Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Axel yang nyebelin


__ADS_3

Setelah masuk kamar, mereka duduk di ranjang. Axel bersandar di kepala ranjang, sedangkan Jen bersandar di dada Axel.


"Yang, mau liburan gak?" tanya Axel


"kemana?"


"kemana aja yang kamu mau" Axel


"sebenarnya aku malas mau kemana, emang kamu kau kemana?" Jen


"pengen nya ya keluar negeri Yang, tapi kamu gimana?" Axel


"mau ngapain ke sana?"


"honeymoon lah Yang" Axel


"tapi kan aku udah hamil"


"kalau gitu babymoon" Axel


"kita konsultasi ke dokter dulu ya besok, kalau aman kita jalan jalan ke luar negeri gak masalah. Aku mau 😁" Jen


"maunya kemana?" tanya Jen


"liat besok aja, nanti kita berencana tapi tidak sesuai keadaan."


"ya udah, kamu jadi kuliah di kampus papah?" Axel


"jadi, lagian juga sudah bagus. Kayaknya aku lebih nyaman di sana dengan kondisiku yang hamil ini"


"iya sih Yang, aku juga lebih tenang kalau begitu. Kamu beneran gak mau tunda kuliah dulu?"


"enggak mas, kan aku juga bisa kuliah online kalau udah gede perutnya" Jen


"ya udah, yang penting jaga kesehatan. Kalau capek gak usah ke kampus aja" Axel


"iya, besok kita nginep di tempat bunda ya? aku kangen bunda sama ayah" kata Jen


"iya sayang," Axel


"makasih mamas 😁" kata Jen memeluk erat Axel.


"ihh aku gemes banget sama kamu Yang," kata Axel yang juga memeluk Jen


"lepasin sakit" Jen


"hehehe iya maaf Yang, kamu tuh sekarang agak berisi jadi aku suka aja. Liat kamu tuh lucu gitu" Axel


"aku gendut?" Jen


"enggak gendut Yang, lebih berisi malah bagus. Di peluk enak, dilihat juga pas" Axel


"yang bener?"


"iya sayang, aku gak bisa ngebayangin kalau perut kamu udah gede Yang, hahaha" Axel tidak kuat menahan tawanya.


"ih kamu nyebelin, kamu ngeledek ya" kata Jen sambil membelakangi Axel


"hey sayang gak gitu, tadi kan aku udah bilang kalau kamu lucu" Axel berusaha menarik Jen lagi.


"lucu lucu ini juga gara gara kamu" jawab Jen yang berusaha menolak Axel.


"Gini loh Yang, kamu itu tambah cantik, imut gimana yang jelasin aku bingung 😁. Biasanya kan kamu itu terkenal bar bar, pembalap juga. Terus sekarang kamu lagi hamil, besok kan kalau tambah besar perut kamu tambah lucu Yang." Axel


"seneng kamu liat aku kaya gini?"


"Ya pasti seneng lah Yang, itu kan hasil karyaku. Berarti hanya aku yang bisa menaklukkan kamu, sampai hamil hahaha" Axel merasa bangga.


"astaga, garwo!!!" Jen yang terlihat kesal tapi ia juga menahan senyumnya.


"seharusnya kamu itu seneng Yang, bisa menerima bibit unggulan ku. Apalagi sedang tumbuh di rahim kamu. Hanya kamu yang aku mau, hanya kamu yang udah buat aku kaya gini Yang. Kamu juga perempuan terhebat yang bisa menaklukkan hatiku saat pandangan pertama." Axel


"masa?" Jen


"iya lah Yang, kamu bisa liat kan banyak yang suka sama aku. Tapi aku gak meliriknya, cuma kamu satu satunya Yang"


"iya percaya," Jen


"mau tau keunggulanku lagi gak?" tanya Axel

__ADS_1


"sini" kata Axel menarik Jen


" apa?" kata Jen, Axel mendekatkan mulutnya ke telinga Jen.


Hembusan nafas Axel saja sudah membuat Jen merinding. Axel mej*l*t daun telinga Jen, kedua tangannya memegang jeruk kesukaannya dan mer*m*tnya pelan.


"eeuugghh" lenguh Jen yang merasa geli.


"aku bisa membuatmu men*esah" bisik Axel dan segera menjauhi Jen


"kamu" kata Jen kesal dan melempar bantal kepada Axel.


"hehehe ampun Yang" kata Axel


"kamu itu nyebelin, tukang ngerjain orang" Jen memukul pelan Axel


"aku kan serius ayang, masa di pukul" Axel menghindari Jen


"biarin," kata Jen


"stop Yang, aku capek" kata Axel dan Jen berhenti.


"mau ikut gak Yang" kata Axel yang beranjak dari ranjang


"kemana?"


"toilet, barang kali kamu bersedia memegangi selang airku, kan aku jauh lebih bahagia" Axel


"dasar mesum," kata Jen dan menyembunyikan dirinya di bawah selimut.


"hahaha jangan tidur dulu Yang, hari ini jatahku jalan jalan ke puncak gunung" kata Axel sambil berjalan ke toilet.


"gak, hari ini libur" Jen


.


.


.


.


Pagi ini sesuai jadwal Jen dan Axel akan pergi ke dokter. Saat mereka menunggu di depan ruangan dokter Yeyen, ada beberapa ibu hamil yang juga akan memeriksa kan kandungan nya. Axel kembali tersenyum.


"aku gak bisa ngebayangin kalau perut kamu segede itu Yang" Axel


"ish" hanya itu jawab Jen.


Tidak berapa lama Jen di panggil masuk kedalam. Saat sedang di USG terlihat begitu aktif janin mereka.


"gerak gerak ya dok? kok aku gak kerasa" Jen


"iya seperti itu mbak, kan masih kecil bayinya, jadi memang belum bisa merasakan pergerakan nya." jelas dokter


"Perkembangan nya bagus ya mbak, tetap dijaga asupan makanan dan vitamin nya tetap harus di minum." kata dokter lagi.


"jenis kelaminnya dok?" tanya Axel


"ini masih belum kelihatan, takutnya salah. Mungkin bulan besok sudah kelihatan, atau mau cara lain mas? udah pasti akurat juga" jelas dokter.


"yang tes darah itu dok?" tanya Jen


"iya mbak, sekarang kan baru buming" dokter


"nanti aja deh dok, yang penting sehat semua dulu" kata Jen


"iya mbak, buat surprise ya" dokter


"hehehe iya dok" Jen


Setelah selesai pemeriksaan Jen dan Axel keluar dari ruangan dokter Yeyen.


"Axel?" panggil Jamil


"lah Jen!!!" kata Jamil lagi


"Jamil???" Jen terlihat begitu kaget saat melihat Jamil di sana.


"ELO NGAPAIN" kata Jamil dan Jen bersama

__ADS_1


"gue nganter kaka gue periksa, lo sendiri ngapain disini? ini kan dokter spesialis kandungan" Jamil


"gu... gue" bingung Jen.


"Jamil kaka udah di panggil kamu mau ikut gak?" tanya kaka Jamil


"enggak kak, aku mau ngobrol sebentar sama temen" Jamil


"kita duduk di sana" ajak Axel


Setelah semua duduk, Jen masih terlihat bingung juga malu. Axel yang tau itu pun segera memeluk Jen. Jamil di buat bingung dengan mereka berdua.


"Jen? gue boleh tanya kan?" Jamil


"biar gue yang jawab, lo mau tanya apa?" Axel


"kok lo bisa sama Jen ke dokter kandungan" Jamil


"Jen hamil, dan...." Axel


"astaga Jen lo gila!!!" Jamil begitu kaget mendengar itu


"elo yang gila, dengerin dulu penjelasan Axel" Jen


"Gue dan Jen sudah menikah hampir setengah tahun yang lalu. Sah di mata hukum dan negara. Jadi kalau Jen hamil itu sudah tidak masalah kan" Axel


"gue mimpi gak sih" Jamil


"ini gak mimpi, semua yang lo liat ini nyata. Gue minta lo jaga rahasia ini" Jen


"gue gak percaya" Jamil


"ini buktinya, ada tanggal juga jamnya saat kita nikah." Axel memperlihatkan foto di ponsel nya.


"hanya gue yang tau ini?" Jamil


"Tam, Sa, Ari dan juga Dio, Satria" Jen


"Ari?" Jamil


"iya, Ari teman kita" Jen


"kok gue gak di undang, tapi Ari di undang. Beneran gak plen lo" Jamil


"gue gak ngundang Ari, gue juga kepergok sama Ari. Terpaksa gue jelasin, gue bisa percaya sama lo kan?" Jen


"aman"


"thanks kalau lo bisa di percaya. Dan thanks juga lo udah pegangin Jen saat pingsan kemarin" Axel


"iya gak masalah, jadi lo beneran hamil Jen?" Jamil


"iya, minta doa nya aja gue dan bayi gue sehat" Jen


"siap," Jamil


"kita duluan ya" Axel


"iya silahkan" Jamil


Jen terlihat begitu lega setelah menjelaskan kepada Jamil, seandainya Jamil keceplosan pun tidak apa. Karena mereka juga sudah selesai sekolah dan tinggal menunggu kelulusan.


"langsung pulang?" tanya Axel


"iya, aku pengen makan masakan bunda" Jen


"iya sayang" Axel


Sesampainya di rumah bunda, Jen mencari keberadaan bunda dan ayahnya. Jen sangat rindu dengan suasana libur di rumah, biasanya ia akan bermalas malasan atau berenang. Setelah acara sambutan dari ayah dan bunda 🤭 mereka langsung ke meja makan.


"Jen, Axel setelah ini ayah mau bicara ya" kata ayah


"iya yah," Axel


"gimana tadi hasil periksa nya?" bunda


"bagus kok bun, sehat semua" Jen


"ya pasti sehat orang ibunya makan banyak" Ayah

__ADS_1


"ayah...." kata Jen cemberut


"hehehe" ayah


__ADS_2