
Sebuah postingan yang di unggah Axel tadi membuat para pengikut atau fansnya bertanya tanya. Mereka tidak menyangka kalau Axel punya idaman hati.
@Diosahputa
Si mobil merah
@Satriabajakuning
mood booster Axel saat ini
@Rani
*wah pacar kaka ya?
@A....
Patah hatiku 💔
@B...
Diam diam udah ada yang punya
@C....
Kalau saingannya seperti itu aku mundur.
@Mira....
siapa Xel..?
Begitulah beberapa komentar yang mampir di postingan Axel. Dan sayangnya Axel tidak membalas.
.
.
Sampai nya di rumah Axel merebahkan diri di kamar nya.
"sayang kamu udah pulang?" tanya Mamah yang memang tidak tahu kalau Axel sudah pulang
"iya mah," jawab Axel
"kamu makan dulu, terus istirahat ya" saran mamah
"mah,.Jen dipingit ya?" tanya Axel
"iya sayang, mamah lupa mau ngasih tau kamu."
__ADS_1
"aku khawatir mah, dari semalem Axel hubungi Jen tapi gak bisa"
"ponsel Jen disita bundanya 😁. Kamu sabar dong tinggal dua hari saja" goda bunda
"iya iya mamah, Axel bersih bersih dulu"
"mamah tunggu di bawah"
.
.
Sedangkan di rumah Aditama dua orang gadis sedang berhenti di depan gerbang yang tertutup. Sasa dan Tamara tadi memutuskan untuk kerumah Jen. Mereka ingin memastikan Jen baik baik saja.
"paaaak" teriak Sasa pada satpam rumah Jen yang berada di taman depan. Pak satpam pun lari menghampiri mereka.
"non Sasa non Tamara"
"iya pak tolong bukain kita mau ketemu Jen" kata Tamara
"wah non maafin bapak ya, non Jen nya belum bisa di temui" kata pak satpam
"kenapa pak?" tanya Sasa
"aduh gimana bapak yang ngejelasin, ya pokoknya non Jen baik baik saja, dan mungkin untuk beberapa hari kedepan belum bisa di temui dulu" Jelas pak satpam
"tapi pak?" Tamara
"ya udah deh pak, yuk pulang Sa"
Dengan rasa kecewa dan penuh tanya Sasa dan Tamara pun pulang.
.
.
.
Pagi ini Jen dan keluarganya berangkat ke hotel. Sebenarnya pagi ini adalah jadwal pengambilan Raport. Mungkin mamah Rere yang akan mengambil punya Jen.
Setelah Jen selesai di rias ia di bawa juru rias menghadap kedua orangtuanya. Jen akan melakukan sungkeman untuk meminta doa restu. Sampai di depan kedua orangtuanya Jen bersimpuh di kaki ibunya terlebih dahulu. Jen memegang tangan sang bunda yang ada di atas pangkuan, mengelus dan mencium tangan sang bunda. Bunda pun mengelus kepala anaknya.
"bunda,,, maafin Jen bila selama ini Jen berdosa pada bunda. Jen tidak menurut dan belum bisa membuat bunda bangga. Jen sangat berterimakasih pada bunda yang sudah sabar mendidik Jen, menyayangi Jen, dan membesarkan Jen sampai Jen seperti ini. Jen sangat menyayangi bunda. Bunda,,,, 😢 hari ini Jen meminta restu pada bunda, besok insyaallah Jen akan menikah dengan Axel Alexander. Doa kan rumah tangga Jen kelak akan abadi, penuh cinta dan kasih sayang seperti ayah dan bunda. Jen juga meminta bunda untuk mengarahkan Jen supaya menjadi seorang istri yang berbakti kepada suami seperti bunda. Seorang ibu yang menyayangi dan bersabar mendidik anak seperti bunda. Jen minta doa dan restu bunda" kata Jen dan merebahkan kepalanya di pangkuan sang bunda.
Dengan kesungguhan hati Jen meminta kepada sang bunda dan itu berhasil membuat semua yang ada di sana trenyuh bahkan ikut meneteskan air mata.
"Sayang, Jen anakku, kamu adalah jantung hati bunda. Semua kesalahanmu sudah bunda maafkan. Sudah kewajiban bunda untuk merawat dan mendidik kamu sayang. Bunda merestui kamu dan calon suamimu Axel. Bunda juga akan selalu mendoakan kalian agar selalu bersama dan bahagia. Bunda akan mengajarkan dan menuntun kamu untuk menjadi istri yang berbakti." Jawab bunda dengan sesenggukan, sesekali ia menghapus air mata. Bunda juga mengelus kepala Jen.
__ADS_1
Ibu dan anak ini larut dalam suasana haru. Kemudian Jen mengangkat kepalanya dari pangkuan bunda dan memandang sang bunda yang tersenyum. Jen tersenyum dan juga meneteskan air mata.
"kamu pasti bisa anakku" kata bunda sambil mengusap air mata Jen, setelah itu Jen sedikit menegakkan tubuhnya untuk memeluk erat bunda.
Kata maaf dan maaf yang terucap dari bibir Jen. Membuat sang bunda menangis dan mengelus punggung Jen. Dirasa sudah lebih tenang Jen melepas pelukan itu dan bergeser di depan yang ayah.
Rentangan tangan dan senyuman hangat menyambut Jen. Jen langsung masuk kedalam pelukan sang ayah.
"ayah,,,," panggil Jen setelah mengurai pelukan itu dan beralih memegang tangan sang ayah, menciumnya dan menempel pipinya di tangan sang ayah. Jen sulit berkata kata, entah kenapa Jen sangat merasa bersalah. Ayah hanya mengelus kepala Jen untuk memberi keterangan.
"Ayah,, maafin Jen. 😭 em...Je Jen banyak salah sama ayah. Jen sudah menyakiti hati ayah dan bunda dengan semua kelakuan Jen. Jen benar benar minta maaf ayah." Jen menjeda ucapan nya karena merasa begitu sedih dan menyesal dengan kelakuannya yang mungkin tidak di sukai orang tuanya.
Terlihat ayah menggeleng dan menghapus air mata Jen.
"kamu tidak menyakiti ayah dan bunda, kamu anak yang baik, ayah yang kurang memperhatikan kamu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri nak". Kata ayah dan itu berhasil membuat Jen menangis tersedu-sedu di pangkuan sang ayah.
"ayah,,, Jen mau mengucapkan banyak terimakasih kasih. maafkan Jen juga belum bisa membalas semua kebaikan ayah, belum menjadi anak yang ayah banggakan. Jen minta ijin untuk membangun rumah tangga dengan Axel, Jen yakin pilihan ayah selalu yang terbaik untuk Jen. Doakan dan restui kami ayah, bimbing kami agar menjadi yang lebih baik. Ayah adalah cinta pertama Jen, sampai kapan pun Jen akan selalu ingat dengan kasih sayang dan cinta yang ayah berikan. Jen sayang sama ayah dan bunda" kata Jen dengan tulus.
"kamu anak ayah yang paling ayah sayang, semua ayah lakukan demi kamu dan demi masa depan kamu Jen. Maaf juga kalau ayah punya banyak salah dan kekurangan. Jen pesan ayah, kamu harus nurut dengan suamimu, hargai dia, cintai dan sayangi dia. Dia yang akan menggantikan ayah menjaga dan membimbing kamu. Dampingi dia suka mau pun duka. Hiasi rumah tangga kalian dengan penuh cinta dan kebahagiaan. Kamu ingat Jen, rumah tangga itu tidak selalu berjalan mulus. Banyak rintangan ,kerikil, badai, godaan dan apapun itu, ayah minta kalian harus selalu sabar dan saling menjaga keutuhan rumah tangga. Kuncinya adalah kejujuran dan saling pengertian." begitulah pesan ayah kepada Jen.
Jen mengangguk paham, dan kembali berpelukan dengan sang ayah. Setelah itu di lanjutkan prosesi siraman. Semua acara hari ini berjalan dengan lancar dan juga penuh dengan haru. Menjelang malam acara hari ini sudah selesai dan semua beristirahat. Jen meminta sang bunda untuk menghubungi kedua sahabatnya, ia ingin kedua sahabatnya menjadi pendamping nya nanti.
Jen merebahkan tubuhnya di kasur hotel.
Semoga besok berjalan dengan lancar. Ya allah mudahkan lah niat baik kami. Hamba meminta agar setelah sah menjadi seorang istri, hati hamba tertutup dari ketulusan dan cinta lain selain suami hamba. Mata hamba tertutup dari kelebihan dan kebaikan pria lain selain suami hamba. Begitu pun dengan Axel yang akan menjadi suamiku. Hamba hanya ingin menjadi istri yang berbakti kepada suami. Doa Jen dalam hati.
tok tok tok
"Masuk" kata Jen
"Jen,,,,," teriak Sasa
"lo kemana sih Jen?" tanya Tamara
"gak usah banyak tanya, sini gue kangen" Jen merentangkan tangannya.
"kita juga kangen, khawatir sama lo" kata Sasa
"hehe maaf, gue baik baik saja kok"
"kok lo disini ngapain?" tanya Tamara
"besok ada acara keluarga, kalian temenin gue." jawab Jen
"acara apa?" Sasa
"besok kalian juga tahu" Jen
__ADS_1
.
.