Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Lelah


__ADS_3

Mau tidak mau Jen menuruti Axel, atas bantuan Axel juga Jen bisa menyelesaikan kegiatan itu. Jen yang merasa lelah pun berhenti dan masih nangkring di atas t*b*h Axel.


"udah ya" kata Jen


"ya udah lepas dulu" Axel.


Setelah "itu" Jen pun tiduran di atas tubuh Axel, Axel mengelus kepala Jen.


"kamu gak sampai puncak garwo?"


"sampai lah Yang"


"ih katanya....." Jen memukul pelan dada Axel


"suaminya kok di pukul sih. Udah di kasih tiga kali juga" Axel


"kamu bohong sih" Axel


"kan tadi kamu yang mimpin Yang,"


"ya harusnya kamu ngomong kalau mau sampai" Jen


"aku keenakan Yang, udah gak papa" jawab Axel sesekali mencium kepala Jen.


Beberapa menit kemudian Axel merasakan nafas Jen yang teratur. Sudah bisa di pastikan kalau Jen sudah tertidur.


"Yang, mandi dulu" kata Axel mengelus kepala Jen


"Bangun dulu Yang, kamu gak mandi?" tanya Axel lagi.


"Yang"


"garwo aku udah capek besok lagi" Jen


"ayang, aku nyuruh kamu mandi. Bukan minta lagi."


"tapi aku ngantuk banget, tapi juga lengket" gumam gumam Jen dan membuat Axel tersenyum.


"ya udah tidur aja nanti aku yang bersihin" kata Axel yang kasihan pada Jen.


Mamun rencana hanya rencana, nyatanya Axel ikut tertidur lelap. Mereka tertidur sampai jam tujuh malam lebih. Dering ponsel Axel yang membuat Axel terbangun. Dilihatnya nama "MAMAH" yang tertera di layar ponselnya.


"iya mah" kata Axel setelah menggeser icon telepon berwarna hijau.


📞


kamu di mana Xel? Jen juga belum pulang


"Axel sama Jen ada di apartemen mah, Jen masih tidur"


📞


kamu juga baru bangun tidur? kalian mau pulang gak? mamah mau liat Jen, mamah khawatir banget ini.


"iya mah" Axel mengubah panggilan nya ke panggilan video.


📞


kalian 🤭, ya sudah mamah sudah percaya. maaf ya


tut


"dimatiin" gumam Axel


Axel melihat banyak sekali panggilan masuk dari Dio juga Satria. Tidak hanya panggilan saja, chat masuk juga banyak.


drt drt drt


Panggilan video dari Dio.


🎥 Dio


Hey anoman, kemana aja sih?


"tidur"


🎥


yang bener lo, kita udah nunggu lo malah tidur (Satria)


"nunggu apa?"


🎥


katanya mau jalan bareng, kita udah di kafe ini (Dio)


"gue lupa"


🎥


lo itu dimana sih, yang bener aja kita dari tadi liat atap (Dio)


"tidur ya pasti di kamar lah"


🎥


terus Jen mana, gue hubungi juga gak di respon (Sasa)


"masih tidur"


🎥

__ADS_1


Astaga kalian dari tadi jawab nya tidur. Tumben amat Jen tidur jam segini (Tamara)


"tuh liat pintu kamar, nih kaki Jen" Axel memutar ponselnya ke sekelilingnya. Karena memang Axel menggunakan kamera belakang. Bisa heboh kalau liat dirinya juga Jen belum pakai baju.


"garwo, jam berapa" gumam Jen yang merasa terusik dengan suara heboh dari vidio call.


"jam tujuh lebih Yang" Axel


🎥


Hey jangan mimpi lo, ini udah jam delapan (Satria)


"siapa garwo" kaget Jen


"ini pada vido call" Axel


"ih kamu gimana sih, aku kan" Jen


"ssstt nih liat, mereka gak liat kamu tidur" saut Axel


🎥


alah paling juga tidur di darat lo (Sasa)


"udah dulu ya, kalian lanjut aja. Bye" Axel


tut


Axel mematikan sambungan vidio call nya.


"turun Yang, mandi yuk" ajak Axel


"mamah" kata Jen


"udah tahu kita disini" Axel


"aku laper garwo"


"mau makan apa? pesen apa keluar cari makan"


"mau bebek goreng di pinggir jalan" Jen.


"ya udah mandi dulu ayo"


"kok ayo sih" Jen


"bareng aja biar cepat"


"gak mungkin mandi bareng kita bisa cepat"


"hehehe kamu yang mulai loh Yang"


"gak, sana kamu duluan aja" Jen


hap


"garwo turunin" kata Jen yang sudah di gendong Axel ala bridal style.


"diam Yang, nanti jatuh loh" kata Axel


Mereka berdua menuju kamar mandi. Setengah jam lebih mereka baru menyelesaikan mandinya. Jen keluar dengan menggerutu, karena ulah Axel.


"kamu itu gak ada capek nya apa" kata Jen


"kalau boleh lagi aku masih kuat Yang"


"gak, jatah kamu minggu depan aku potong" Jen


"Yang......"


"bodo amat, kita langsung pulang ke rumah mamah aja"


"iya"


Axel dan Jen memutuskan untuk mencari makan malam. Mereka menuju alun-alun, disana ramai penjual makanan dan minuman. Jen menunjuk salah satu warung lesehan yang biasa ia kunjungi.


"wah baru mbak" bisik seorang cewek anak penjaga warung.


"ssstt" kata Jen sambil tertawa.


"gue pesen tiga porsi ya, di sana" kata Jen menunjuk Axel yang sudah duduk


"ngomong ngomong yang di depan sana buat gue yak?" tanya Desi gadis itu, dan yang di maksud depan sana adalah kedai susu segar Bayu


"iya, gue gak bakalan berpaling dari yang belakangan" Jen


"masa, jangan gila loh. Gue gak percaya, sama yang ono aja lo bisa pisah. Kenapa sih?" kepo Desi


"dilarang kepo, yang pasti ada sesuatu" Jen berlalu, kemudian terdengar suara tawa dari Desi


"kamu lama amat Yang"


"iya ngobrol sebentar sama Desi"


"em"


Beberapa saat kemudian makanan datang.


"kok tiga Yang?" Axel


"iya, aku kalau satu porsi aja kurang"

__ADS_1


"itu lalapan nya banyak juga"


"tenagaku udah terkuras, jadi aku kau makan banyak" Jen


"ya udah gak papa, biar sekalian ngisi tenaga buat nanti lagi Yang"


"uhuk" Jen tersedak


"pelan pelan sayang" Axel memberikan minum kepada Jen


"kamu nyebelin" Jen


"becanda Yang"


Setelah makan malam Jen dan Axel pulang ke rumah. Sampai di rumah jam sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam.


"Axel, Jen" panggil mamah dari bawah tangga


"mamah, papah" panggil Jen dan turun ke bawah untuk mencium tangan mertuanya.


"udah Xel yang merengek-rengek?" sindir papah


"udah lah," jawab Axel bangga


"pakai kamu kasih Jen, biarin aja Axel kebingungan" kompor papah


"gara gara papah kan ngasih kerjaan mendadak. Mah hukum aja papah" Axel


"o.o tidak bisa" kata papah sambil tersenyum


"kata siapa?" mamah


"maksud mamah?" papah


"tadi papah janji jemput kan? tapi apa?" mamah


"kan,," papah


"kan kan, hukum mah satu minggu full kalau perlu" kompor Axel


"wah kamu anak tapi kompor" papah


"hahaha, ayo Yang" Axel mengajak Jen ke kamar


"mamah cantik deh" rayu papah


"mamah udah cantik dari dulu, gak mempan" Saut Axel


"nanti papah beliin kalung deh" papah


"mamah udah punya tokonya" saut Axel lagi


"AXEL" kesal papah.


"kabur Yang" kata Axel mempercepat langkahnya.


"kamu itu sama papah kaya gitu" Jen


"gak papa Yang," kata Axel cekikikan


.


.


.


Pagi ini rasanya Jen malas sekali untuk bangun dan sekolah. Sedangkan Axel sedang mandi.


"Yang udah siang ini" kata Axel mendekati Jen


"aku males banget garwo, rasanya capek banget. Ngantuk lagi" Jen


"kita udah mau tri out loh Yang"


"kamu yang buat aku capek" Jen


"nanti aku pijitin pulang sekolah. Sana mandi" Axel


Setelah mandi dan sarapan Jen menuju ke garasi dengan malas. Axel yang ada di depannya hanya nyengir.


"masuk sini berangkat bareng aja" Axel


Jen yang merasa lelah pun hanya menurut, bodo amat lah dengan murid yang mencibir mereka. Tanpa Jen dan Axel sadari, di belakang mereka ada Ari yang juga akan berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah, Axel turun terlebih dulu. Sedangkan Jen masih di dalam mobil terlihat mencari sesuatu.


"cari apa sih Yang" tanya Axel yang melihat Jen turun dari mobil, tapi terlihat sibuk melihat ke sekeliling kursi yang ia duduki.


"dompet garwo, kayaknya udah aku bawa" kata Jen melihat isi tasnya lagi.


"mau buat apa?"


"ya masa aku gak bawa uang sama sekali" Jen


"nih" Axel merogoh saku celananya dan mengambil dompet.


"apa?"


"ya bawa ini aja," Axel


"gak mau aku minta uang aja" kata Jen sambil mengedip ngedipkan mata nya.


"udah bawa dulu, aku gampang," Axel meraih tangan Jen dan memberikan dompetnya.

__ADS_1


"ayo" Axel.


__ADS_2