
Setelah lima hari menjalani ujian tengah semester akhirnya hari ini adalah hari terakhir ujian.
"game over" kata Jen yang sudah menyelesaikan soal penjas nya (Materi olahraga).
"kuy cabut" ajak Ari mengkomando.
Dan setelah Ari berdiri semua kelas XII IPS 1 yang ada di ruangan itu ikut berdiri.
" kalian mau ngapain?" tanya bu Lina
"boleh keluar kan bu, kita udah selesai" kata Ari
"ya udah sini lembar jawabnya" kata bu Lina
"kita semua ada ritual bu sebentar" kata Ari
"semua angkat pensil tinggi tinggi dan ,,, klek" bunyi pensil di patahkan serentak
"kalian semua berjemur di lapangan, sampai jam pulang sekolah" perintah bu Lina
"kenapa bu?" tanya Ari
"tidak menghargai alat tulis, dan bikin rusuh" jawab bu Lina
"ya udah semua kita ke lapangan" ajak Ari dan di ikuti semuanya.
"shut ayo lari bikin tik tok, sampai lapangan goyang" kata Bella si anak narsis.
"boleh juga tuh sekali kali," jawab Jen
"satu dua tiga go," kata Ridwan yang bertugas memegang hp dan memvidio.
Semua lari turun tangga dan langsung menuju lapangan. Karena larinya bersamaan menimbulkan suara berisik dan juga menjadi pusat perhatian.
"eh kenapa tuh" Tanya Dio yang melihat
"gak tau, pada lari kemana sih?" saut Satria
Sedangkan Axel hanya melihat dari lantai dua, karena mereka sudah mulai masuk di lapangan upacara. Sampai di tengah lapangan mereka berhenti dan mulai berjoget dengan kedua tangan di depan dan memiringkan badan ke kanan, ke kiri, bertepuk tangan. Ridwan yang mengambil vidio pun tak kalah heboh, ia juga berjoget menggoyangkan pinggulnya. Aksi mereka mengundang tawa dan juga kesal karena sudah membuat panik taunya cuma mau buat tiktok.
Setelah selesai mereka tertawa bersama.
"kalian ini, ngapain?" tanya pak Budi yang kebetulan lewat
"di hukum pak" jawab mereka kompak
"di hukum bisa joget joget?" heran pak Budi
"hanya IPS 1 yang bisa seperti ini" bangga Ari
"siap siap masuk daftar buku BK kalian"
"boleh pak, dari pada gak ada yang ngisi" jawab Jen
Pak Budi menepuk keningnya melihat tingkah mereka.
Akhirnya mereka dihukum sampai pulanh sekolah. Setelah pulang XII IPS 1 merayakan kemenangan nya waktu hari ulang tahun sekolah. Mereka makan bersama di sebuah kafe. Jen sampai rumah pada sore hari.
🍃🍃🍃🍃
"Axel, setelah makan malam ada yang mau papa bicara kan" kata papa Al dan Axel pun mengangguk.
Di samping kolam rumah Axel
__ADS_1
"sini Xel" papah meminta Axel duduk di sampingnya
"ada apa pah?" tanya Axel tanpa basa-basi
"kamu itu langsung pada intinya" canda papa
" minum dulu," saut bunda yang baru datang dengan 3 gelas teh hangat
Setelah minum, papah menghela nafasnya dan mulai berbicara.
"jadi gini Xel, sebenarnya papah dan mamah berencana untuk menjodohkan kamu dan anak om Adi" papa menjeda ucapan nya untuk melihat reaksi Axel.
"dan besok minggu papa minta kamu ikut datang melamar anak om Adi" jelas papa Al
Diam tidak ada jawaban dari sang putra. Axel hanya memandang lurus ke arah kolam renang. Ia mencerna kata-kata yang papah.
"Axel tidak kenal pah, Axel juga masih sekolah" jawab Axel tenang
"Axel ini demi kebaikan semua, besok kamu juga pasti kenal." mama memberikan pengertian
"kenapa mendadak sih mah, pah?"
"sebenarnya tidak mendadak, kita cuma butuh waktu yang pas buat ngomong sama kamu. Kita takut ganggu belajar kamu kemarin." jelas papah
"pah, Axel gak bisa, Axel juga gak siap. Biarkan Axel memilih jodoh Axel sendiri" pinta Axel
"sekali ini aja sayang, kamu nurut sama papah mamah" kata mamah
"mah, apa Axel pernah tidak nurut sama mamah papah?" tanya Axel dan mamah pun menggeleng lemah.
"Xel, papah yakin kamu adalah laki laki yang bertanggung jawab, kamu pasti bisa dan akan siap setelah ini semua terjadi"
"pah,,,"
"ya kalau khawatir biar dia tinggal di sini dan Axel akan di apartemen. Axel bisa jaga diri pah". saran Axel
"gak bisa gitu dong sayang, mamah sama papah udah sayang banget sama dia, pengen banget dia jadi istri kamu. Mamah mohon Xel, demi mamah" kata mamah
Axel paling tidak bisa melihat mamahnya seperti ini.
"ini bukan pilihan Xel, maaf papah harus paksa kamu." kata papah
"Axel ijin ke rumah Satria. Mungkin Axel nanti tidak pulang, biar Axel pikir dulu"
"papah percaya kamu tidak akan mengecewakan papah Xel" kata papah sambil menepuk pundak anaknya.
Axel mengambil jaket dan kunci motor nya. Axel juga punya motor tapi memang jarang ia pakai.
Kenapa pah, mah.? apa salah Axel? .Demi kebaikan tapi mengorbankan masa depan Axel. Dan kenapa harus begini.!! batin Axel memberontak
"ahhhkkrrr" Axel menambah kecepatan motornya.
Setelah beberapa menit Axel pun sampai di rumah Satria.
"malam tante, Satria nya ada kan?" sapa Axel sopan.
"Ada Xel, langsung ke kamar aja. Apa mau makan dulu?" tawar mamah Satria
"makasih tante, tapi Axel sudah makan."
"ya sudah gak papa." kata mama satria.
Axel memasuki kamar Satria. Terlihat Satria sedang tiduran di atas kasurnya dan tidak menyadari Axel yang datang. Axel langsung merebahkan diri di samping Satria dan menutup mata dengan lengannya.
__ADS_1
"ngagetin lo" kata Satria
"em"
"kenapa lo? ada masalah?" tanya Satria
"entah lah, gue mau numpang tidur" jawab Axel
.
.
.
Di rumah keluarga Aditama
"gimana yah, mau ngomong sekarang?" tanya bunda
"besok aja bun, Jen juga udah istirahat"
"tapi kira kira gimana ya yah?"
"bunda berdoa saja, "
💫💫⛅🌤️☀️☀️☀️☀️
"bun ayah berangkat dulu, jangan lupa bilang sama Jen gak boleh kemana-mana" pamit ayah
"iya ayah hati hati dan cepat pulang"
"iya sayang, takut kangen ya?" goda ayah
"ih ayah apaan sih, kan mau ngomong sama Jen"
"iya bunda" jawab ayah lalu berjalan ke mobil.
"pagi bun," kata Jen sambil bergelayut manja.
"pagi sayang, mau sarapan?"
"boleh deh bun, ayah mana?" tanya Jen mengikuti langkah kaki sang bunda
"ayah ada urusan pekerjaan tadi, mendadak juga sih." jelas bunda dan Jen pun ber oh ria 😁
"ayah nitip pesen, kamu gak boleh ke mana mana karena ada yang mau di omongin."
"apa bun?"
"nanti kamu juga tahu"
"em iya Jen gak pergi kok, mau males malesan aja"
"iya, nanti bunda mau ke supermarket dulu sama bi Ar, kamu mau ikut?"
"katanya gak boleh pergi?"
"kan pergi bareng bunda, bukan main sama temen kamu"
"enggak ah bun, Jen di rumah aja. Emt mau panggil tukang spa aja boleh ya bun"
"iya boleh, tapi kalau bisa habis ini aja, takutnya siang ayah udah pulang"
"siap bun" Jen memberi hormat.
__ADS_1
#kira kira gimana reaksi Jen ya,,???