Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
galau


__ADS_3

Jen menggeleng dengan tingkah Axel. Bisa bisanya orang model Axel yang terkenal dingin dan ganteng bertingkah seperti itu. Bagaimana jika ada orang yang melihatnya.


"kenapa harus di tenteng gitu sih" kata Jen sambil membelakangi Axel karena malu melihat ****** ***** Axel


"ya kamu biar tahu kalau ini namanya dalaman. Lagian ya Yang, ini itu gak tahu kapan belinya. Takut gak muat" jelas Axel


"yo sak senengmu mas (ya sesukamu mas)" kata Jen


"kamu harus tanggung jawab beliin aku CD Yang. Nanti aku kasih tau merk sama ukurannya."


"ih"


"biar kamu ada kerjaan Yang, apa mau ikut ke kantor?" tanya Axel


"enggak deh, di sini aja mau main di pantai" jawab Jen.


"ya udah, jangan lupa CD nya."


"iya bawel"


"tolong jas Yang" kata Axel sambil mengancingkan lengan bajunya.


Jen yang sudah beranjak pun menuju depan lemari untuk mengambilkan jas yang di gantung. Kemudian ia mendekati Axel dan membantu memakainya. Jen merapikan bagian kerah depannya, setelah itu perlahan tangan Jen mengusap bahu Axel ke arah luar. Ganteng dan sangat gagah, tidak terlihat kalau Axel masih duduk di bangku SMA.


Axel tersenyum ke arah Jen, begitu juga Jen yang membalas senyuman Axel. Perlahan Axel menarik pinggang Jen dan mulai mencium bibir Jen. Ciuman selamat pagi yang sudah mulai menjadi kebiasaan mereka.


"Sayang, kulo tresno kalih sliramu (aku cinta sama kamu)" kata Axel setelah menyudahi ciuman nya.


Mendengar ungkapan Axel pun membuat Jen hanya terdiam, bahkan jantung nya juga sudah berdetak kencang.


"sepurane kulo dereng saget bales tresnone sampean, kulo tasih bimbang. (maaf aku belum bisa balas cintamu, aku masih bimbang)," jawab Jen yang menunduk dalam , menandakan bahwa ia sangat merasa bersalah.


"witing tresno jalaran ******* Yang. (Tumbuhnya cinta karena ciuman)" Axel


"ih mana ada, yang ada jalaran kulino (Terbiasa) bukan *******" kata Jen sedikit tersenyumm


"liat aja besok, aku akan cium kamu setiap saat. Biar kamu cepat cinta aku" Axel


"tapi pikiran ini sudah penuh denganmu, tinggal aku memasukkan dan mengunci namamu di hatiku" jelas Jen


"makasih Yang, kita turun ya udah siang" ajak Axel sambil melepaskan pelukan nya.


Setelah selesai sarapan Axel pamit kepada Jen. Jen mengantar Axel sampai di depan pintu.


"kamu jangan pergi jauh-jauh Yang, kalau ada apa-apa kabarin ya?" pesan Axel


"iya garwo"


"satu lagi yang paling penting." kata Axel


"apa?"


"jangan pakai bikini kalau ke pantai" jelas Axel


"emang kenapa?"


"aku aja belum lihat, masak orang lain duluan" kata Axel sambil mengelus rambut Jen. Jen hanya tersenyum menanggapi omongan Axel.


"aku berangkat dulu" pamit Axel sekali lagi sambil menyodorkan tangannya


"iya hati hati" jawab Jen menyambut uluran tangan Axel.


Axel berangkat ke kantor di antar pak Andi. Sedangkan Jen masuk dan duduk di ruang tengah. Jen membuka aplikasi belanja onlinenya, ia akan membelikan CD untuk Axel.


"hah gini amat gambarnya" kaget Jen


"tapi benar kok ini merk yang di bilang Axel tadi," gumam Jen.


Jen mulai memilih beberapa warna dan ukuran yang tadi di minta Axel. Jen mencari yang terdekat agar segera di kirim.


"duh bosen juga, mau ngapain ya? Keliling resort aja deh" Jen mulai melangkah mengelilingi resort, terlihat elegan dan sangat bagus.


Jen berhenti di belakang resort yang menghadap pantai. Melangkah maju menuju bibir pantai, di sana ada kursi ayunan. Jen duduk disana memandang ombak yang bergulung pelan. Pikiran tertuju pada kata kata Axel yang tadi mengatakan cinta.

__ADS_1


Apakah tadi yang lo katakan itu benar? apa mungkin secepat itu Xel. Bahkan gue belum bisa memastikan perasaan gue. Bayu apa lo benar benar sudah pergi. Gue kangen banget sama lo Bay, boleh gak sih gue ngobrol sebentar sama lo. Tapi gue takut, takut kalau Axel marah. Batin Jen


"gimana gue bisa tahu kalau lo benar benar cinta gue Xel." gumam Jen.


Sampai menjelang siang Jen masih di tempat nya. Ada panggilan vidio dari kedua sahabatnya.


🎥 Sasa, Tamara


"hay guys" apa Jen


Sasa : Jen lo lagi ngapain?


"nyantai di pantai"


Tamara : gaya lo Jen


"gak percaya nih" Jen mengarahkan kamera nya ke sekeliling pantai dan sekitarnya.


Sasa : wih bagus banget, dimana lo?


"Di Bali"


Tamara : hah yang benar aja


"iya, gue lagi di Bali sama Axel"


Sasa : kok lo gak ngajak kita


"gue juga dadakan di kasih tau nya,"


Tamara : sama mertua lo?


"gue cuma sama Axel doang"


Sasa : jangan jangan lo honeymoon?


"enggak juga, Axel ada kerjaan di sini"


Sasa, Tamara : oh


.


.


.


Sedangkan Axel yang baru saja selesai meeting memutuskan untuk meninjau langsung di lapangan. Axel di temani Dodi yang memang sudah berangkat dari dua hari yang lalu. Saat Jam makan siang Axel dan Dodi memutuskan makan di kafe dekat lokasi pembangunan.


Axel duduk di salah satu kursi yang berada di dalam kafe.


"Axel,,, Axel kan?" tanya seorang gadis yang terlihat bahagia melihat Axel.


Axel mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa gadis yang memanggilnya. Seketika pandangannya terpaku saat gadis yang sangat di kenalnya berdiri di depannya.


"Axel,,, hey" kata gadis itu melambaikan tangannya di depan wajah Axel


"eh iya, Neta" jawab Axel yah masih syok


"boleh duduk?" tanya Neta


"em, iya silahkan" jawab Axel


"kamu sama siapa Xel?" Neta


"itu" Axel menunjuk Dodi yang akan duduk di sampingnya.


"kak Dodi?" sapa Axel


"Neta?? beneran Neta?" tanya Dodi tidak percaya


"iya kak, kakak apa kabar?" tanya Neta


"baik, kamu sendiri?"

__ADS_1


"baik juga kak, kamu liburan disini Xel?"


"ada kerjaan" jawab Axel singkat


"oh maaf kak, Xel, aku harus pergi dulu. Kamu tinggal di resort kan?" tanya Neta dan di angguki Axel.


"oke bye " kata Neta sambil berlalu


Axel hanya terdiam, bahkan selera makannya jadi berkurang. Entah apa yang menggangu pikirannya.


"kenapa lo? ingat masa lalu?" tanya Dodi


"enggak" .


.


.


.


Sore ini Axel pulang dari kantor langsung menuju ke resortnya.


"den Axel, ini ada paketan untuk non Jen, tapi sepertinya non Jen sedang tidur" kata mbok Yana


"iya mbok biar saya yang bawa" pinta Axel


Axel menuju ke kamarnya, dilihatnya Jen yang memang masih tertidur. Axel mendekati dan membelai lembut rambut Jen.


"Sayang?" panggil Axel.


Hanya lenguhan yang Axel dengar, bahkan tidak ada pergerakan dari Jen.


"Yang bangun" kata Axel lagi.


"garwo, kamu udah pulang?" tanya Jen


"iya, kamu kok dapat paket?"


"oh itu, sarang kamu" kata Jen yang masih memejamkan mata


"sarang?, kamu ngelindur Jen?" tanya Axel


"enggak garwo, itu sarang kamu, CD" jelas Jen


Mendengar perkataan Jen membuat Axel tertawa. Dengan segera Axel melepaskan sepatu nya dan langsung memeluk Jen yang masih tiduran.


"Terimakasih sayang," Axel semakin mengeratkan pelukannya


"Axel kamu minggir dulu ah, pengap"


"kamu itu obat capek ku Jen,"


"masa"


"iya sayang, gak tau kenapa rasanya aku udah semakin sayang sama kamu. Gak mau jauh dari kamu." jujur Axel sambil melepaskan pelukannya dan memandang langit-langit kamar


Aku berharap semua akan selalu baik baik saja. Aku hanya inginkan kamu saat ini dan sampai nanti Jen. batin Axel


"gombal banget" kata Jen yang tidak di pedulikan Axel.


Jen melirik ke arah Axel yang terlihat bengong.


"Axel"


"Axel" panggil Jen dengan menambah nada suaranya


"apa sayang? mau apa?"


"kamu kenapa ngalamun?"


"enggak tuh, aku mandi dulu ya?" Axel beranjak ke kamar mandi.


Kok aneh sih. batin Jen

__ADS_1


Di dalam kamar mandi Axel melihat dirinya di pantulan kaca.


Kenapa kamu datang lagi. Gimana kalau sampai kamu ketemu Jen. Gue udah move on dan gue tidak akan goyah, sekarang hanya Jen yang ada di hati gue. Semoga kamu juga sudah bisa lupain hubungan kita.


__ADS_2