Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Cemburu


__ADS_3

Jen yang baru bangun pun segera mencuci muka. Dilihatnya jam sudah pukul setengah dua belas siang. Perlahan Jen berjalan turun ke bawah karena memang sudah mendingan.


"mamah" sapa Jen yang melihat mertuanya keluar dari kamar


"Jen, udah enakan?"


"iya mah, mamah mau kemana?"


"ini mau makan siang sama bunda kamu, sekalian ke toko. Mau ikut?"


"boleh, Jen ganti baju bentar mah" kata Jen kembali menaiki tangga,


"aduh" keluh Jen saat ingin berlari


"kenapa sayang?"


"gak papa mah, tadi niatnya mau lari"


"kamu itu, udah jangan lari. Mamah tunggu tenang aja" kata mamah sambil tersenyum


Jen dan mamah nya menuju salah satu mall tempat yang sudah di sepakati untuk bertemu. Mamah mengendarai mobil sendiri, sedangkan Jen duduk di samping kemudi. Mereka saling ngobrol dan juga bercanda. Setengah jam kemudian mereka sampai. Bunda sudah sampai terlebih dahulu.


"Ayu" sapa mamah sambil memeluk Bunda


"Rere," jawab Bunda membalas pelukan mamah


"gimana kabar kamu, aku kangen banget" tanya Bunda Ayu


"baik, aku juga kangen tau. Kamu sehat kan?" Mamah mengurai pelukan mereka.


"Bund" sapa Jen menyalami bundanya


"loh kamu libur Jen?" tanya bunda


"meliburkan diri bund" jawab Jen sambil nyengir


"kamu itu, Re.. kalau Jen bandel marahin aja." kata bunda


"enggak Yu, kamu tenang aja. Jen anak yang baik nurut, nakal masa remaja lah biasa. Dulu kita juga gitu kan?" kata mamah sambil menahan senyumnya.


"jangan mengingat masa lalu, jadi gini kan keturunan nya" jawab bunda


"gini gini aku dan mas Al juga sayang banget sama Jen, apa lagi Axel." mamah


"makasih Re, eh aku udah pesenin makan. Tapi buat Jen belum, aku gak tau kalau ada Jen."


"biar Jen pesen sendiri aja bun" jawab Jen


Setelah makanan semua sudah tersaji, mereka menikmati makan siangnya. Selesai makan langsung ke toko emas mamah dan bunda. Disana bunda dan mamah sibuk dengan pekerjaan nya.


Jen membuka ponselnya yang dari tadi belum ia sentuh. Banyak chat dari Sasa dan juga Axel. Jen hanya membalas seperlunya aja. Di grup sekolah terlihat banyak sekali chat yang masuk, hampir 200 pesan.


Karena penasaran Jen membuka grub untuk tahu kenapa ramai sekali. Dilihatnya salah satu siswi menggunggah vidio Axel yang membuka helm full face nya. Banyak komentar yang memuji Axel. Ada juga yang menggunggah foto Axel yang sedang bersiap menjadi pemimpin upacara. Foto yang mereka ambil secara diam diam itu sangat bagus. Bahkan saat di foto itu Axel terlihat senyum dan bahagia. Entah apa yang membuat dirinya seperti itu.


Jen yang memang kurang kerjaan pun, membaca chat yang masuk itu. Ada rasa tidak suka dengan itu semua. Karena isinya hanya memuji dan mendambakan Axel. Jen terlihat kesal, mamah yang tahu pun mendekati Jen.


"kenapa sayang?" mamah


"enggak mah" jawab Jen memaksakan senyuman nya.


"ya sudah. Tadi mamah udah suruh Axel ke sini."


"iya makasih mah" jawab Jen


Bunda yang melihat interaksi Rere dan anaknya pun tersenyum. Benar kata Jen kalau mertuanya sangat menyayangi Jen. Jen memutuskan untuk ke depan, membantu menata perhiasan. Toko cukup ramai, beberapa karyawan pun sibuk melayani pembeli.


"mbak boleh lihat kalung yang ini?" tanya seorang cowok yang berada di sebarang Jen.


"yang mana mas?" tanya Jen ramah dan mengikuti arah yang di tunjuk cowok itu


"I love you mbak" kata cowok itu


"hah?" Jen mendongak melihat calon pembeli itu. Terlihat seorang cowok yang sangat tampan.


"mana kalung nya?" tanya cowok itu yang tidak lain adalah Axel


"gak lucu" kata Jen


"mbak saya mau beli, buat istri saya" kata cowok itu

__ADS_1


"apaan sih," kata Jen cemberut


"mbak mbak sini deh," Axel memanggil salah satu pelayan di sana


"iya mas?" pelayan itu menghampiri Axel


"tolong kalung yang ini mbak. Buat istri saya mbak" kata Axel


"wah ini bagus mas, pasti tambah cantik istrinya" pelayan


"iya, tapi istri saya suka cemberut mbak" Axel


"di rayu mas, pakai kalung ini nanti juga pasti luluh" pelayan


"tolong mbak di bungkus, saya ngutang dulu" Axel


"gak bisa mas harus di bayar tunai" pelayan


"ada apa mbak?" tanya bunda


"ini buk, masnya mau ngutang" jelas pelayan itu


Bunda melihat Axel yang nyengir, bunda hanya menggeleng. Sedangkan Jen cemberut masih kesal dengan tadi yang ia lihat di grup.


"tolong ya buk, istri saya seperti nya baru ngambek" kata Axel lagi


"masa ngerayu istri ngutang sih" gerutu Jen


"ssstt udah, masuk Xel." kata bunda


"hehehe iya bun" jawab Axel dan berjalan masuk.


"maaf ya mbak, dia Axel" kata bunda pada pelayan itu


"iya buk, saya tidak tahu"


Setelah Axel masuk, dan menuju di ruang mamah dan mertuanya. Disana ada sofa panjang, Jen menghampiri Axel. Axel pun langsung memeluk Jen.


"kangen banget Yang" kata Axel


"gombal" kata mamah yang melihat itu dari meja kerjanya


"kamu kenapa kok cemberut mulu?" tanya Axel


"enggak" Jen melepaskan pelukan Axel dan duduk


"Yang?" Axel ikut duduk di samping Jen


"kamu ganjen banget sih, tebar pesona sana sini" gerutu Jen


"hah maksud nya?" Axel


"kamu gak lihat di grup sekolah pada rame?" Jen


"enggak" jawab Axel jujur


"ih, buka aja" Jen


Axel membuka ponsel nya, melihat ada apa di grup sekolah. Axel tersenyum saat melihat semua nya.


"seneng? senyum senyum?" tanya Jen


"terus kok kamu marah?" Axel


"gak tahu ah" Jen beranjak


"eits mau kemana?" Axel menarik Jen dan jatuh di pangkuannya.


"lepasin gak?" Jen


"gak" Axel


"kamu gak malu apa ada banyak orang" Jen


"biarin"


"garwo" kata Jen naik satu oktaf


"bilang dulu kalau kamu cemburu" Axel

__ADS_1


"gak" Jen


"ya udah biar gini aja"


"lepasin, gak lucu tahu" Jen


"kamu cemburu kan?" Axel


"kata siapa!"


"kata ku dong Yang"


"terserah, aku ambilin minum dulu" kata Jen dan Axel melepaskan Jen


"Xel, dari tadi tuh Jen cemberut" kata mamah


"cemburu mah, banyak yang mengunggah foto Axel yang ganteng maksimal ini" Axel


"PD sekali kamu" mamah


"fakta mah"


"ya ya ya, sana rayu istri mu" mamah.


"Axel pamit ya mah sama Jen," Axel


"iya hati hati"


"siap mah"


Axel menghampiri Jen yang sedang membuatkannya minum.


"Yang, kita pulang duluan yuk. Udah pamit mamah aku"


"ya udah minum dulu, pamit sama bunda juga"


Setelah pamit kepada bunda nya, Jen dan Axel keluar mall.


"garwo kita ke apartemen ya" ajak Jen


"oke sayang" kata Axel semangat.


Menurut Axel, Jen mengajak ke apartemen karena ingin berduaan dengan dirinya. Maklum tadi ia ngambek sama Axel, mungkin sekarang hanya ingin manja manja. Axel menambah kecepatan motornya, Jen semakin mengeratkan pelukannya di perut Axel.


Sesampainya di unit Axel, Jen kemudian duduk di sofa. Axel menuju ke kamar untuk membersihkan tubuhnya. Saat keluar dari kamar mandi, Axel melihat Jen yang tiduran di kasur


"kamu mau makan apa garwo?" tanya Jen


"kamu" Axel


"jangan ngaco"


"enggak, bukanya kamu yang mau kesini biar bebas" Axel


"ih, aku tu mau ambil motor"


"hah?"


"kamu lupa motor ku masih di sini?" Jen


"ya udah nanti, sekarang waktunya kita ya" Axel


"kata mamah suruh libur dulu, biar sembuh"


"tapi Yang,"


"kamu udah janji lo," Jen


"em, masa puasa lagi"


"kita masih sekolah, jangan keseringan"


"tapi itu wajib lo Yang" Axel


"iya aku tahu, udah tidur aja sini" Jen


"nanti malam ya?" Axel


"iya, belajar bareng kan? udah mau ujian" Jen

__ADS_1


"gak asik kamu" Axel


__ADS_2