen membalas senyuman itu dengan tulus, kemudian ia membenarkan posisi berdirinya di bantu siswa itu.
"hati hati, jangan lari lari" kata siswa itu
"i..iya. Maaf aku gak sengaja" kata Jen menunduk
" gak papa" jawabnya
"makasih Bayu" kata Jen sambil melihat sebentar manik mata Bayu yang setia memandang nya.
"sama sama, kamu apa kabar?" tanya Bayu
"baik, kamu sendiri?" Jen
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat" Bayu
"aku ke sana dulu ya Bay, udah di tunggu Tam Sa" kata Jen yang entah kenapa ia merasa canggung dengan Bayu.
"iya, salam buat Axel" bisik Bayu
"nanti aku salamin" jawab Jen sambil mengangguk.
Kenapa gue jadi biasa aja sama Bayu, apa mungkin rasa itu udah tidak ada lagi. Masa iya secepat itu. Kalau memang iya, berarti Axel sudah berhasil buat gue move on. Batin Jen sambil berjalan pelan.
"ekhem" suara deheman seseorang membuat Jen tersadar.
Dilihatnya Axel sedang berjalan di sampingnya.
"temui gue di roof top" kata Axel sambil berlalu. Mungkin hanya Jen yang bisa mendengar kata Axel
Jen melanjutkan langkahnya ke kantin. Disana Tamara dan Sasa sudah menunggu.
"lama lo" Tamara.
"iya nyasar" Jen
"nih minum" kata Tamara
"oke thanks" Jen
Mereka menghabiskan jam pertama yang kosong ini untuk santai di kantin. Sedang kan Axel di buat kesal karena menunggu Jen.
.
.
.
Di kelas XII ips 1.
"selamat pagi semua" sapa bu Ira guru matematika.
"PAGI BU" jawab mereka semua
"langsung masuk materi ya" kata bu Ira
"yah bu, kita curhat dulu aja" kat Jamil
"saya tidak menerima curhatan kalian. ayo di buka bukunya" kata bu Ira
Dengan terpaksa mereka membuka bukunya, bayang kan saja baru masuk sekolah sudah di suguhkan angka angka yang tidak ada habisnya.
Jen merasa sangat mengantuk, ia menyandarkan kepalanya di meja. Tidak hanya Jen yang merasa ngantuk, Ari, Jamil, dan Reno pun juga sama.
"tolong yang keberatan menyangga kepala, silahkan keluar" kata bu Ira tegas.
__ADS_1
Membuat Ari, Jen, Jamil dan Reno mengangkat kepalanya.
"kalian Ke lu ar" ulang bu Ira
Dengan segera Jen keluar kelas di ikuti ketiga cowok itu. Jen menuju ke UKS.
"kok ke uks sih bro?" tanya Jamil pada Jen
"ngantuk gue" jawab Jen
"baru jam segini ngantuk bae, abis ngapain lo?" Jamil
"dugem" Jen
"dugem mulu lo" Ari
"biarin" kata Jen memasuki ruang uks
"ada apa ini pasukan huru hara pada ke sini?" tanya pak Agus
"ngantuk" Jen
"males" Ari
"dihukum" Reno
"mau curhat" Jamil
"curhat mulu lo, lha emang apa yang mau lo curhatin?" tanya Ari
"liburan gue kurang, terus gue juga gak dapat uang saku 😩" jelas Jamil
"DERITA LO" kata Jen, Ari dan Reno
"yang bener yang mana ini?" tanya pak Agus
"ya kita di hukum pak, karena ngantuk jadi gue eh maksudnya aku mau tidur di sini aja" jawab Jen
"gak bisa gitu dong" pak Agus
"dari pada aku menggemparkan sekolah lo pak. Nanti ujungnya juga di hukum bapak" kata Jen
"iya juga, ya udah sana" kata pak Agus
Jen beranjak ke ranjang uks di ikuti ke-tiga temannya.
"eh kalian bertiga mau ngapain?" pak Agus
"sama lah pak mau tidur" Ari
"ya jangan" Pak agus
"kok Jen boleh" Reno
"kalian duduk di situ aja, jagan ikutan di ranjang. Bahaya" pak Agus
"yah gak asik" Jamil
"kamu curhat lagi aja sini" pak Agus
tok tok tok
"permisi" kata seseorang yang berada di ambang pintu
"masuk Xel" kata pak Agus
"maaf pak mau minta kotak P3K" kata Axel
"itu ambil aja" tunjuk pak Agus.
Axel mengambil kotak itu, dan melirik ke ranjang. Seperti ia kenal gadis yang berbaring itu.
*M*asa sih, tapi kenapa. Nanti aja deh. gue ke lapangan dulu. batin Axel
__ADS_1