
Malam ini seperti yang di janjikan ketiga itu bertemu di kafe. Tamara dan Sinta sudah menunggu. Terlihat Jen yang baru dateng dan menuju meja mereka.
"hay, Sasa mana?" tanya Jen
" itu " tunjuk Sinta yang melihat Sasa baru dateng.
"gimana Jen lo siap gak buat balapan?" tanya Tamara
"gue sih siap siap aja, tp yang gue takutin bokap udah pulang belum." jelas Jen
"alah biasanya lo juga bisa kabur π€." kata Sinta.
"haha iya sih, manjat balkon" kata Jen
Beberapa menit kemudian mereka sibuk dengan ponselnya dan sesekali ngobrol. Pesanan makanan pun sudah datang.
"Sin gimana yang semalem" tanya Jen pada Sinta
"uhuuk,,,,,," Sinta tersedak
"nih minum, apaan sih sampai kelesek gitu?" Tamara
Setelah minum dan tenang Sinta melirik teman temannya yang seperti nunggu jawabannya.
"em jadi tadi gue udah ngobrol sama dia, dan dia bilang mau, gak masalah lah dengan gaya pacaran positif" jelas Sinta
"jadi lo udah punya pacar?" Sasa
Sinta me nganggukan kepalanya dan tersenyum malu.
"huuaaaaaa" Sasa pura pura menangis
"kenapa lo?" Tamara
"gue jomblowati huuaaa"
"hus diem, malu di liatin orang" kata Jen sambil membungkam mulut Sasa
"lo lupa gue juga jojoba?" Tamara
"jomblo jomblo bahagia" kompak Tamara dan Sasa. Lalu mereka tertawa
Di meja lain ada tiga cowok yang juga nongkrong di kafe. Mereka bertiga duduk di meja in door, pandangan mereka mengarah ke luar di mana terlihat ke empat gadis sedang tertawa dan saling bercanda.
"gue liat dari kemarin lo liatin mereka mulu, apa perasaan gue? " tanya Dio
"perasaan lo aja" jawab Axel cuek
"masak sih, emang gitu Sat? " Satria hanya menaikkan bahu tanda tidak tahu.
"tapi ya gue kalo jadi pacar si Jen itu mau banget, andai aja dia bisa di tikung pasti gue tikung haha" kata Satria yang mendapat tatapan tajam dari Axel
"gila lo diem diem mau nikung bini orang," Dio
"bukan bini ya, jadi aman aman aja, lagian ya siapa juga yang bisa nolak cewek itu." Satria
__ADS_1
"emang kenapa sama dia, kayaknya lo dari kemarin muji dia" tanya Axel
"Dia itu ya cewek cantik pastinya hahaha" Satia
"itu doang gue juga tau" Dio
"bukan hanya itu, kalian tahu Bayu pacarnya Jen.? Dia itu anak pembantu nya keluarga Jen " jelas Satria
"emang kenapa? kok lo bisa tau?" pertanyaan kepo Dio
"jelas gue salut lah sama dia, bisa menerima cowoknya apa adanya, gak malu punya pacar ya kata kasarnya sih anak pembantunya sendiri. Dia juga setia, buktinya banyak cowok yang suka tapi dia cuek dan menutup diri, itu baru sama pacar gimana sama suami nya nanti." Jelas Satria
"dan lagi ya, dia itu cantik dan kaya, kenapa gak sama gue aja, malah milih pacar nya?" sambung Satria sambil menaik turun kan alisnya
"uuh ngarep banget lo, lagian kok lo tau banget tentang mereka?" Dio
" lo lupa Irfan siapa? gue taunya juga dari dia." ya Irfan adalah sepupu Satria
Bener juga yang di katakan Satria, berarti cinta Jen tulus buat pacarnya. Sekarang sudah langka gadis seperti itu. Batin Axel
"ngalamun aja bos" Dio membuyarkan lamunan Axel.
"cabut yuk dah malem ini" kata Axel
"kaya anak perawan aja jam segini udah malem" kata Satria.
Akhirnya mereka pulang, sedangkan Jen dan kawan kawan juga sudah pulang.
π«π«π«π«π«π«π«
"Mana ya kok belum muncul" gumam Jen celingukan di ruang tunggu bandara.
"Ayah bunda" panggil Jen sedikit berteriak dan berlari kecil ke arah sang bunda
"sayang" jawab bunda Ayu
"Jen kangen bunda sama ayah". Jen
memeluk bundanya
"kita juga kangen banget" kata ayah yang ikut memeluk putrinya.
"kamu sama siapa nak?" tanya bunda
"sama pak Min di mobil" jawabnya
"ya udah kita pulang yuk" kata ayah di angguki istri dan anaknya.
Setelah menempuh perjalanan enam puluh menit, akhirnya mereka sampai di rumah.
Di meja makan keluarga Aditama
"gimana sekolah kamu Jen selama ayah bunda pergi?" tanya ayah
"lancar yah seperti biasanya."
__ADS_1
"sebentar lagi kamu ujian tengah semester, setelah itu persiapan ujian sekolah dan Nasional, ayah harap kamu belajar yang rajin"
"iya ayah, hehe"
"mau makan sama apa Jen?" kata bunda yang mau mengambil kan lauk untuk Jen
"mau ayam aja bund, sambel sama lalap nya biar Jen"
Walaupun orang kaya tapi selera makan keluarga ini sangat sederhana dan lebih suka dengan masakan Nusantara. Bahkan Jen pun tidak pilih pilih dalam urusan makanan. Asal dia doyan dan tidak beracun pasti dia makan π.
"kamu itu kalau udah ada sambel sama lalapan udah kaya gak makan setahun aja," kata bunda yang melihat Jen mencolekkan daun singkong rebus ke sambal.
"enak bund, lagian sehat juga kok" kata Jen
Selesai makan malam, keluarga Aditama ke ruang tengah. Mereka bercengkrama sambil melihat tv. Tidak berapa lama ada yang mengetuk pintu.
"maaf pak, ada tamu yang nyari pak Adi" kata mbok Jum
"iya mbok, suruh ke ruang kerja saya aja mbok" kata ayah sambil beranjak dari sofa.
"siapa sih bund" tanya Jen
"kalau ke ruang kerja ya mungkin urusan kerjaan Jen" kata bunda.
Di ruang kerja ayah nampak ayah sedang memutar sebuah vidio. Ayah terlihat sangat serius dan sesekali mengelengkan kepalanya.
"yakin hanya ini dan tidak ada yang lain" tanya ayah pada seseorang yang duduk di depannya.
"yakin pak" kata Bejo
"kamu pantau terus dan laporkan ke saya"
"siap pak, kalau gitu saya permisi" Di jawab anggukan dari Ayah
β¨β¨β¨
Terlihat di sebuah kamar seorang cowok sedang gusar. Pikirannya hanya ada seorang gadis yang beberapa hari ini datang dalam ingatan nya.
Gila kenapa gue mikirin dia lagi sih, ini gak boleh terjadi. Masa iya gue mau ngerebut dia dari pacarnya, terus gue harus gimana. Batin Axel
Kenapa juga harus dia, masih banyak cewek cantik dan baik. Hey otak hilangkan jauh jauh pikiran tentang dia, dan hati kunci rapat rapat agar tidak mengejar dia untuk masuk. kata Axel dalam hati sambil memukul pelan kepala dan dadanya.
Tanpa Axel sadari sang papa sudah berdiri di depannya.
"kamu kenapa Xel?" tanya papa yang mengagetkan Axel.
"papa,,,,,,, kok gak ketok pintu dulu. Bikin Axel kaget" sang papa hanya tersenyum dan duduk di ranjang anaknya.
" jawab dulu kamu kenapa gitu? ada masalah apa jatuh cinta?" Axel hanya diam dan menggeleng
"papa mau minta tolong sama kamu, besok siang datang ke kantor temen papa ya. Bahas kerja sama soal pembangunan moll di daerah Bali." kata papa
#minta dukungannya dong readers,,,
biar semangat akunya βΊοΈβΊοΈπππ
__ADS_1